‘Arah Langkah’ Sebuah Novel Perjalanan Mencari Jati Diri atau Melarikan Diri?

'Arah Langkah' Sebuah Novel Perjalanan Mencari Jati Diri atau Melarikan Diri?

, sosok puitis sekaligus seorang musisi yang memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap semesta, karyanya pun sudah banyak dinikmati oleh berbagai kalangan, terkhusus bagi kaula muda. Bung -sapaan akrabnya- berhasil ke 4 nya berjenis memoir yang berjudul ‘’.

setebal 300 lembar ini berisikan catatan perjalanannya selama mengelilingi berbagai daerah di negri tempatnya dilahirkan. Lalu, bagaimana perjalanannya?

Fiersa Besari dan bukunya 'Arah Langkah'
dan bukunya ‘

Awal dari Perjalanan

Dan ada aku, seseorang yang berangkat tanpa kesiapan rute dan tujuan pasti. Entah mencari jati diri, entah melarikan diri. Apa pun itu, yang pasti aku pergi karena tidak kuat bercengkrama dengan kenangan yang tersimpan di sudut-sudut Kota Bandung., , hlm: 15.

Fiersa sebagai tokoh utama menyadari bahwa ada sebuah luka dalam hatinya yang belum pulih dan dari kausa inilah, ia memahami betapa kejamnya rasa patah hati bagi seorang manusia, bukankah tak sedikit dari manusia rapuh diluaran sana melakukan hal gila akibat patah hati? Beberapa orang menyalahkan dirinya sendiri, beberapa orang lainya menyalahkan orang lain, lebih dramatis lagi, tak sedikit dari orang-orang ini yang memutuskan untuk melukis noda darah dengan silet di tangannya, memaki di status media sosial, atau hingga tahap yang tak masuk akal seperti mengakhiri hidupnya.

Baca juga  Novel: D . Y . D (Dare You Date) - 2. Swania oh Swania...

Namun lucunya, meskipun dengan alasan yang sama, Bung menyatakan rasa bangga yang menyelusup ke dalam jiwanya karena luka itu mampu menuntun raganya pada sebuah perjalanan yang menunjukan cinta dan persahabatan bisa selalu ditemukan dimanapun kaki kita berpijak, bukan pada perjalanan menyakitkan yang mungkin membuatnya menjadi seorang pecundang yang tak bisa berdamai dengan apa yang ia lalui sebelumnya.

Secarik Kisah

Cinta memang buta aksara, maka dari itu, butuh komitmen dua anak manusia untuk menjadikannya mengeja. Dan bersama Mia, aku ingin Mengeja., , hlm: 32

Kisah romansa yang menjadi titik awal perjalanan ini, disajikan dengan alur maju-mundur. Sensasi manis yang terbangun pada pertemuan antara tokoh utama dan gadis yang berhasil mencuri hatinya, menyiratkan akan besarnya pengharapan yang mengantarkan keduanya pada ketegangan yang sulit didefinisikan dengan rangkaian kata.

Baca juga  Novel: D . Y . D (Dare You Date) – 3. Kina Lamela dan Indera Pendengarannya

Pembaca pun akan mengetahui bagaimana prosesi dari sebuah kebahagiaan menjadi luka yang amat menyakitkan bagi seseorang. Peristiwa yang menghantui relung hati, juga bagaikan sebuah kaset  yang menampilkan adegan secara berulang di kepala. Melupakan kejadian itu tidaklah mudah baginya karena semakin ia berusaha melupakan, semakin kuat pula kenangan itu mencengkram, mimpi buruk yang teramat sempurna bukan ?

Alur Kehidupan

Aneh ya, kita enggak akan pernah tahu ke mana hidup membawa kita. Hidup ini seperti petualangan panjang dengan hiasan suka dan duka, bahan untuk anak-cucu kita kelak.Baduy, , hlm: 206

Tentunya perjalanan menyusuri Indonesia ini tak hanya dilakukan oleh Bung sendirian, ia ditemani oleh 2 orang kawannya yakni Baduy dan Prem. Sedikit berkenalan dengan keduanya, Baduy merupakan pemuda kekar asal Banten dengan track record yang bisa dibilang paling berpengalaman diantara ketiganya. Ia pernah bekerja sebagai pemandu wisata hingga akhirnya membuat usaha tour and travel miliknya sendiri, ia adalah salah satu anggota komunitas Freedive Bandung yang memiliki cita-cita untuk keliling Indonesia.

Baca juga  Bikin Baper, Ini Dia Novel Karya Monica Anggen

Berikutnya adalah Prem bernama asli Anisa Andini, ya dia merupakan satu-satunya perempuan dalam perjalanan ini, walaupun seorang perempuan, ia sudah pernah menginjakan kakinya di sebagian besar puncak gunung di Pulau Jawa saat masih duduk di bangku SMA. Sewaktu perjalanan ini dimulai ia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan memutuskan untuk tidak terburu-buru bekerja di perusahaan. Lalu, kira-kira kenapa ia dipanggil dengan nama ‘Prem’?

Petualangan

Sejauh apa pun jalan yang kita tempuh, tujuan akhir selalu rumah., , hlm: 235

Setelah membaca lembaran demi lembaran yang tersaji, mengikuti setiap pertemuan yang selalu berujung perpisahaan, berbagai mimpi yang tak terealisasi, hingga kenyataan bahwa pada akhirnya semua kisah akan berubah menjadi kenangan. Rasanya menjadi begitu cocoklah ungkapan tersebut menjadi jawaban akan ‘’ yang sesungguhnya yakni Rumah.

Salam Literasi!

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ama