Cerpen   

Antara Dua Pilihan


Antara Dua Pilihan 1

” Mau kemana lagi papah? Bukannya kamu baru saja tiba? Temani aku belanja ya?”

Maria menghadang suaminya di depan pintu kamar dengan wajah cemberut.

“ Mah, maafkan aku, aku harus menemui beberapa tamu dari desa, mereka sedang dalam kesulitan dan aku sudah berjanji akan menemui mereka siang ini, aku janji akan menemanimu belanja besok.”

Harison menjawab dengan lembut sembari mengecup kening istrinya.

“ Rakyat lagi rakyat lagi, kenapa papah harus sibuk mengurusi kehidupan mereka, padahal papah bisa mengutus bawahan papah untuk menemui mereka, mereka sungguh sangat merepotkan dan menyusahkan papah !”

“ Tidak bisa mah, papah sudah berjanji kepada mereka, dan papah harus menepati janji papah, karena mereka juga adalah bagian dari tanggung jawab papah.”

“ Terserah ! silahkan papah pergi kemanapun, pergiii !!!”

Maria berteriak marah, berbalik masuk ke kamar lalu menutup pintu dengan keras.

Harison diam, mengelus dada berusaha sabar kemudian tersenyum.

“ Maafkan papah ya, papah berangkat dulu, jaga dirimu, aku mencintaimu.”

Dengan lembut Harison berkata dibalik pintu kamar.

Istrinya memang sering marah jika Harison selalu bertugas kemanapun, namun ini sudah menjadi kewajiban Harison. Ia mengemban tanggungjawab yang besar. Menjadi pimpinan di sebuah wilayah yang terbilang luas tidaklah mudah, apalagi tanpa dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat.

Meskipun Maria selalu protes namun Harison sangat sabar menghadapinya, ia mengerti mungkin istrinya belum siap untuk selalu ditinggalkan apalagi usia pernikahannya yang belum setahun ditambah lagi mereka belum dikaruniai seorangng anak. Mungkin istrinya merasa kesepian meskipun istrinya juga memiliki banyak kesibukan.

Baca juga  Jangan Samakan Cinta dan Bercinta ya! Nih Bedanya!

Ponsel Harison berdering sejak tadi, sudah belasan panggilan tak tejawab dari istrinya. Setelah selesai rapat bersama para petani ia segera menghubungi istrinya namun ponsel istrinya sudah tak aktif lagi. Ia merasa sedikit khawatir namun tetap bersikap tenang. Dalam perjalanan pulang ia merasa semakin gelisah namun sekuat hati ia berusaha tenang. Sesampainya di rumah Harison bergegas masuk, pintu tak dikunci.

“ Aneh, ini sudah malam tapi mengapa pintu tak dikunci dan tak ada lampu yang dinyalakan?”

Tiba-tiba jantungnya berdebar kencang, ia takut ada hal buruk yang terrjadi dengan istrinya. Segera ia menuju ke kamar sambil memanggil manggil istrinya, namun tak ada jawaban. Ketika ia melewati ruang makan menuju ke kamar tiba-tiba lampu di ruangan itu menyala disaat itu juga terdengar suara istrinya.

“ Selamat malam suamiku, “

Horison sangat terkejut melihat istrinya tampil sangat cantik dalam balutan gaun merah, dan lebih terkejut lagi melihat meja makan dipenuhi aneka makanan lezat dan sebotol anggur. Ia berdiri kebingungan. Maria tersenyum kecil melihat wajah bingung suaminya lalu berjalan mendekati suaminya.

Baca juga  Memakai Masker untuk Kesehatan

“ kenapa pah? Kaget? Ayo sana mandi lalu segera kesini ya, aku tunggu. Jangan lama karena jika lama aku akan marah. “

Harison yang masih terlihat bingung segera bergegas untuk mandi. Maria hanya tersenyum melihat tingkah suaminya. Beberapa saat kemudian Harison keluar kamar. Ia terlihat sudah rapi dan wangi. Segera ia mengambil tempat duduk berhadapan dengan istrinya.

“ sudah pah? Ayo kita makan.” Maria tersenyum menatap suaminya

“ Mah, ada apa ini? Apa ada hal yang aku lupakan? Makan malam yang romantis ini, ”

“sstttttt ayo makan, kita bicara setelah makan ya pah “

Harison diam dan tersenyum. Keduanya menyelesaikan makan malamnya dengan tenang.

Setelah makan Harison membantu istrinya membersekan meja makan.

“ Pah, aku mau bicara, boleh?”

“ Tentu boleh sayang, katakan, aku akan mendengarkanmu.” Jawab Horison sambil menggenggam jemari istrinya dan menatapnya penuh cinta

“ Sebelumnya, maafkan aku atas sikapku tadi ya pah, aku khilaf dan aku menyesal pah.”

“ Aku sudah memaafkanmu sayang, aku sangat memahamimu,katakan apa yang ingin kamu katakan mah.”

“ Pah, apakah papah akan sibuk lagi besok?”

“ Mah, aku tidak bisa memastikan tetapi aku ingin mamah tahu, dengan jabatanku seperti sekarang ini pastinya aku akan sering keluar dan pasti akan sangat sibuk, aku harap mamah bisa mengerti, aku minta maaf karena aku selalu sibuk tetapi ini adalah tanggungjawab dan aku tidak bisa meninggalkan rakyatku berjuang sendirian, aku harus tetap mendampingi mereka, aku sangat yakin mamah perlahan akan mengerti, aku tahu mamah adalah istri yang baik.”

Baca juga  5 Destinasi Wisata Bertema Cinta, Cocok Bagi Kamu Yang Sedang Galau

” Baiklah pah, memang ini tidak mudah tapi aku pasti bisa, tapi bolehkah aku bertanya? Jika aku minta papah memilih, siapakah yang akan papah pilih, aku atau rakyatmu pah?”

Harison terdiam sejenak, ia tersenyum menatap wajah istrinya lalu menjawab

“ Tentu aku memilih rakyatku. “

Seketika wajah Maria berubah, ia terlihat kecewa, ia melepaskan genggaman tangan suaminya lantas berkata

“ jadi rakyatmu lebih penting daripada aku?”

Harison menenangkan istrinya, lalu menjawab

“ Kamu adalah istriku, tetapi kamu juga adalah rakyatku, aku memilih rakyatku artinya aku juga memilih kamu, jangan khawatirkan tentang siapa yang terpenting, aku pastikan sebelum aku membahagiakan rakyatku aku sudah harus melakukannya kepadamu, di dalam keluarga kita, karena untuk melakukan hal besar harus berawal dari hal kecil, agar kita tak lupa bahwa kita menjadi besar dan berhasil itu karena berkat perjuangan kecil dan pengorbanan keluarga dan orang-orang terdekat kita yang hampir tak bisa kita lihat. Ingatlah sayang, aku tak akan pernah lupa, siapapun yang telah membuatku menjadi seperti sekarang. “

 

Antara Dua Pilihan 3


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Emilie Beribe