Karir   

5 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan di Sesi Wawancara Kerja


5 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan di Sesi Wawancara Kerja 1

Jumlah angka pengangguran di Indonesia masih cukup besar. Menurut data dari Badan Pusat Statistik tahun lalu, persentase jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 5% atau di atas 7 juta orang.

Tentu ini merupakan hal yang patut menjadi koreksi kita bersama. Data tersebut adalah sebuah bukti nyata bahwa ada masalah serius dalam hubungan antara jumlah lulusan tiap tahunnya dengan ketersediaan lapangan pekerjaan yang ada.

Lebih lanjut, jika dibiarkan hal itu akan secara langsung berdampak pada kondisi perekonomian masyarakat secara luas, seperti kestabilan politik, ekonomi hingga kriminalitas.

Persaingan kerja pada akhirnya akan menjadi semakin ketat. Untuk itu, maka jika ingin mendapatkan pekerjaan idaman, seseorang harus benar-benar serius mempelajari berbagai trik dan tips yang ada, termasuk tips sukses lolos sesi wawancara.

Baca juga  Tata Cara Penulisan Gelar yang Benar

Sudah jadi hal yang umum setiap calon tenaga kerja akan menghadapi sesi wawancara untuk menentukan kelanjutan langkah mereka, diterima atau ditolak.

Sayang sekali masih banyak yang memahami tips agar sukses lolos sesi wawancara, termasuk hal-hal yang tidak boleh Anda lakukan. Berikut adalah 5 hal yang tidak boleh Anda lakukan ketika menghadapi sesi wawancara.

 

1. Gelar Bukan Segalanya

Ini yang harus diingat, gelar bukan segalanya. Perusahaan jaman sekarang akan benar-benar selektif memilih orang. Mereka akan mengedepankan skill, alih-alih hanya gelar semata.

Jika Anda sedang dalam tahapan wawancara, hindari kesan Anda mengagung-agungkan gelar atau latar belakang kampus Anda. Perbanyaklah sharing tentang apa yang sudah Anda lakukan dalam beberapa tahun belakangan ini : memenangkan lomba, menulis karya ilmiah, mengikuti program magang, hingga karya-karya yang berhasil dipublikasikan.

 

2. Gaji dan Fasilitas

Ini sering menjadi kesalahan para pelamar yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Kecuali Anda seorang yang profesional dan sudah bekerja di bidang yang Anda geluti selama bertahun-tahun, maka nego gaji harus dilakukan dengan seksama.

Baca juga  Kurang Berani Speak Up?! Nih Ciri-cirinya!

Jangan mengutarakan keinginan yang bertendensi Anda mengejar gaji besar dengan fasilitas yang lengkap dan tunjangan prestisius. Justru tanyakan bagaimana jenjang karir yang ada. Seharusnya sebelum melamar Anda sudah tahu sebesar apa kemampuan finansial perusahaan pada umumnya. Jangan jatuh hanya karena terlalu berharap mendapat imbalan besar padahal belum menunjukkan kualitas dan kapabilitas.

 

3. Menulis CV Abal-abal

Ketika wawancara, HRD atau rekruter akan benar-benar menguliti Anda. Termasuk diantaranya mencari tahu apakah keterampilan, skill, wawasan dan latar belakang yang tertulis di CV benar adanya.

Untuk itu penting rasanya mengirim CV yang benar dan apa adanya karena jika ketahuan berbohong, Anda akan malu sendiri.

Baca lagi CV Anda. Pastikan jawaban yang Anda berikan kepada rekruter atau panitia seleksi sesuai dengan data yang sudah Anda berikan.

Baca juga  5 Jenis Orang yang Harus Dijauhi Jika Anda Ingin Sukses

 

4. Terlambat

Ini fatal. Apapun alasannya, jangan terlambat. Hal ini akan membuat segalanya kacau. Jika Anda memang niat bekerja, maka berikan impresi yang baik. Berangkatlah pagi-pagi atau menyewa kos untuk dua atau tiga hari.

Percuma Anda menguasai semua materi wawancara serta memiliki CV yang bagus tetapi terlambat datang. Ini juga berpotensi merusak persiapan Anda.

 

5. Rapi

Ini hal klise namun tidak boleh dilupakan. Jangan lupakan kerapian. Hal ini akan menunjukkan seperti apa Anda di mata orang lain. Tentu para rekruter akan kehilangan kepercayaan maupun minat pada orang yang berpakaian sembarangan, lusuh apalagi urakan.

Pakailah pakaian terbaik Anda dan perhatikan penampilan Anda. Beri kesan yang baik para rekruter dan tunjukkan Anda pribadi yang cekatan serta dapat dipercaya.

5 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan di Sesi Wawancara Kerja 3


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Koala Merah

   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.