Argumen Dosen UNJ Ubedilah Badrun Adukan Gibran Rakabuming & Kaesang Pangarep ke KPK

ubedilah badrun laporkan anak jokowi

Belakangan ini seorang dosen Kampus Negeri Jakarta (UNJ) namanya memberikan laporan dua Joko Widodo (Jokowi) ke Komisi Pembasmian ().

Ubedilah Badrun memberikan laporan Raka dan Kaesang Pangarep berkaitan sangkaan kasus pencucian uang (TPPU).

Ubedilah menjelaskan jika Gibran dan Kaesang turut terbawa dalam TPPU dan KKN dengan group usaha yang diperhitungkan turut serta dalam kasus pembakaran rimba.

Baca juga  Milenial yang Paling Banyak Dibicarakan di Pilkada 2020, Ternyata Bukan Gibran

berinisial PT SM itu menurut Ubedilah Badrun jadi pembakaran rimba.

Perusahaan itu dituntut Kementerian dengan nilai Rp7,9 triliun.

Dalam, di tahun 2019, Mahkamah Agung cuman merestui tuntutan Rp78 miliar ke PT SM.

Ubedilah Badrun menyebutkan, dua itu diperhitungkan turut mempunyai dan bergabug dengan PT SM.

Baca juga  Milenial yang Paling Banyak Dibicarakan di Pilkada 2020, Ternyata Bukan Gibran

“Itu terjadi pada Februari 2019 sesudah anak presiden membuat perusahaan kombinasi dengan anak pejabat perusahaan PT SM,” kata Ubedilah Badrun di Merah Putih KPK, Jakarta, Senin, 10 Januari .

Profile Ubedilah Badrun

Ubedilah Badrun sendiri sebagai pemerhati politik yang sejauh ini dikenali sebagai Dosen Kampus Negeri Jakarta (UNJ).

Pria kelahiran Idramayu, 15 Maret 1972 itu sebagai bekas tahun 1998.

Baca juga  Milenial yang Paling Banyak Dibicarakan di Pilkada 2020, Ternyata Bukan Gibran

Di tahun 1996, ia turut membidani lahirnya Komunitas Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) yang disebut dalam gerakan reformasi 1998.

Disamping itu, dosen Sosiologi Politik itu sempat juga aktif di HMI MPO Cabang Jakarta.

Ubedilah Badrun terdaftar pernah memegang sebagai Ketua HMI Cabang Jakarta tahun 1997-1998.

: -rakyat

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Andra Hermawan