Budaya    , Sejarah   

Halloween, Orang-orangan Sawah & Cerita Seram yang Menyertainya


Halloween, Orang-orangan Sawah & Cerita Seram yang Menyertainya 1

Beberapa hari kemarin, tepatnya tanggal 31 Oktober, adalah hari di mana biasanya oleh beberapa bangsa, terlebih Eropa adalah peringatan hari Halloween. Apakah itu Halloween dan bagaiman sejarahnya?

Dalam budaya barat 31 Oktober selalu diwarnai dengan perayaan spesial, yaitu halloween. Pada momen ini semua kalangan, khususnya anak-anak akan mengenakan topeng dan memakai riasan serta berdandan seseram mungkin. Tapi tahukah Anda bagaimana sebenarnya sejarah Halloween? Mengapa momen ini begitu identik dengan cerita hantu dan seram? Mari kita telusuri sejarahnya.

Ada beberapa teori tentang asal-usul Halloween, satu yang paling populer adalah dari kebudayaan bangsa Celtic di daratan Irlandia. Mereka punya satu tradisi bernama Samhain yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober. Dan mengapa harus 31 Oktober? Menurut kepercayaan penduduk Celtic, hari tersebut adalah hari terakhir dalam musim panas. Mereka akan melakukan upacara khusus untuk meyambut datangnya musim dingin yang identik dengan era kegelapan.

Baca juga  10 Fakta Serangan Pearl Harbor, Salah Satu Pemicu Perang Dunia II

Bangsa Celtic percaya bahwa pada momen ini sekat antara dunia hantu dan dunia manusia mennjadi sangat tipis. Oleh karena itu, mereka akan menggunakan topeng serta atribut seram agar tidak diganggu oleh hantu jahat. Kebiasaan ini akhirnya merambah ke Amerika Serikat seiring migrasi bangsa Irlandia pada periode 1810-an. Tapi kala itu negeri Paman Sam sudah memiliki hari libur keagamaan yang dengan kebetulan juga dirayakan pada setiap tanggal 31 Oktober, namanya adalah All Hallow. Seiring waktu, dua budaya ini terkesan menyatu hingga akhirnya populer dengan nama istilah Halloween.

Salah satu yang tidak pernah terlewat saat Halloween adalah boneka orang-orangan sawah sebagai yang menjadi salah satu maskotnya. Orang-orangan sawah yang sebenarnya untuk menakut-nakuti burung di ladang berkat film Hollywood kini sering diasosiasikan dengan hal yang menyeramkan. Apakah orang-orangan sawah yang bertugas untuk menjaga ladang juga bertugas untuk menakut-nakuti manusia juga? Mari kita telusuri seluk-beluk orang-orangan sawah ini.

Baca juga  4 Tempat Paling Angker Di Jakarta, Tempat Untuk Kalian Uji Nyali

Halloween, Orang-orangan Sawah & Cerita Seram yang Menyertainya 3

Orang-orangan sawah sejatinya digunakan untuk menakut-nakuti hama burung di ladang. namun saat ini, orang-orangan sawah menjadi identik dengan Halloween karna sosoknya yang sering dikonotasikan sebagai penebar rasa takut. Terlebih pada tahun 1941, muncul ikon komik scare crow, garapan komik DC. Tokoh ini adalah tokoh antagonis yang selalu membuat kekacauan dalam komik Batman. Dan tahukan Anda orang-orangan sawah sudah digunakan atau sudah ada sejak tahun masehi dimulai.

Menurut sejarah orang-orangan sawah sudah ada sejak kurang lebih tiga ribu tahun yang lalu diperadaban Mesir Kuno. Di mana pemukiman terbesar berada di sekitar sungai Nil di mana kehidupan pertanian sangat maju di sana. Orang-orangan sawah digunakan untuk membantu ladang gandum dari gangguan burung puyuh yang sering menjadi hama disetiap masa panen. Tekhnik orang-orangan sawah sebagai penjaga ladang, kemudian menyebar di seluruh Eropa. 2500 tahun yang lalu orang-orangan sawah digunakan oleh petani Yunani dan petani Romawi untuk menjaga ladang anggur mereka. Saat itu orang-orangan sawah berbentuk menyerupai Priapus, yang merupakan anak dari Aprodhite.

Baca juga  7 Fakta Hari Kesaktian Pancasila

Dewa Priapus dianggap memiliki rupa yang buruk, sehingga dianggap memiliki tampilan yang cukup untuk menakuti hama burung. Meskipun demikian, Dewa Priapus juga saat itu dipercaya menjadi penjaga kebun dan ternak yang baik.
Jadi seperti itulah sedikit tambahan cerita mengenai orang-orangan sawah yang ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang.

Halloween, Orang-orangan Sawah & Cerita Seram yang Menyertainya 4


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

El-Pedia

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments