Cara Menentukan Budget Marketing Bisnis dengan Pendekatan Bottom-Up

Tentukan budget marketing bisnis dengan bijak, agar return of investment sesuai dengan yang diharapkan.


Menentukan budget marketing bisnis merupakan persoalan yang paling sulit bagi para pimpinan perusahaan, baik CMO, marketing, brand manager, product manager serta yang lain. Hal tersebut selain disebabkan karena jumlahnya yang besar juga karena sangat berisiko bagi perusahaan terlebih mereka yang menggawangi bagian marketing.

Risiko tersebut bukan hanya karena besarnya budget, tapi juga efektivitas dari promosi yang dilakukan karena hasilnya memang tidak diketahui secara pasti. Promosi memang dapat menciptakan awareness, dapat membangun citra positif, dapat mendorong konsumen untuk membeli serta membuat konsumen loyal terhadap suatu produk.

Namun, apakah return on investment akan bisa diperoleh lewat promosi yang akan dilakukan? Dapatkah anggaran promosi yang dibelanjakan bisa kembali dalam bentuk penjualan produk? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang memunculkan kekhawatiran, sehingga dalam mengelola budget marketing bisnis menjadi persoalan bersama dari seluruh awak perusahaan.

Baca juga  3 Cara Bisnis Properti Tapi Modal Minim, Harus Bisa

Untuk menentukan budget marketing bisnis, secara umum dikenal dua cara atau dua pendekatan, yaitu pendekatan top-down dan bottom-up. Pendekatan top-down dilakukan dengan menetapkan alokasi budget tertinggi yang dapat dikeluarkan perusahaan sehingga angkanya sudah pasti dan relatif mudah dilakukan.

Pendekatan yang tersulit adalah bottom-up karena penentuan budget  didasarkan pada tujuan yang ingin dicapai. Oleh sebab itu dibutuhkan pertimbangan-pertimbangan khusus agar memperoleh return on investment sebagaimana yang diharapkan. Berikut beberapa cara menentukan budget marketing bisnis dengan pendekatan bottom-up.

Tentukan Tujuan yang Ingin Dicapai

Sebelum membuat pertimbangan yang lain, tetapkan terlebih dahulu apa yang menjadi tujuan dari promosi yang dilakukan. Tujuan yang dimaksud harus spesifik, seperti dalam rentang waktu satu bulan dengan sejumlah anggaran yang dikeluarkan, berapa peningkatan konversi, branding dan engagement yang dihasilkan, sejauh mana jangkauan iklan dan sebagainya. Semakin spesifik tujuan yang ingin dicapai, maka hasilnya akan semakin baik.

Baca juga  Eksistensi Bisnis Kopi Yang Semakin Cuan Dan Menjamur

Tentukan Market yang Akan Dibidik

Sebagaimana tujuan promosi, dalam menentukan budget marketing bisnis, target market juga harus spesifik, seperti: siapa saja yang menjadi target pasar yang utama, dari jenis kelamin apa, dari golongan usia berapa, tingkat sosial yang bagaimana, dan sebagainya. Perlunya membuat target market yang spesifik, selain berhubungan dengan anggaran juga menyangkut strategi pemilihan media yang tepat untuk melakukan promosi.

Informasi Detail tentang Kompetitor

Dalam menentukan budget marketing bisnis, survey dan mapping perlu dilakukan untuk mengetahui siapa saja yang menjadi kompetitor, sejauhmana eksistensi mereka, strategi pemasaran seperti apa yang mereka lakukan dan sebagainya. Semakin detail informasi tentang kompetitor bisa diperoleh, maka strategi marketing akan semakin terarah dan budget marketing yang dibutuhkan juga semakin transparan.

Resources yang Tersedia

Pahami sumber daya yang dimiliki perusahaan, seperti media pemasaran apa saja yang sudah  berjalan dan yang kondisinya stagnan, seberapa besar efektivitas dari media tersebut, apakah perlu ditingkatkan atau dilakukan perbaikan, dan sebagainya. Dengan mengetahui resources yang dimiliki, maka budget marketing sebagian bisa diarahkan untuk meningkatkan media pemasaran yang sudah dimiliki, sehingga tidak perlu membuat media baru yang sejenis.  atau menjadikan media yang sudah ada tersebut.

Baca juga  3 Tempat yang Efektif untuk Memasang Iklan Gratis

Lakukan Evaluasi

Berapapun budget yang dikucurkan serta apapun metode yang digunakan, evaluasi hasil wajib untuk dilakukan, sehingga tidak asal mengira-ngira. Evaluasi dilakukan dengan mensinkronkan antara data-data yang ada dengan kondisi riil yang terjadi di lapangan. Selanjutnya lakukan perbandingan antara hasil yang diperoleh dengan ekspektasi awal.

Demikian beberapa pertimbangan dalam menentukan budget marketing bisnis dengan pendekatan bottom-up. Tidak perlu ragu dalam mengeluarkan anggaran pemasaran berdasarkan hasil dari pendekatan tersebut, karena budget marketing merupakan investasi untuk mendapatkan keuntungan. (*)


aguskurniawan

Emperor