5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria

Penyesalan memang selalu hadir belakangan.3 menit


43
43 upvote
5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria 1

Banyak pekerja mengalami dilema saat menekuni pekerjaannya dan dihadapkan pada kebimbangan. Kadang mereka sulit membuat keputusan hingga salah mengambil langkah. Beberapa faktor kurang menyenangkan ikut menunjang tindakan impulsif, yang berpotensi menghancurkan karir. Ketika karir yang susah payah dibangun habis tak tersisa, tinggal rasa penyesalan yang hadir berikutnya. Berikut beberapa hal dalam karir yang disesali oleh pria.

Mementingkan Gaji Besar 

5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria 3

Para pria kadang lebih tergiur dengan gaji besar, dibandingkan karir yang sesuai dengan passion-nya. Hal ini lumrah terjadi mengingat tanggung jawab pria sebagai penopang hidup keluarganya. Mereka memilih untuk diam di tempat kerja dan berkutat dengan pekerjaan yang membosankan. Beberapa pria ada yang menyesali keputusannya dalam melakoni karir, dan berharap bisa menjalani karir sesuai keinginan.

Baca juga  Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah

 

Menyerah dengan Passion

5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria 4

Banyak pria yang bekerja tidak sesuai dengan keterampilan diri yang dimilikinya. Mereka memilih abai dengan passion ketimbang tidak mendapat pemasukan. Menurut pria, saat bekerja sesuai dengan passion mereka kurang menghasilkan banyak uang. Salah mengambil langkah ini sering menjadi hal dalam karir yang disesali pria. Tidak heran jika pulang bekerja, pikiran sudah penat karena diburu banyak tuntutan.

Pria memilih tidak berhenti ketika seharusnya ia perlu berhenti, dan membiarkan stres terus menghantui. Alasannya karena ia membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal kesempatan waktu yang diberikan bisa dimanfaatkan untuk mengolah minat diri. Para pria hanya takut ketika memilih jalan lain, harapan mendapatkan hasil yang lebih hanya sebuah angan. Tetap bertahan dan memaksa keadaan menjadi pilihan terakhir baginya.

 

Kurang Percaya Diri Memulai Hal Baru 

5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria 5

Tidak sedikit pekerja pria yang berpikir ingin memiliki sebuah bisnis di masa depan. Maka dari itu, ia memilih bertahan lebih lama di pekerjaan agar bisa mengumpulkan modal. Namun sayangnya, gagasan tersebut hanya angan belaka. Mereka belum berani untuk membangun usaha. Rasa kurang percaya diri kerap menjadi hal dalam karir yang disesali pria. Seringnya menunda rencana membuat impian mereka tidak pernah terealisasi.

Baca juga  5 Hal Tidak Terduga yang Bisa Menghancurkan Karirmu

 

Takut Ambil Resiko 

5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria 6

Sering kali pria pekerja dihadapkan dengan dua pilihan, yang butuh prioritas salah satunya. Hal ini membuat mereka bimbang dan takut mengambil resiko, sehingga melewatkan kesempatan baik dalam karir. Padahal pekerja yang menyukai tantangan biasanya lebih cepat naik jabatan. Para atasan menyukai pekerja dengan semangat tinggi dan tegas dalam mengambil keputusan.

5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria 7

 

Tidak Membangun Relasi 

5 Hal dalam Karir yang Disesali oleh Pria 8

Sistem kerja suatu perusahaan menuntut pekerjanya untuk saling berbaur. Hal ini ditujukan agar antar pekerja saling mengenal, sehingga mudah untuk bekerja sama. Sayangnya, kesempatan ini tidak dimanfaatkan oleh beberapa pria. Keputusan menutup diri menjadi hal dalam karir yang disesali pria. Ia tidak mencoba untuk mendapat tips-tips bekerja untuk meningkatkan etos kerja.

Baca juga  Bisakah Menemukan Ikigai Di Tengah Keambyaran Hidup?

Tindakan ini merupakan kesalahan besar yang bisa menghalangi jalan karir. Padahal ada banyak manfaat yang didapatkan, meskipun sekedar basa-basi saja. Sering ngobrol dengan teman kantor akan membuka wawasan baru, terkait dengan pekerjaan yang dilakoni. Saat keluar dari pekerjaan nanti, kita sudah mengantongi relasi yang cukup banyak.

Ada dua pilihan dalam menjalankan pekerjaan, yaitu bekerja sesuai passion atau bekerja seadanya. Para pria cenderung memilih pekerjaan dengan gaji besar, meskipun harus mengubur keterampilan. Mereka kurang berani keluar dari zona nyaman karena terdesak berbagai kebutuhan, sehingga seringkali menjadi penyesalan di belakang, yang menghambat jalan karir. Apalagi setelah melihat bahwa semuanya bisa dilakoni dari dulu.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

43
43 upvote
Rado

Legend