Dibuly di Tempat Kerja, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Lakukan

4 menit


59
59 upvote
Dibuly di Tempat Kerja, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Lakukan 1

Jadi ini kasusnya : kamu sudah bekerja, sudah dewasa tetapi mengalami bullying. Lantas apa yang harus dilakukan? Menangis lalu keluar dari permainan? Atau bertahan demi gaji dan mimpi-mimpimu?

Percayalah, bullying bisa terjadi dimana saja. Itu bisa terjadi di sekolah, kampus, keluarga, masyakarat dan bahkan tempat kerja. Ya, tempat kerja, dimana seharusnya profesionalitas dan kinerja yang menjadi tolok ukur. Namun justru di tempat itu banyak terjadi bullying gila-gilaan yang mengakibatkan korban merasa tidak betah lalu mengundurkan diri. Dunia memang keras.

Berbeda dengan sekolah, kantor, pabrik atau tempat kerja adalah sebuah ekosistem yang jauh lebih berbahaya. Manusia-manusia di sana memang sudah dewasa, namun bukan berarti tidak ada yang menyimpan jiwa kekanak-kanakan.

Mereka bahkan tak jarang menggunakan kekuasaan dan jaringan untuk mematikan penghidupan sang korban. Alhasil bukan hanya si korban pribadi yang menuai getahnya, keluarganya bisa terancam tidak makan dan kelaparan.

Dalam kesempatan kali ini kita akan belajar bersama bagaimana mengatasi dilema seperti ini : bertahan dan terus makan hati atau keluar lalu terancam jadi pengangguran sehingga keluarga menderita.

Introspeksi

Dibuly di Tempat Kerja, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Lakukan 3

Manusia adalah makhluk paling egois, selfish dan self-centered. Buktinya, ketika Anda melihat sebuah foto yang berisi sekelompok orang sedang berpose bersama, maka apa yang Anda cari? Benar, diri Anda sendiri. Pun ketika melihat daftar nama, dari rentetan nama yang ada, maka nama Andalah yang paling ingin Anda temukan bukan?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan itu semua, asal kadarnya masih dalam taraf wajar. Namun jika berlebihan, semua akan mendatangkan masalah serius bagi Anda.

Baca juga  15 Tips untuk Meningkatkan Produktivitasmu

Manusia adalah makhluk sosial. Dan di tempat kerja, Anda akan berinteraksi dengan berbagai macam orang. Ada yang mampu menoleransi karakter jelek orang lain, ada yang langsung mengambil sikap melawan. Baik secara frontal maupun diam-diam.

Maka inilah yang Anda harus lakukan ketika merasa diri selalu menjadi korban bullying rekan, atasan maupun bawahan. Coba lihatlah dan berkacalah ke dalam diri Anda. Apakah ada yang harus dirubah?

Dibuly di Tempat Kerja, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Lakukan 4

Hal ini terdengar seperti menyalahkan diri sendiri dan membenarkan tindakan bullying tersebut. Padahal semua itu sangat berbeda. Tidak ada yang salah maupun aneh dengan introspeksi diri. Berkaca pada diri sendiri.

Kenapa Mereka Membully Saya?

Pernahkan Anda bertanya kalimat ini pada diri sendiri? Kenapa Anda yang jadi korban bully? Jika jawabannya belum pernah, maka segera lakukan. Jangan-jangan Anda adalah orang yang menyebalkan, suka mempersulit orang lain serta tinggi hati. Parahnya tidak ada yang mau atau mampu mengingatkan Anda.

Seperti yang sudah tertulis di atas, ada berbagai macam jenis orang. Atasan Anda mungkin tipe toleran dan menghargai Anda walau tindakan Anda sangat menyebalkan. Mungkin Anda begitu berharga bagi perusahaan. Tetapi bagaimana dengan rekan-rekan maupun bawahan Anda? Mampukah mereka melakukannya? Atau secara jujur, apa mereka peduli?

Kecenderungan jawabannya adalah tidak. Mereka hanya peduli pada diri mereka yang tidak tahan dengan sikap menyebalkan Anda. Alhasil mereka mengadakan perlawanan. Dan bullying adalah salah satu bentuknya.

Dendam

Mungkin tidak semua rekan membuly Anda, hanya beberapa atau bahkan ternyata hanya satu saja. Tetapi apa yang dilakukannya begitu menyebalkan. Anda sudah tidak tahan lagi. Kenapa tidak berintropeksi diri?

Lalu ternyata jika Anda sudah berefleksi namun tidak juga menemukan hal yang salah, itu juga merupakan kewajaran. Manusia cenderung melupakan kesalahan diri sendiri dengan mudah, tetapi sangat susah menghapus luka yang diakibatkan oleh orang lain.

Baca juga  5 Hal yang Tidak Boleh Anda Lakukan di Sesi Wawancara Kerja

Lantas jika berefleksi diri tidak cukup membantu, apa yang harus dilakukan? Bertanyalah kepadanya? Apakah perbuatan Anda dimasa lalu pernah menyakitinya. Rekonsiliasi bukanlah sikap pengecut. Mengakui kesalahan juga bukan hal yang memalukan.

Justru jika Anda pandai melakukan hal ini, akan terbit sebuah kekaguman besar bahwa Anda bukanlah insan yang menyebalkan, sombong dan suka melupakan kesalahan yang diperbuat. Ini sangat baik bagi pembangunan citra Anda di mata mereka.

 

Lawan!

Dibuly di Tempat Kerja, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Lakukan 5

Manusia adalah serigala bagi sesamanya. Jika tidak, maka tak mungkin ada perang. Sudah menjadi tabiat kita untuk iri pada prestasi orang lain, terlebih berebut sumber daya. Termasuk berebut posisi.

Jika Anda jadi korban bully karena prestasi yang sedang moncer-moncernya, berkali-kali disanjung bos, berhasil clossing terus-menerus, maka kesalahan 100% ada di pihak para pembully Anda. Maka hanya ada satu kata : Lawan!

Atur Strategi, Cari Sasaran Tembak

Para pembully akan merasa semakin jumawa ketika berkumpul dan melihat jumlah mereka semakin banyak. Oleh karena itu, cari sasaran tembak yang pas. Tembak langsung ke pelaku utama, yakni mereka yang menjadi provokator.

Anda bisa cari waktu, temui dan sampaikan apa masalah yang sebenarnya. Jika jiwa Anda seperti singa, tanya apa masalahnya kepada si pelaku utama ketika makan siang atau saat mereka sedang berkerumun. Jika mampu memenangkan momen ini, maka tongkat kendali akan berpindah tangan.

Tunjukkan Siapa yang Berkuasa

Melawan para pembully juga butuh strategi. Cara yang lain adalah menunjukkan kekuasaan Anda. Ini sangat dianjurkan ketika pembully ternyata strata, jabatan, golongan maupun senioritasnya berada di bawah Anda. Mungkin ia lebih senior, tetapi jika jabatannya di bawah Anda, sangat rugi jika diri Anda terus menerus sukarela dibully.

Baca juga  Kejernihan Pikiran Awal Kesuksesan

Cari Kawan

Aliansi jangan dipandang remeh. Ketika jumlah Anda banyak, maka pembully juga akan berpikir dua kali melakukan kejahilannya. Untuk itu penting sekali memiliki sahabat yang baik.

Namun jangan pernah menjalin persahabatan semata karena Anda butuh para pelindung. Bersahabatlah dengan tulus dan bukan atas dasar ingin memanfaatkan saja.

 

Minta Mutasi

Dibuly di Tempat Kerja, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Lakukan 6

Mutasi kadang dipandang sebagai sebuah hukuman. Orang yang dimutasi ataupun dipindahtugaskan sering mendapatkan label seperti itu. Namun ketika Anda sudah tidak betah dan secara politis tidak berdaya melawan para pembully, maka minta mutasi adalah salah satu langkah yang mungkin bisa dipertimbangkan.

Beradaptasi Dengan Lingkungan Baru

Salah satu alasan yang memperkuat pilihan untuk mutasi adalah karena Anda masih butuh uang. Anda tak mampu memberikan perlawanan berarti namun juga tak ada keberanian untuk keluar.

Juga mutasi sudah disetujui, maka segeralah menjalin persahabatan dengan lingkungan baru. Pengalaman pahit dibully di tempat lama harus segera dilupakan tetapi tetap jadi pelajaran berharga.

Jelaskan Dengan Baik

Satu hal lagi yang perlul Anda lakukan adalah, ketika banyak orang bertanya alasan dimutasi, Anda harus berani berterus-terang. Katakan dengan jujur jika Anda tak kuat dibully terus menerus.

 

Keluar Sekarang Juga

Dibuly di Tempat Kerja, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Lakukan 7

Rekan suka membully, atasan tidak berdaya membantu dan sahabat tidak ada niat melindungi. Tindakan mereka semakin menyakitkan Anda. Kinerja menjadi menurun dan rasa-rasanya sudah tidak ada masa depan lagi.

Tidak ada gunanya berada di lingkungan toxic. Anda tak akan berkembang. Bersiaplah keluar. Cari referensi sebanyak-banyaknya tentang kantor baru atau tempat kerja yang baru. Tingkatkan skill dan networking. 

Percayalah dengan persiapan yang matang, Anda akan mendapatkan kesempatan yang lebih luas dan berpotensi menggapai mimpi yang lebih tinggi. Tanamkan di benak Anda bahwa Anda tidak layak mendapat perlakuan yang demikian.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

59
59 upvote
Guritno Adi Siswoko

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.