Cerpen   

Seorang Gadis Misterius yang Menari Jaipong


Seorang Gadis Misterius yang Menari Jaipong 1

Di bawah teriknya sinar mentari, berjalan seorang anak laki-laki berpakaian seragam rapih beserta dasi dan ikat pinggangnya. Beberapa murid turun dari mobil mewah nya. Menggendong tas ransel yang bermerk mahal. Bersepatu mahal dan asesoris mahal lainnya.  Aku berjalan melewati pagar tinggi berwarna putih ke hijau-hijauan, melewati lapangan basket, dan terakhir menaiki anak tangga untuk sampai di sebuah kelas yang bernama “X IPS 1”. Ya, itulah nama kelas baru ku. Sekolah baru, teman-teman baru, serba baru.

Seorang Gadis Misterius yang Menari Jaipong 3

Aku perhatikan papan nama kelas yang tercantum di atas pintu berwarna putih itu. Hembusan nafas panjang keluar dari bibir ku. Ada sedikit rasa gelisah di dalam tubuh ku. Sepertinya, semua orang pasti merasakannya ketika mereka menjalani hari pertama di sekolah baru. Perlahan tapi pasti, ku putar kenop pintu berwarna putih itu. 

Hening. Begitulah isi kelas ini. Mata ku menyusuri kelas, mencari bangku kosong untuk ditempati. Di pojok kelas duduk seorang gadis cantik yang tengah memainkan rambutnya yang panjang berkilau bak gadis iklan shampoo di tv. Sepertinya itu tempat terakhir yang ada di kelas ini. Dengan berat hati aku menghampiri gadis itu dan duduk di kursi sebelahnya. Tidak lama kemudian, Guru Sejarah masuk ke dalam kelas dan duduk di tempatnya seraya merapihkan buku-buku yang dibawa nya.

“Minggu besok, kita akan mengunjungi sebuah Museum yang letaknya tidak jauh dari sini dan kita akan mempelajari beberapa peninggalan bersejarah yang ada di sana. Jadi saya harap semua bisa datang.” Seketika kelas menjadi gaduh. Beberapa dari mereka sibuk membicarakan hal tersebut dengan teman sebangku nya. Ada yang memainkan handphone nya. Ada juga yang acuh dengan ucapan guru tersebut. “Dan sekarang buka buku hal 55.”

Beberapa murid mulai keluar kelas untuk beristirahat. Gadis yang berada di samping ku tidak bergeming sedikit pun. Ku ambil buku sketsa kesayanganku dan sebuah pensil. Aku berjalan keluar melihat keadaan sekitar yang tidak terlalu padat. Seketika aku melihat gadis tadi sudah duduk di bangku yang tidak jauh dari tempat ku berdiri saat ini. Akhirnya ku putuskan untuk menggambarnya. Saat aku ingin menggambarnya, tiba-tiba dia menghilang begitu saja.

Baca juga  7 Museum Terbaik yang Bisa Kamu Kunjungi di London, Keren Abis!

***

Pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung di perpustakaan. Bukannya memperhatikan, aku malah menggambar suasana perpustakaan. Dan, hari ini aku tidak melihat gadis itu. Mungkin dia sakit atau ada keperluan keluarga.

***

Seorang Gadis Misterius yang Menari Jaipong 4

Hari itu pun tiba. Kami semua baru sampai di depan Museum yang disebut-sebut Guru Sejarah pada hari pertama aku masuk. Aku merasa heran dengan melihat jumlah murid yang tidak sebanyak murid di dalam kelas seperti biasanya. Hanya beberapa saja yang datang. Kami pun melewati gerbang yang bisa dibilang tidak terlalu besar dan tinggi. Seketika, suasana menjadi sejuk dan tenang. Pohon-pohon tertata rapih membentuk sebuah jalan menuju Museum tersebut. “wow” hanya itu yang bisa kami ucapkan saat ini. 

Di tengah tour ada seorang Guide yang tengah menjelaskan beberapa benda yang ada di sini. Hanya beberapa murid yang memperhatikan. Sisa nya sibuk mengobrol atau terlalu asyik dengan gadget yang ada di tangan mereka. Entah mengapa aku memutuskan untuk pisah dari rombongan secara diam-diam. Ku perhatikan struktur bangunan Museum ini dengan seksama. Ku keluarkan kamera digital ku yang sedari tadi ku simpan di dalam tas ransel ku. Mengabadikan beberapa objek yang menurut ku menarik untuk di foto. 

Saat aku hendak membidik salah satu objek. Aku melihat gadis itu tengah berdiri memperhatikan patung yang berada terletak tepat di tengah kebun belakang Museum ini. Rasa penasaran membuat ku menghampiri gadis itu. “Hey! Kita belum pernah kenalan kan? Nama gue Tama Nirwandar. Nama lo siapa?” tanya ku memberanikan diri berkenalan dengan gadis itu. Tangan kanan nya meraba tulisan yang bertuliskan “Ganesha” yang menandakan kalau patung tersebut bernama Ganesha. Bukannya menjawab pertanyaan ku dia pergi menjauh.

Baca juga  5 Point Penting Dari Contoh Surat Izin Tidak Masuk Sekolah

***

Pelajaran olahraga di mulai dengan pemanasan mengitari lapangan basket sebanyak 10x. Selesai pemanasan Guru Olahraga memanggil ku. “Bisa tolong ambilkan bola basket yang ada di gudang dekat kelas kita?.” “Baik pak!.” Jawabku menuruti permintaannya.

Seorang Gadis Misterius yang Menari Jaipong 5

Aku berjalan menaiki anak tangga dan masuk kearah gudang yang di maksud guru itu. Ketika hendak meninggalkan gudang, samar-samar terdengar suara gamelan di mainkan. Penasaran membuat ku mencari sumber suara gamelan tersebut. Ternyata, suara gamelan itu berasal dari dalam aula yang letaknya tidak jauh dari gudang tadi. Ku putar kenop secara perlahan. 

Seorang gadis tengah menari Jaipong dengan lincahnya. Ku amati gadis itu seksama. Tiba-tiba, gadis itu berhenti menari dan melirik ke arah kaca. Terkejut bukan main. Aku segera meninggalkan aula dan kembali ke lapangan.

Entah mengapa. Kejadian tadi terus berputar di otak ku bak sebuah proyektor yang sedang memutarkan film di bioskop. Aku tengah tiduran di kasur kamar ku. Memperhatikan langit-langit kamar. Mata ku pun terpejam. Terasa seperti tertarik ke beberapa puluh tahun yang lalu.

Seorang gadis tengah menggambar sesuatu dengan asyiknya di dalam kelas. Dan tidak lama bel tanda masuk pun berbunyi. Di tutup nya buku skesta tersebut dan terpampang “Ganesha” di tengah buku skesta itu. Dia duduk sendirian tepat di pojok belakang. Siswa atau siswi lainnya seperti enggan bermain atau hanya sekedar meliriknya saja.

Pada suatu hari gadis itu selesai latihan menari Jaipong di aula Sekolah, ia pulang dengan sendirinya. Tetapi tiba-tiba sebuah pisau tajam menembus perut nya. Darah pun mulai mengalir dan dia tidak sadarkan diri.

Baca juga  Bukan Salah Mama

***

Istirahat tiba. Aku teringat tentang mimpi semalam. Aku beranjak pergi, namun mataku tertuju buku kecil yang tergeletak di bawah tempat duduk samping nya. Bergegas ku ambil buku itu. Betapa terkejut nya saat aku mengigat kalau itu buku yang dimiliki gadis semalam dalam mimpinya.

Halaman demi halaman. Banyak sekali sketsa yang ada di buku ini. Sketsa yang bisa dibilang sangat bagus dan unik. Dan pada akhirnya buku ini mencapai halaman terakhirnya, tertempel sebuah foto seorang gadis dengan rambut terurai panjang dengan senyum penuh bangga memakai baju kebaya yang sama seperti ku lihat di Aula beberapa hari yang lalu.

Ada tulisan dibalik foto itu. Penasaran pun menghampiri ku lagi. Ku baca dengan seksama dan hati-hati. Takut-takut ada kata-kata yang tidak dimengerti.

“Bertahun-tahun sudah aku disini. Tapi semua belum berubah. Anak muda sekarang banyak yang tidak mengenali budaya-budaya yang ada di Indonesia. Mereka lebih memilih mengenal budaya barat dibandingkan dengan budaya mereka sendiri. Aku kecewa melihatnya. Sangat kecewa. Aku memang bukan asli anak Indonesia, tapi aku ingin membanggakan negara ini. Negara yang punya berbagai macam budaya dan mengakui kepada dunia. Inilah negara ku. Tuhan, tolong bukakanlah mata mereka. Hati mereka. Sadarkanlah mereka Tuhan! Bahwa negara ini sedang dijajah. Kenapa siapapun tidak bisa mengerti? Siapapun yang bisa mendengar isak tangisku. Siapapun yang merasakan hal yang sama seperti ku! Tolong! Tolong jaga dan lestarikan budaya negara ini.”

Ku tutup buku itu. Bingung dengan semua ini. Segala sesuatu yang terjadi belakangan hari ini. Kejadian-kejadian sejak hari pertama ku masuk Sekolah ini. Ku pejamkan mataku untuk menenangkan diri. Dan, munculah sosok gadis itu dengan mata coklat terang tersenyum kepada ku.

Seorang Gadis Misterius yang Menari Jaipong 6


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Puput Raja

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments