Art of Leadership: How to be A Self Leader

Art of Leadership: How to be A Self Leader 1

Setiap pemimpin hebat memiliki banyak kualitas penting yang membuat mereka sukses di bidang masing-masing. Salah satu yang paling penting dari kualitas kepemimpinan ini adalah rasa kesadaran diri yang kuat dan kemampuan untuk menggunakannya dalam  memimpin serta memberikan contoh bagi orang lain. Kita sebagai mahasiswa dilabeli sebagai agent of change perlu mengembangkan keterampilan kepemimpinan diri. 

Leadership adalah sebuah kemampuan untuk memahami dan memimpin diri sendiri, serta menjadi pemimpin yang baik bagi orang lain. Menjadi leader kita perlu membimbing diri kita dengan memilih jalan yang kita ambil yang sesuai dengan arah dan tujuan yang hendak dicapai. Namun, kita tidak mungkin bisa memimpin orang lain, apabila kita tidak bisa memimpin diri sendiri. Jika seseorang tidak mampu memimpin diri untuk memimpin dirinya dengan baik, maka ia tidak akan dapat memimpin orang lain dengan efektif. Self leadership merupakan dasar dari segala bentuk kepemimpinan. Kepemimpinan diri berarti juga self discipline yang berarti menegakkan disiplin atas diri sendiri.

Aktivitas self discipline merupakan aktivitas yang paling berat karena berkaitan dengan diri sendiri dan tidak melibatkan orang lain. Lain halnya dengan kepemimpinan organisasi atau team, dimana kita akan mendapat koreksi dari orang lain jika berbuat salah. Sering kali kita melakukan self excuse (memaafkan diri sendiri) ketimbang melakukan self punishment (menghukum diri sendiri). Analoginya, ketika kita menjadi pemimpin bagi orang lain, kita akan lebih mudah

Apakah penting menguasai leadership itu? Tentu saja penting.

Dalam prospek karier, kemampuan leadership ini menjadi hal yang utama untuk diperhatikan karena dapat memberikan manfaat sekaligus poin plus ketika kita sudah bekerja nanti. Jika kita sudah menguasai kemampuan leadership, kita akan menjadi pribadi yang percaya diri, menjadi orang kepercayaan karena dapat membangun relasi yang lebih kuat, serta dapat menginspirasi orang lain untuk mengikuti jejak kita.

Menjadi self leader tentunya kita harus meningkatkan 3 faktor, yaitu:

1. Self Awareness (Kesadaran Diri)

Self awareness berarti kita sadar akan nilai-nilai kekuatan dan kelemahan diri sendiri.   

2. Self Acceptance (Penerimaan Diri)

Self acceptance artinya penerimaan diri. Perlu untuk kita bertanya pada diri sendiri: Apakah kita sudah bersyukur dan bisa menerima diri kita sendiri sedang hati lapang? Apakah kita bisa menerima keberadaan diri kita dengan apa adanya atau justru kita membanding-bandingkan diri kita sendiri dengan pencapaian orang lain?  Apakah kita bisa melihat bahwa kita ini berharga dan mampu untuk berkontribusi penting untuk masyarakat?  

3. Self Management

Sedangkan self management berarti kita berusaha untuk memanfaatkan segala sumber daya untuk meningkatkan kapasitas diri.

Berkaca dari pengalaman yang aku alami, untuk belajar leadership kita perlu keluar dari zona nyaman. Kita tidak bisa cepat puas dengan apa yang sudah diraih, namun kita tentunya perlu membenahi, memberikan introspeksi, dan mempelajari hal-hal baru. Semua tentang mindset. Menurut Robert Sternberg, seorang psikolog Amerika bahwa faktor terpenting yang menentukan bagaimana seseorang mencapai keahlian tertentu, bukanlah kemampuan yang sudah melekat sebelumnya, melainkan usaha keras dengan maksud yang jelas.

Tentu benar bahwa menjadi self leader itu tidak semudah omongan para motivator diluar sana. Kemampuan leadership menjadi pembelajaran jangka panjang (long live learner) dan membutuhkan pengalaman. Contoh dalam lingkup kecil, ketika kita menjadi leader saat kerja kelompok. Tidak apa apa untuk memulai langkah kecil untuk menjadi pemimpin. Setidaknya kita mencoba dan berlatih dari hal-hal yang sederhana. Biasanya ketika kita ditunjuk atau memang tidak ada pilihan lain menjadi pemimpin, kita menciptakan suasana dan menyemangati anggota tim untuk bekerja sama.

Jadi pada dasarnya, ketika orang tersebut dapat dengan mudah memimpin diri sendiri, maka besar kemungkinan orang tersebut akan berhasil memimpin suatu organisasi, karena keteladan dan kematangan pribadi akan mampu mematangkan organisasi. Sesuatu yang besar pasti berasal dari suatu yang kecil, self to organizational leadership.

Salah satu manfaat dari self leadership yang efektif adalah munculnya keberanian dalam arti luas yang berarti berani memiliki mimpi yang besar, berani untuk melangkah, dan berani untuk menghadapi segala resiko yang akan menghadang. Salah satu rahasia munculnya keberanian adalah dengan mengelola dinamika batin (inner dynamics) serta meredam rasa takut kalah atau kehilangan.

Faktor penting yang perlu dikembangkan dalam self-leadership yaitu :

Self awareness, Motivation, Decision-making, Dedication, Influence, Empathy, Social skills, Self-regulation, and Accountability.

Salah satu persoalan umum yang dihadapi orang saat ini menyangkut self leadership adalah persoalan stres. Apakah stres ini bagus buat kita? Apakah stress itu membuat kita dapat menampilkan yang terbaik? Banyak orang yang percaya bahwa stress is beautiful.

Memang stres sampai batas-batas tertentu akan mendorong kita untuk meningkatkan kinerja (performance). Selain itu, kita tidak boleh puas dengan kinerja yang telah kita raih. Adanya kepuasan yang berlebihan justru dapat memperlemah semangat untuk melakukan yang lebih baik lagi. Perlu penegasan bahwa motivasi dapat timbul melalui rasa takut, maka sekali lagi galilah semangat dari rasa takut yang sering menghantui kita.

Kita perlu keberanian untuk menggapai sesuatu, ikuti intuisi dan kata hati. Intinya, make up your mindset and believe yourself that you can be a good leader.  

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Winda Nurmalita