Budaya   

Mengenal Budaya Hatsumode, Kunjungan Kuil Awal Tahun di Jepang


Mengenal Budaya Hatsumode, Kunjungan Kuil Awal Tahun di Jepang 1

Tahun baru, resolusi baru, itulah yang mungkin sering didengung-dengungkan oleh masyarakat zaman now ketika menghadapi pergantian tahun. Mulai dari menjadi pribadi yang lebih baik, dapat pekerjaan baru, naik gaji, pacar baru, menikah, jadi kurus dan tentu masih banyak lagi.

Di Indonesia, mungkin kebanyakan dari kita langsung kembali ke rutinitas sehari-hari setelah merayakan malam tahun baru, dan tentunya ada juga yang mengunjungi sanak saudara untuk kembali mempererat silaturahmi keluarga. Namun di Jepang, terdapat sebuah budaya bernama Hatsumode, dimana masyarakat negeri bunga Sakura tersebut mengunjungi kuil-kuil lokal di awal tahun baru.

Hampir semua kuil di Jepang, terutama kuil Shinto, dipenuhi oleh ragam kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Secara umum, mereka datang untuk berdoa dan mengharapkan hal-hal yang mereka ingin capai selama setahun kedepan.

Mengenal Budaya Hatsumode, Kunjungan Kuil Awal Tahun di Jepang 3
via Fun! Japan

Kamu yang gemar menonton Anime mungkin sering melihat trope kunjungan kuil awal tahun ini, dimana para karakternya melemparkan uang, biasanya koin yen, diikuti dengan menepuk tangan dua kali, dilanjutkan dengan berdoa, dan diakhiri dengan membungkukkan badan sebagai tanda hormat. Pada kenyataannya-pun tidak begitu berbeda, masyarakat Jepang beramai-ramai mengantri untuk melakukan hal serupa.

Baca juga  Apa yang Dilakukan 4 Artis JAV Ini Setelah Pensiun ?

Biasanya terdapat juga tali besar yang terhubung dengan sebuah lonceng bersamaan dengan kotak persembahan. Membunyikan lonceng tersebut dianggap sebagai simbol untuk memanggil dewa, dan dipercaya bahwa orang yang membunyikannya akan diberkati dan diajuhkan dari kekuatan jahat.

Mengenal Budaya Hatsumode, Kunjungan Kuil Awal Tahun di Jepang 4
Hyouka (2012)

Satu hal yang tentunya menarik perhatian saat Hatsumode berlangsung adalah cukup banyak orang-orang yang datang mengenakan pakaian Kimono. Walau memang biasanya dikenakan oleh para wanita-wanita agar terlihat lebih menawan, para pria juga seringkali terlihat mengenakannya. Namun agaknya memang terlihat sedikit riweuh ketika mengenakannya di tempat yang cukup ramai.

Selain berdoa, pengunjung juga seringkali membeli jimat keberuntungan baru, dan mengembalikan jimat lama yang nantinya akan dibakar bersamaan di kuil. Hal ini sering disimbolkan untuk tidak terikat dengan masa lalu dan bersiap untuk menghadapi masa yang akan datang.

Baca juga  5 Artis Jepang Non JAV Tercantik

Kemudian ada juga layanan ramalan keberuntungan, dimana orang-orang membayar biasanya 100 yen atau sekitar Rp 12.000 dan mengambil secarik kertas dari beberapa pilihan kotak yang tersedia. Kertas tersebut biasanya berisikan semacam tulisan “beruntung”, “beruntung banget”, “sial”, “sial banget”, diikuti dengan penjelasan dan pengaruhnya terhadap kekayaan, kesehatan dan lain-lain. Tiap kuil biasanya memiliki format yang berbeda-beda.

Jika kamu mendapatkan ramalan sial, sudah menjadi kebiasaan masyarakat Jepang untuk melipatnya dan mengikatnya di sebuah pohon cemara atau tempat yang disediakan oleh kuil. Dimana hal ini sering dianggap agar kesialan tersebut tidak mengikuti orang yang mendapatkannya. Jika mendapatkan ramalam beruntung, orang-orang biasanya akan membawa kertas tersebut pulang, namun tidak sedikit juga yang turut serta mengikatnya di tempat yang disediakan kuil agar efek keberuntungannya tersebut semakin kuat.

Mengenal Budaya Hatsumode, Kunjungan Kuil Awal Tahun di Jepang 5
via All About Japan

Satu kebiasaan lainnya saat mengunjungi kuil saat Hatsumode ataupun pada kunjungan di waktu lainnya adalah dengan membasuh diri dengan air suci. Biasanya tersedia sumur atau tempat air khusus, serta sebuah ciduk untuk mengambil airnya. Prosesnya sendiri adalah dengan membasuh tangan kiri terlebih dahulu, kemudian tangan kanan, tuangkan air ke tangan kiri dan meminumnya untuk berkumur-kumur, kemudian basuh kembali tangan kiri, dan terakhir basuh kembali ciduknya sebelum dikembalikan ke tempatnya.

Baca juga  Pria Asal Jepang Ini Buat USB Unik Dengan Ikan Teri

Kunjungan awal tahun ini tentunya juga sangat terbuka sebagai tujuan wisata para turis. Namun tentunya kuil-kuil tersebut harus kamu perlakukan layaknya mengunjungi tempat-tempat ibadah atau wisata religius seperti di Indonesia. Kamu juga tentunya diperbolehkan untuk mengikuti rangkaian aktivitas kuil yang telah penulis kemukakan sebelumnya.

Seorang YouTuber bernama Paolo fromTOKYO membuat video tentang tata cara saat berkunjung ke kuil-kuil di Jepang. Salah satunya yang agaknya ngena banget untuk turis Indonesia adalah jangan menuangkan air suci dari kuil ke dalam botol minum.

Mengenal Budaya Hatsumode, Kunjungan Kuil Awal Tahun di Jepang 6

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Moonlight