Cerpen   

Kutukan Iblis Bersayap Malaikat


Kutukan Iblis Bersayap Malaikat 1

Tak ada yang lebih menyakitkan, dari ada, menjadi tiada. Nyatanya, dia hadir di sekitar kita, hidup berdampingan dengan kita. Namun, karena beberapa orang, hadir itu menjadi tiada. Orang-orang pun mulai membicarakan sesuatu hal yang tidak jelas kebenarannya tentang dia. Hanya diam, menanti semua omongan buruk itu menghilang dengan sendirinya. Dan akan dibuktikan dengan pencapaian dan kebanggaan. Dia tak seburuk yang orang-orang pikir. Sebuah jalan menuju pembuktian, dari dia yang keberadaannya sepeti angin.

Cerita ini bukan dongeng, fabel, atau bahkan cerita romantis. Ini adalah cerita, tentang seseorang yang terbuang, beserta pembuktiannya.

…..

Sore hari yang indah di suatu pedesaan, Amerika Serikat. 1931.

“Hei, aku punya 10 sen. Mau es krim?”

“Sungguh? Es krim lagi ? Ini sangat membosankan.”

“Kau mau tidak?”

“Hmm mengingat tawaranmu sayang untukku tolak, baiklah aku mau.”

“Hei! Lihat anak itu! Siapa dia?”
“Kau tidak mengetahuinya? Itu Joey.”

“Joey? Baruku dengar nama itu. Mengapa anak anak selalu menyakitinya?”

“Entahlah, ibuku mengatakan dia anak iblis, atau sesuatu yang jahat. Aku tak begitu mengingatnya”

Selalu ceria, selalu tersenyum, dan tak pernah terlihat marah walau teman temannya menyakitinya, Itulah Joey, anak periang penuh warnanya sendiri. Joey layaknya seperti anak pada umumnya, yang pergi bermain dari siang hingga petang. Walau terkadang teman sebayanya tak pernah menganggapnya ada dan bahkan menyakiti joey, dia hanya tersenyum, ya walau terkadang menangis.

Menurut cerita yang beredar, Joey ditemukan oleh ibu tirinya di dekat pemakaman setempat. Saat itu Angela, ibu tiri Joey bersama Claude, ayah tiri Joey sedang menghadiri pesta pernikahan temannya. Saat diperjalanan pulang, samar samar terdengar suara tangisan bayi di dekat pemakaman setempat. Karena penasaran, Angela turun dari mobil dan langsung mencari sumber suara tersebut. Awalnya Claude melarang Angela, namun ia bersikeras untuk mencari sumber suara tersebut. Akhirnya Angela menemukan suara bayi tersebut dan benar saja, di dalam keranjang berisikan selimut terdapat bayi.

“Ahhh lucunya bayi ini” seraya mengendong Joey kecil.

“Ayolah Angela, kita pergi dari sini. Tinggalkan saja bayi itu.”

“Apa kau bodoh Claude? Bukankah ini yang kita mau?”

“Tapi bukan seperti ini, entah bayi siapa itu yang kau gendong.”

“Anak ini kedinginan, dimana hati nurani kamu Claude!”

“Hmm terserah! Ayo cepat, aku merasa ada mata yang mengawasi di balik nisan tua itu.”

Angela dan Claude berasal dari keluarga yang tersohor di desanya. Ayah Claude merupakan petani jagung yang sukses dan mempunyai lahan yang luas, lalu Claude pun mengikuti jejak orang tuanya sebagai petani. Sementara orang tua Angela merupakan pebisnis yang sukses, dengan investasi lahan dimana-mana. Awal pernikahan mereka terbilang bahagia, karena dengan pernikahan mereka, menyatukan 2 keluarga tersohor yang ada di desanya. Namun hingga 5 tahun pernikahan mereka, tak kunjung dikarunai seorang anak. Dengan adanya Joey kecil, Angela berharap keluarganya akan bahagia.

Baca juga  Mbah Par & Jaga Jarak

Benar saja, 1 tahun kemudian Angela hamil dan terlihat Claude sangat senang mendengarnya. Joey kecil juga sudah bisa berjalan dan ia terlihat sedang lucu lucunya. Siapa sangka, bayi yang Angela temukan di dekat pemakaman setempat akan melengkapi kebahagiaan keluarga kecil ini. Seiring waktu berjalan, anak kedua Angela dan Claude pun lahir.  Bayinya perempuan, mereka memberinya nama Christy. Lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecil ini, dengan adanya sepasang anak laki laki dan perempuan. Angela dan Claude merasa, Joey telah datang membawa kebahagiaan ke keluarga kecilnya.

6 tahun kemudian, Joey memulai hari pertamanya di sekolah dasar. Angela terlihat bersemangat untuk mengantar Joey ke sekolah. Harusnya Claude ikut mengantar, namun ia tidak bisa karena harus pergi untuk urusan bisnis. Ditengah perjalanan, sebuah truk pengangkut jagung terlihat hilang kendali dan seketika menabrak mobil Angela. Mobil Angela pun hancur tak berbentuk.

Kejadian itu menewaskan Angela. Sang supir truk tersebut pun kabur entah kemana. Namun anehnya, Joey tidak mengalami luka sedikit pun. Claude yang mengetahui kejadian ini pun merasa terpukul. Seketika perilakunya berubah jadi lebih keras terhadap Joey. Tak lama setelah kematian istrinya, ladang jagung Claude gagal panen. Kebakaran lahan yang membuat ladang jagung Claude gagal panen. Claude merasa janggal, sepertinya ada yang sengaja membakar lahan tersebut.

Hidup Claude semakin hancur, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Orang orang yang mengetahui kejadian ini segera mengaitkan hal ini dengan hal hal mistis. Karena saat kejadian yang menewaskan Angela, Joey terlihat baik baik saja tanpa luka sedikit pun. Banyak yang mengatakan Joey merupakan anak iblis, dan membawa kutukan ke keluarga ini. Segera rumor itu cepat menyebar dan Claude sangat depresi dengan situasi ini. Setiap malam selalu terdengar suara tangis Joey dan amarah dari Claude yang melampiaskan kemarahannya ke Joey. Apa Joey menyerah menjalani hidup? Tentu tidak. Walau Joey harus melewati hari dengan tangisan dan air mata karena tak ada yang ingin berteman dengannya semenjak kejadian itu.

Baca juga  Beberapa Rintangan Besar dalam Menulis & Cara Mengatasinya

Waktu berlalu, Joey pun tumbuh jadi pemuda yang kuat. Tingginya 180cm dan badannya tinggi tegap. Semua perlakuan ayahnya dulu yang membuatnya kuat. Ia ingin membuktikan bahwa ia bukan anak yang membawa kutukan iblis, seperti yang orang lain bicarakan. Hari itu, hari kelulusan Joey. Dia sudah lulus SMA dan saat itu usianya 18 tahun. Apa ada yang spesial ? Oh tentu tidak.

Bahkan Joey hanya berjalan kaki saat pulang ke rumahnya. Saat di perjalanan pulang, ia menemukan secarik poster yang berisikan propaganda tentang Perang Dunia II dan ajakan untuk bergabung menjadi tentara. Cukup lama Joey melihat poster itu sampai akhirnya hati Joey terpanggil untuk menjadi tentara. Setidaknya, ia bisa lebih berguna untuk negara dan orang lain.

Dari kejauhan, Joey melihat seseorang yang merintih kesakitan. Nampaknya ada seseorang yang terjatuh dari sepeda. Joey segera menolong orang tersebut dan ternyata seorang wanita.

“Hei, kau tak apa?”

“Aku terjatuh dari sepeda, ada mobil yang melintas saat aku ingin berbelok. Ban belakangku tertabrak dan aku terlempar”

“Lukamu cukup parah, sepertinya saat kau terlempar, lenganmu mengenai sesuatu yang tajam.”

“Sepertinya mengenai pecahan botol kaca disana”

“Lukamu harus di beri turniket, agar darahnya berhenti mengalir. Aku akan menggunakan ikat pinggangku sebagai turniket” (Turniket : alat medis yang digunakan untuk menghambat pendarahan pada luka terbuka)

Segera Joey mencari pertolongan ke setiap mobil yang lewat, namun tak ada yang memperdulikan mereka. Sampai akhirnya ada mobil tua yang berhenti, terlihat seorang pria paruh baya yang mengemudikannya. Saat tiba di rumah sakit, Joey segera memanggil perawat untuk menolong wanita itu.

“Terima kasih sudah menolongku. Siapa namamu?”

“Namaku Joey, kamu?”

“Aku Allison.”

“Apa kita akan bertemu lagi ?”

“Entahlah, hanya waktu yang punya jawabannya.”

Setelah pulang dari rumah sakit, Joey segera mempersiapkan diri untuk pergi mendaftar jadi tentara. Tekadnya sudah bulat, untuk membantu negaranya berperang. Esok harinya, ia berpamitan kepada ayah tirinya. Claude terlihat cuek dan tak memperdulikannya. Hanya Christy yang terlihat sedih harus ditinggalkan kakak tirinya. Senyum semangat Joey terlihat saat bis Angkatan Darat menjemputnya. Namun, jauh dilubuk hatinya ia merindukan Angela, ibu tirinya.

Cukup berat bagi Joey meninggalkan kampung halamannya dimana ia tumbuh dan besar, walau harus mengisi hari dengan  berlinang air mata.  Sesampainya di Barak, Joey segera melapor ke piket dan petugas piket mengantarkan Joey ke ruangan asramanya. Joey cukup senang, disini ia banyak dapat teman baru yang tidak mengetahui asal usul Joey. Kurang lebih selama 6 bulan Joey berlatih di dalam barak. Latihan fisik, latihan menembak, dan semua latihan yang membuat Joey makin kuat serta percaya diri. Melihat Joey saat itu, bahkan tak ada yang menyangka dia punya masa lalu yang kelam.

Baca juga  Menulis Adalah Sarana Pembebasan Terbaik

Selama di barak, Joey tak banyak berkomunikasi dengan teman temannya. Bahkan ia tak terlihat dekat dengan siapa-siapa. Karena memang Joey sendiri sebenarnya anak yang pendiam. Setelah pelatihan selama 6 bulan yang cukup melelahkan, Joey bersama dengan yang lainnya pergi berperang. Saat itulah kesempatan Joey membuktikan ke orang orang, dia bukanlah pembawa sial yang selama ini dituduhkan kepadanya.

Joey diberangkatkan ke Jerman, ke negara musuh yang sudah diambang kekalahan. Tidak ada waktu istirahat, setelah sampai di Pos Angkatan Darat disana, Joey segera melapor, dan langsung turun ke medan perang, membantu pasukan yang terlebih dulu sudah maju di garis depan. Awalnya Joey sangat gugup, bahkan takut. Ia takut untuk maju ke medan perang. Tapi Joey tidak hanya diam, Joey menuangkan kebencian terhadap ayah tirinya saat berperang. Seperti sudah tau strateginya, Joey membantai habis tentara Jerman dengan menggunakan senjata Thompson miliknya tanpa tersisa.

Dan itu membuat tentara Jerman mundur dan Pasukan Amerika dapat merebut wilayah tersebut. Kehadiran dan keberanian Joey membuat Pasukan Amerika menang hari itu. Karir Joey cepat naik semenjak itu, bahkan dalam jangka waktu beberapa bulan ia sudah menjadi Kopral. Beberapa pertempuran sudah Joey lewati dan hampir keseluruhan dari perang itu dapat dimenangkan oleh Joey beserta pasukan.

Suatu hari, Joey sedang berpatroli bersama 2 rekannya. Tiba-tiba pasukan tentara Jerman yang telah bersembunyi, keluar menembak 2 rekan Joey hingga tewas. Joey terkejut, segera ia lari meminta bantuan. Saat ia lari, tentara Jerman menembak punggungnya dan anehnya Joey tidak merasakan sakit, hanya jatuh kemudian bangkit lagi. Joey dikejar oleh puluhan tentara Jerman. Joey tak kunjung menemukan bantuan, dan ia sepertinya malah masuk ke wilayah musuh sendirian.

Joey sempat melakukan perlawanan tapi tiada guna, karena amunisi yang ia bawa sedikit. Joey kembali lari, berusaha mencari bantuan. Tapi tak kunjung menemukan bantuan. Sialnya, Joey menemukan jalan buntu. Joey terdesak, seluruh pasukan Jerman mengepungnya. Joey berdoa, supaya Tuhan menyelamatkannya. Namun, sungguh malang nasib Joey. Tanpa ampun, Joey pun diberondong peluru oleh puluhan tentara Jerman. Joey pun jatuh tersungkur ke tanah.

Kutukan Iblis Bersayap Malaikat 3


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Muhammad Zaki

   

Penulis amatir.

Berusaha untuk tidak jadi bokap-bokap biasa.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments