Budaya   

Mengenal Balap Burung Merpati, Pelestarian Budaya yang Berhadiah Miliaran Rupiah


Mengenal Balap Burung Merpati, Pelestarian Budaya yang Berhadiah Miliaran Rupiah 1

Kepakan sayap dari burung-burung merpati yang indah dan khas menghiasi langit yang luas. Mereka terbang cepat menjelajahi ruang terbuka di langit untuk kemudian kembali ke darat dan mencapai garis finis dengan waktu sesingkat mungkin. Jika dulu burung merpati diidentikkan sebagai burung pembawa pesan, kini dalam masyarakat kita, burung merpati lebih diidentikkan sebagai burung balap.

Lomba balap burung merpati tak ubahnya lomba balap hewan-hewan lainnya, hanya saja yang menjadikannya keunikan tersendiri adalah seekor betina (pasangannya) yang digunakan sebagai pemancing sang pejantan untuk sampai paling pecat ke garis finis.

Biasanya, sang pemiliklah—yang juga disebut sebagai joki—yang memegang peran untuk membuat sang pejantan kembali ke betina dengan memegangi si betina, tak jarang pula diiringi dengan teriakan unik dari sang joki sembari mengayun-ayunkan si betina.

Lomba balap burung merpati secara garis besar terbagi menjadi dua menurut tata cara perlombaannya, yaitu lomba balap sprint dan balap kolongan.

Balap Sprint

Mengenal Balap Burung Merpati, Pelestarian Budaya yang Berhadiah Miliaran Rupiah 3

Dalam lomba balap sprint, burung merpati jantan dilepaskan dari garis start oleh sang joki, lalu terbang lurus secara horisontal dalam jarak tempuh yang telah ditentukan dan kemudian kembali ke merpati betina yang dipegang oleh sang joki. Burung merpati yang paling cepat kembali kepada jokinyalah yang dinobatkan sebagai juara, dan burung merpati dinyatakan gugur jika ia salah sasaran atau salah mencari pasangan ketika sampai di garis finis.

Baca juga  Beberapa Contoh Orang - Orang Yang Mudah Tertipu Dengan Berita Yang Tidak Benar

Sang joki pun harus berdiri di atas ban atau lingkaran, dan akan didiskualifikasi apabila dirinya keluar dari lingkaran tersebut. Balap sprint memiliki beragam jarak tempuk yang berbeda-beda, seperti dalam lomba balap burung merpati yang diselenggarakan di Jembrana, Bali, yang terbagi dalam tiga kategori jarak tempuh yaitu 500 meter, 700 meter, dan 2000 meter.

 

Balap Kolongan

Mengenal Balap Burung Merpati, Pelestarian Budaya yang Berhadiah Miliaran Rupiah 4

Yang kedua adalah lomba balap kolongan, atau yang biasa disebut dengan balap tinggian. Jika dalam lomba balap sprint burung merpati diharuskan untuk terbang lurus secara horisontal, maka dalam balap kolongan, burung merpati diharuskan untuk terbang tinggi ke atas secara vertikal.

Sistem penilainnya tidak begitu jauh berbeda dengan lomba balap sprint, hanya saja yang membedakan adalah adanya sebuah lubang halang rintang berbentuk kotak seluas 9×9 meter dan harus mendarat mulus tepat di atas bantalan yang telah disediakan. Ukuran penilaian dalam balap kolongan ditentukan tidak hanya dari kecepatan tetapi juga ketangkasan merpati dalam melewati halang rintang.

Baca juga  8 Hal Aneh Seputar Jepang Bagi Orang Asing

 

Hadiah yang Fantastis

Mengenal Balap Burung Merpati, Pelestarian Budaya yang Berhadiah Miliaran Rupiah 5

Lomba balap burung merpati di Nusantara bukanlah sebuah ajang perlombaan yang sepi peminat, terbukti dengan banyaknya perlombaan sepanjang tahun di berbagai daerah di Indonesia. Dalam lomba balap burung kolongan yang digelar oleh Wonotenggang Merpati Club (WMC) di Desa Wonotenggang,  Kendal, Jawa Tengah, diketahui jumlah pecinta burung balap yang ikut serta mencapai 550 peserta. Jumlah itu pun merupakan seleksi dari sebelumnya 690 peserta.

Hadiah dari perlombaan ini pun tidak main-main. Dalam satu perlombaan balap, peserta dapat memperebutkan hadiah total hingga puluhan juta. Jika menjadi juara, sang joki tak jarang mendapatkan hadiah uang yang besar hingga sebuah sepeda motor.

Bukan hanya itu saja, burung merpati yang menjadi langganan juara dapat dihargai puluhan hingga ratusan juta. Bahkan, seekor burung merpati bernama Nadine yang telah menjuarai kompetisi tahunan merpati balap di eropa sebanyak tiga kali berturut-turut, dibeli oleh seorang koletor merpati dengan harga sebesar 400.000 euro atau setara dengan enam miliar rupiah.

 

Melestarikan Budaya Luhur

Mengenal Balap Burung Merpati, Pelestarian Budaya yang Berhadiah Miliaran Rupiah 6

Lomba balap burung merpati dinilai tidak hanya sebagai ajang silaturahmi antar sesama pecinta burung balap, namun juga sebagai ajang melestarikan budaya luhur. Lomba balap burung merpati menjadi tradisi turun temurun nenek moyang kita, karena burung merpati pada masa kerajaan dulu sebagai hewan peliharaan yang memiliki peran besar dalam komunikasi di antara raja-raja.

Baca juga  Perlu Tahu Nih, 9 Etika Makan Aneh dari Seluruh Dunia!

Lomba balap burung merpati memiliki tujuan utama untuk memberikan wadah bagi para pecinta merpati untuk mengaktualisasikan hobinya. Lomba itu juga diselenggarakan untuk menghindari praktek perjudian yang selama ini marak terjadi di kalangan pecinta merpati balap. Dalam perlombaan itu, segala praktek perjudian dilarang, dan jika ada yang ketahuan berjudi akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Menyaksikan burung merpati terbang bebas di angkasa merupakan kepuasan tersendiri bagi pehobi. Memang, dari sudut pandang kesejahteraan hewan, mengadu burung merpati adalah suatu tindakan yang mencoreng kesejahteraan hewan.

Banyak kasus di mana sering kali burung merpati cidera atau bahkan meregang nyawa karena gagal mendarat di garis finis. Namun, kita patut mengapresiasi perlombaan ini, karena merupakan budaya luhur yang dapat menyatukan berbagai macam ras, suku, dan agama dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu kecintaan terhadap balap burung merpati.

Mengenal Balap Burung Merpati, Pelestarian Budaya yang Berhadiah Miliaran Rupiah 7

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

fadhli