Hewan    , Opini   

Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini?

Yuk Kita Jaga Orang Utan Dari Sekarang!3 menit


Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini? 1

Kali ini penulis ingin sedikit mengutarakan beberapa opini terkait eksistensi orang hutan di tengah-tengah kehidupan kita saat ini. Hal ini saya rasa penting untuk disampaikan, mengingat betapa terancamnya populasi orang utan saat ini, khususnya di Indonesia.

Dengan adanya tulisan ini, penulis berharap kepedulian kita terhadap orang utan kembali tumbuh, untuk lebih memperhatikan, menjaga, serta mengambil peran dalam keberlangsungan hidup spesies endemik yang satu ini.

Mengenal Sekilas Tentang Orang Utan

Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini? 3

Mungkin kita telah sama-sama mengetahui, orang utan adalah salah satu spesies endemik yang terdapat di beberapa wilayah Indonesia dan Malaysia. Jumlahnya yang kian menurun telah menjadikan hewan ini masuk ke dalam kategori satwa langka yang harus dilindungi. Di Indonesia, habitat asli hewan ini terdapat di wilayah pulau Sumatera dan Kalimantan. Mereka biasa hidup di wilayah hutan tropis dan beberapa wilayah rawa di Indonesia, juga Malaysia.

Untuk wilayah Indonesia, spesies endemik orang utan dibagi ke dalam 2 jenis, yaitu : Orang utan Borneo (Pongo pygmaeus), dan Orang utan Sumatra (Pongo abelii). Spesies orang utan bertahan hidup dengan mengkonsumsi buah dan aneka tumbuh-tumbuhan liar yang terdapat di belantara hutan. Dalam beberapa keadaan, orang utan juga biasa mengkonsumsi madu serta beberapa jenis serangga. Serangga adalah salah satu alternatif sumber protein bagi orang utan.

Baca juga  Pentingnya Rasa Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

 

Eksistensi Orang Utan

Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini? 4

Tidak kita pungkiri lagi, dalam beberapa dekade terakhir ini populasi orang utan semakin memprihatinkan. Seakan tidak memiliki hak bebas untuk hidup, mereka diburu, diperdagangkan, bahkan dibunuh demi kepentingan para pelaku bisnis. Tentu saja hal ini bukan omongan kosong tanpa landasan.

Kita dapat melihat, Kalimantan yang merupakan salah satu habitat terbesar orang utan saat ini, telah menunjukkan penurunan drastis dalam populasinya. Hal ini bisa Anda lihat pada jurnal/laporan hasil riset yang disusun oleh Truly Santika beserta 46 rekan ilmuwan lainnya, dengan judul: “First Integrative Trend Analysis for A Great Ape Species in Borneo

 

Orang Utan VS Bisnis

Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini? 5

Apa yang sudah kita lakukan untuk menjaga populasi orang utan? Kita semua tahu, dan bukan rahasia lagi, bahwa penurunan populasi orang utan secara drastis adalah disebabkan oleh tangan-tangan manusia. Tanpa memiliki perasaan, manusia memburu orang utan, memperdagangkannya, hingga membunuhnya. Ini adalah fakta lapangan, dengan mata terbuka kita bisa melihat di mana banyak kawasan hutan yang seharusnya menjadi habitat orang utan, dialihfungsikan secara paksa menjadi kawasan perkebunan.

Baca juga  Memanusiakan Kota, Sebuah Jalan Terjal Umat Manusia

Bahkan tidak cukup puas dengan itu, manusia dengan keserakahannya, menyingkirkan kehidupan orang utan hanya demi mengembangkan wilayah pertambangan, hutan tanam, dan pembangunan infrastruktur yang sungguh tidak mendesak.

 

Rusaknya Habitat Orang Utan

Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini? 6

Salah satu konsekuensi dari rusaknya habitat orang utan adalah tersingkirnya mereka dari habitat aslinya. Walhasil, orang utan yang seharusnya mendapatkan bahan makanan di wilayah habitatnya, pun terpaksa masuk ke pemukiman penduduk untuk mencari makan. Tentu saja, ladang yang ditanami oleh penduduk pun menjadi sasarannya.

Bila kita amati dengan seksama, siklus ini tentu sangat tidak baik bagi keduanya, baik bagi orang utan, maupun manusia itu sendiri. Sebab, hal ini dapat memicu pertikaian antara kedua belah pihak. Pada satu sisi orang utan telah dirugikan karena wilayah habitat mereka telah dirampas secara paksa. Namun disisi lain, ladang yang berada di wilayah pemukiman penduduk pun menjadi sasaran orang utan sebagai sumber pangan. Tentu saja, penduduk yang tidak mau merugikan akan memandang orang utan sebagai kelompok hama yang merugikan dan harus dibasmi. Akhirnya orang utan pun diburu, dibunuh, dan menjadi sasaran tembak senapan angin para penduduk. Ironi memang, tapi itulah faktanya.

Baca juga  5 Rekomendasi Makanan Kucing Anggora Terbaik

 

Kerjasama Melindungi Satwa Endemik

Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini? 7

Sebenarnya kerjasama dari berbagai pihak, dalam upaya melindungi habitat asli orang utan sudah dirintis sejak beberapa tahun lalu. Tentu saja upaya ini dilakukan untuk menjaga keberlangsungan hidup spesies endemik orang utan, khususnya di wilayah Indonesia.

Salah satu bukti nyata dari upaya ini, pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah membangun sebuah bentang alam bernama Wehea-Kelay, dengan salah satu fungsi utamanya yaitu menjaga populasi orang utan, khususnya di Indonesia. Wehea-Kelay ini tepatnya berada di Long Duhung, Kec. Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur 77362.

 

Kesimpulan

Kita harus menyadari bahwa orang utan bukanlah spesies umum yang memiliki jumlah banyak dan dapat berkembangbiak dengan mudah layaknya serangga. Mereka adalah spesies endemik dengan jumlah yang terbatas. Jangan sampai hanya karena memuaskan keinginan, atau untuk mengembangkan proyek bisnis, kemudian kita mengesampingkan hak hidup mereka.

Yuk! Mari kita jaga sama-sama, agar jangan sampai anak cucu kita kelak, hanya bisa melihat orang utan melalui gambarnya saja.

Bagaimana Nasib Orang Utan Setelah Ini? 8

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Akhbar

Hero   

Nama saya akhbar sanusi. Saya adalah seorang kontributor konten SEO di berbagai media online. Saat ini, saya sedang fokus mendalami dunia desain grafis, tanpa mengesampingkan interesting saya terhadap dunia search engine optimization.