Food   

Mengenal Beras Hitam dengan Manfaatnya yang Melimpah

7 menit


Mengenal Beras Hitam dengan Manfaatnya yang Melimpah 1

Hingga kini masih belum banyak yang tahu bahwa jenis padi/beras yang tumbuh dan dikonsumi masyarakat Indonesia sejak dahulu kala, tidak hanya beras putih saja, tapi juga beras merah dan beras hitam. Kedua jenis beras yang terakhir tersebut, jarang ditemui karena jarang ada yang menjual disebabkan karena harganya yang mencapai 2 – 3 kali lipat dari beras putih.

Mahalnya harga beras merah dan beras hitam tersebut, selain disebabkan karena proses budidayanya butuh waktu lebih lama dengan perawatan yang lebih intensif karena menggunakan sistem bercocoktanam organik, juga karena nutrisi yang dikandungnya lebih kaya akan jenis dan kualitas.

Terlebih beras hitam yang dipercaya mampu memberikan imunitas atau kekebalan terhadap tubuh, memiliki fungsi detoksifikasi untuk mengeluarkan racun, dapat menjadi penyeimbang sistem metabolisme, dan berbagai manfaat lainnya, disamping juga rasanya yang lezat dengan aroma memikat.

Bukti kalau beras hitam telah dikenal lama di Indonesia, adalah banyaknya sebutan untuk beras hitam yang masing-masing daerah tidak sama. Di Surakarta atau Solo beras hitam dikenal dengan nama Beras Wulung, di Sleman dikenal dengan nama Beras Cempo Ireng atau Beras Jlitheng, di Subang Jawa Barat dinamakan Beras Gadog, di Bantul bernama Beras Melik, dan masih banyak lagi sebutan lainnya, karena beras hitam tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

 

Perbedaan Beras Putih, Beras Merah, & Beras Hitam

Mengenal Beras Hitam dengan Manfaatnya yang Melimpah

Definisi dari beras secara sederhana adalah gabah atau butiran padi yang telah terpisah dari kulitnya (sekam). Sekitar 80 – 85% bagian beras didominasi oleh kandungan pati, selebihnya adalah air, mineral, serta protein.  Pati yang terkandung di dalam beras terbagi menjadi dua kelompok, yakni pati dengan struktur bercabang (amilopektin) dan pati dengan struktur tidak bercabang (amilosa).

Berdasarkan jenisnya, beras terbagi atas 3 jenis, yakni beras putih, beras merah, dan beras hitam. Ketiganya tidak hanya berbeda dari sisi warna, tapi juga memiliki perbedaan dari nuitrisi yang dikandungnya.

 

Beras Putih (Oryza Sativa)

Beras Putih

Beras putih yang paling banyak dikonsumsi ini memiliki warna agak transparan disebabkan sedikitnya kandungan aleuron, dengan kandungan amilosa sekitar 20%.

Nutrisi yang terdapat pada 100 gram beras putih terdiri atas: 10,46 gr air, 370 kcal energi, 6,81 gr protein, 0,55 gr lemak, 2,8 gr serat, 81,68 gr karbohidrat, 11 mg kalsium, 23 mg magnesium, 71 mg phosphor, 1,6 mg besi, 2,145 mg niacin, 0,18 mg thiamin, 0,055 mg riboflavin, 0,107 mg folate, 0,079 gr tryptophan, 0,244 gr threonine, 0,294 gr isoleucine, 0,563 gr leucine, 0,14 gr cytine, 0,246 gr lysine, 0,14 gr cystine, 0,111 gr asam lemak jenuh, 7 mcg vitamin B-12, dan 0,824 mg vitamin B-6.

 

Beras Merah (Oryza Glaberrima)

Beras Merah

Beras merah (brown rice) merupakan beras setengah giling atau tidak digiling sehingga butirannya utuh. Rasa beras merah sedikit menyerupai rasa kacang dengan bentuk yang lebih kenyal dibanding beras putih.

Baca juga  5 Makanan Menjijikkan Tapi Banyak Yang Suka

Nasi dari beras merah cenderung lebih cepat basi, namun lebih bernutrisi, karena mengandung magnesium yang lebih banyak, kaya akan kandungan asam lemak, fiber, GABA (Gamma Aminobutryc Acid), dan sumber mineral mangan.

Selain itu beras merah juga kaya akan kandungan vitamin, mengandung selenium yang bermanfaat untuk mencegah kanker, serta memiliki nilai energi yang lebih besar dibanding beras putih.

 

Beras Hitam (Oryza Sativa L. Indica)

Beras Hitam

Diantara semua jenis beras, tidak ada yang memiliki kandungan nutrisi melebihi beras hitam. Menurut sejumlah riset,  pigmen yang membuat beras berwarna hitam kaya akan materi aktif flavonoid untuk mencegah pengerasan pembuluh nadi dengan kadar mencapai lima kali lipat dibandingkan beras putih.

Begitu juga dengan kadar vitamin, asam amino, mikroelemen, serat makanan (dietary fiber), serta kandungan nutrisi yang lain, semuanya melebihi beras putih, sehingga beras hitam tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan tapi juga sebagai obat.

 

Kandungan Nutrisi Beras Hitam

Bukan sesuatu yang berlebihan jika konon dahulu beras hitam hanya boleh dikonsumsi oleh keluarga kerajaan, bahkan di China beras hitam disebut beras terlarang atau “forbidden rice” karena hanya boleh dimakan Kaisar dan keluarganya. Hal tersebut disebabkan karena beras hitam tidak hanya berfungsi sebagai bahan pangan, tapi juga meningkatkan vitalitas tubuh serta sebagai obat, berkat nutria yang dikandungnya.

Kandungan Nutrisi Beras Hitam

Beberapa jenis nutrisi yang terkandung pada beras hitam tersebut diantaranya adalah:

Antioksidan

Pigmen flavonoid yang memberi warna hitam pada beras merupakan antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan. Pigmen yang sama juga dapat ditemukan pada beberapa jenis buah, seperti: raspberry, blackberry, dhuwet, cherry, serta beberapa jenis buah lainnya. Kandungan antosianin  sendiri menurut hasil penelitian dapat mengobati diabetes, penyakit jantung, Alzheimer, juga kanker.

Zat Besi

Zat besi (mangan) yang terdapat pada beras hitam juga merupakan antioksidan yang baik sebagai penangkal radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh karena proses oksidasi.

Zinc

Mineral zinc pada beras hitam selain berfungsi melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan, juga dapat mempercepat sembuhnya luka.

Vitamin B-6

Besarnya kandungan vitamin B-6 pada beras hitam, membuat 23% dari kebutuhan total tubuh terhadap vitamin ini tercukupi dengan hanya 1 porsi beras hitam.

Karbohidrat Kompleks

Kandungan Nutrisi Beras Hitam

Kandungan nutrisi karbohidrat kompleks pada beras hitam terdiri atas: pati 75,5%, amilopektin 51,5%, amilosa 22,9%, antosianin 393,9 ppm, dan betakaroten 804 mg/100 gr. Dengan karbohidrat kompleks tersebut seseorang dapat merasa kenyang hingga berjam-jam meski makanan yang dikonsumsi kurang 320 kalori perhari.

Rendah Kalori

Dibanding jenis beras yang lain, kandungan kalori pada beras hitam paling kecil, yakni 351 kcal, sementara beras merah 352 kcal, dan beras putih 357 kcal.

Serat

Beras hitam mengandung 20,1 gram serat per 100 gram beras. Kadar serat ini jauh lebih besar dibanding jenis beras yang lain, karena beras merah hanya mengandung 0,8 gram sedang beras putih 0,2 gram serat.

 

Manfaat Beras Hitam bagi Tubuh

Dengan kandungan nutrisi yang begitu beragam serta kadar yang lebih melimpah dibanding kedua jenis beras yang lain, berbagai manfaatpun bisa didapat dengan mengkonsumsi beras hitam secara rutin. Beberapa manfaat beras hitam bagi kesehatan tubuh, diantaranya adalah:

Baca juga  8 Masakan Lokal yang Lezat dari Bangka Belitung

Membantu Pertumbuhan Bayi

Manfaat Beras Hitam untuk Bayi

Kesehatan bayi sangat ditentukan oleh asupan makanannya. Dengan beragam zat penting dan tingginya kandungan gizi yang ada pada beras hitam, membuat pertumbuhan bayi akan lebih maksimal. Beberapa manfaat dari beras hitam untuk membantu pertumbuhan bayi, diantaranya adalah:

  • Membantu pembentukan energi pada sel tubuh bayi, karena beras hitam mengandung vitamin B-1, B-6, dan B-12 dengan kadar yang cukup tinggi.
  • Mineral pada beras hitam sangat baik untuk membantu pertumbuhan gigi, otot, tulang, serta rambut bayi.
  • Kadar serat beras hitam yang tinggi sangat baik untuk memelihara alat pencernaan bayi.
  • Asupan zat besi yang dibutuhkan bayi akan terpenuhi, karena besarnya kandungan zat besi pada beras hitam.
  • Perkembangan otak, jaringan syaraf, serta jantung bayi dapat lebih optimal berkat kandungan zat tamin yang terdapat pada beras hitam.
  • Zat posphor pada beras hitam sangat efektif untuk mendorong pertumbuhan sistem rangka bayi.
  • Pola tidur bayi akan lebih teratur dengan mengonsumsi beras hitam, karena pada beras hitam terdapat zat tepung yang dapat meningkatkan serotonin pada jaringan otak, dan serotonin itu sendiri memiliki peran penting dalam mengatur tingkat kantuk seseorang termasuk bayi.
  • Bayi tidak mudah lapar sehingga tidurnya lebih pulas karena zat gula pada beras hitam lebih stabil sehingga membuat perut tidak mudah lapar.

Membantu Diet

Diet Beras Hitam

Bagi mereka yang sedang menjalani diet, baik karena alasan kesehatan maupun kecantikan, ada baiknya mengkonsumsi beras hitam, karena berbagai alasan berikut ini:

  • Karbohidrat kompleks yang terkandung pada beras hitam akan membuat perut tidak mudah lapar, sehingga tidak tergoda untuk mengkonsumsi makanan lain yang menjadi pantangan.
  • Kandungan serat yang cukup tinggi pada beras hitam, akan sangat membantu kinerja sistem pencernaan, sekaligus memelihara kesehatan pencernaan.
  • Dengan tingkat Glycemix Indek yang rendah pada beras hitam, membuat produksi insulin dan kadar gula senantiasa terjaga disaat menjalankan diet.
  • Besarnya kandungan zat besi (mangan) pada beras hitam membuat energi tubuh senantiasa tercukupi meski sedang menjalankan diet. Selain itu mangan juga dapat membuat daya tahan tubuh meningkat serta memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
  • Terbatasnya jenis makanan yang dikonsumsi disaat menjalankan diet, tidak akan mempengaruhi fungsi tubuh jika mengkonsumsi beras hitam, termasuk dalam menjaga sistem imun dan mempercepat penyembuhan luka, karena pada beras hitam terkandung zinc yang melimpah.
  • Kebutuhan tubuh selama menjalankan diet akan vitamin B-6 untuk membentuk hormon serotonin (hormon untuk mengatur mood), dan untuk membantu proses pembentukan sel-sel DNA dan sel-sel darah merah, dapat tercukupi dengan beras hitam, karena seporsi beras hitam mengandung 23% kebutuhan harian tubuh akan vitamin B-6.
  • Salah satu tujuan dari diet adalah untuk menurunkan berat badan, oleh sebab itu beras hitam adalah asupan yang terbaik karena mengandung minyak yang berfungsi untuk meminimnalisir kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan kadar kolesterol baik

Menstabilkan Gula Darah Penderita Diabetes

Manfaat Beras Hitam Cegah gula darah

Beras hitam sangat baik untuk dikonsumsi penderita diabetes atau kencing manis, karena memiliki khasiat dalam meningkatkan metabolisme tubuh.

Dengan mengkonsumsi beras hitam, pelepasan gula ke dalam aliran darah bisa diminimalisir, bahkan dapat dicegah, karena beras hitam memiliki kemampuan dalam meningkatkan pemanfaatan gula sebagai sumber energi.

Mencegah Kanker

Tingginya kandungan antosianin pada beras hitam sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit kanker, karena antosianin merupakan antioksidan yang sangat kuat, dan zat antioksidan sendiri berperan aktif dalam mencegah serangan kanker.

Baca juga  15 Makanan Khas Kalimantan Timur yang Enak & Unik

Mencegah Penyakit Jantung

Manfaat Beras Hitam, Cegah Penyakit jantung

Serat tinggi yang terkandung pada beras hitam cukup efektif untuk mencegah penyakit jantung, karena semua makanan yang berkadar serat tinggi memiliki peran dalam memelihara kesehatan jantung.

Menyembuhkan Anemia

Penderita anemia dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi beras hitam secara rutin, karena tingginya kandungan zat besi pada beras hitam yang mencapai 15,22 ppm. Zat besi sendiri adalah unsur penting pembentuk darah (hemoglobin), sehingga makanan yang kadar zat besinya cukup tinggi sangat dianjurkan untuk dikonsumsi penderita anemia.

Anti Aging

Antioksidan memiliki peran aktif dalam memperbaiki sel-sel yang rusak, dan dengan cepatnya pertumbuhan sel-sel baru pada tubuh, maka tubuhdapat lebih cepat memperbaiki diri, sehingga membuat seseorang terlihat lebih bugar, lebih sehat, dan lebih mudah. Disinilah beras hitam berperan, karena beras hitam memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi.

 

Budidaya Beras Hitam Secara Organik

Budidaya Beras Hitam

Karena beras hitam dikonsumsi tidak hanya dengan maksud sebagai bahan pangan, tapi juga untuk kebugaran tubuh dan untuk dijadikan obat, maka sistem pembudidayaanya sudah barang tentu harus dilakukan secara organik, dengan maksud agart terhindar dari kontaminasi zat-zat kimia yang berdampak negatif bagi tubuh.

Pembudidayaan beras hitam secara organik, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan budidaya beras putih sebagaimana yang dilakukan para petani pada umumnya. Namun, terdapat beberapa hal yang membedakan, yaitu:

  • Penanaman padi hitam dilakukan di tanah yang ramah lingkungan dan pada umumnya ditanam di daerah yang memiliki udara dingin.
  • Keseluruhan proses tanam, mulai dari pembibitan, penanaman, perawatan hingga waktunya panen, sama sekali tidak menggunakan pestisida kimia dan pupuk yang digunakan adalah pupuk organik, baik kompos, pupuk kandang, maupun pupuk hijauan.
  • Sebelum ditanam, benih padi hitam sebaiknya direndam ke dalam pupuk organik cair, guna menghasilkan bibit unggul yang berkualitas.
  • Menebarkan pupuk organik majemuk lengkap pada persemaian, pada saat sebelum penanaman benih, setelah pembajakan awal dan sebelum dilakukan pembajakan kedua.

Budidaya Beras Hitam

  • Saat menabur benih pada bidang persemaian, jangan terlalu rapat, agar benih padi hitam dapat tumbuh dengan subur.
  • Gunakan pola tanam Jajar Legowo, yakni pola tanam yang memberi ruang bagi tanaman untuk memperoleh sinar matahari yang cukup dan dengan jarak tanam 25 x 15 x 50 cm. Barisan tanaman padi harus mentghadap arah terbit dan terbenamnya matahari untuk memaksimalkan tanaman dalam memperoleh sinar matahari.
  • Agar mendapatkan hasil maksimal, gunakan sistem SRI (System Rice Intenfication) yaitu penanaman dengan memakai padi tanam satu batang.
  • Agar tanaman padi hitam tidak mudah rebah, manfaatkan jerami dari sisa panen sebelumnya. Caranya dengan melapukkan jerami tersebut, kemudian menempatkannya di sawah, tepatnya di bagian lahan kosong yang ada diantara tanaman padi.

Dibandingkan dengan padi biasa (padi beras putih), padi hitam memang butuh waktu yang lebih panjang dalam proses pembudidayaannya. Pada umumnya butuh waktu sekitar 200 hari, namun ada juga beberapa varietas padi hitam yang hanya butuh waktu 100 hari sejak masa pembenihan hingga  masa panen.

Namun, lamanya waktu pembudidayaan tersebut akan segera tertebus begitu tiba masa panen, karena harga jual padi hitam bisa 2 – 3 lipat lebih mahal dibandingkan padi biasa.

Mengenal Beras Hitam dengan Manfaatnya yang Melimpah 3

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

aguskurniawan

Legend