Karir   

Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah

4 menit


Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah 1

Apa yang istimewa dari kehidupan ini? Para filsuf era Epikurus dan Thales menyebutnya sebagai sensasi. Kita merasakan bahagia dan dukacita. Ketegangan dan harapan. Cinta dan pengkhianatan. Semua mewarnai hidup manusia dan manusia menikmatinya. Itulah hal yang tidak akan didapatkan dari sobekan kertas, remahan rengginang atau patahan ranting kayu. Mereka semua benda mati.

Bahkan hanya manusia yang menikmati sensasi seperti di atas. Coba tanyakan pada kacang hijau, bunga bangkai atau pohon kenanga, apakah mereka menyimpan perasaan yang berisi kasih sayang, kebencian dan hasrat? Tentu tidak. Di dunia hewan, hanya binatang tertentu yang punya sensasi seperti ini, semisal anjing yang terkenal akan kesetiaannya pada manusia.

 

Kontrasnya Keinginan dan Kemampuan

Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah 3

Lantas apa hubungan dari sensasi dan segala tetek bengek mengenai filsafat terhadap judul di atas : Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Mengengah Ke Bawah? Tentu ada.

Para pekerja milenial dari kalangan non sultan yang dompetnya senantiasa kembang kempis selalu mengalami dilema yang luar biasa. Ingin hidup seperti layaknya rekan-rekan mereka para eksekutif, karyawan atau pegawai yang serba berkecupan tetapi saldo bank tidak mengijinkan.

Jangankan untuk bisa beli IPhone, jalan-jalan ke Maldives atau ambil KPR di perumahan, buat menyeimbangkan neraca keuangan yang berisi kebutuhan pokok plus iuran ini itu rasa-rasanya sudah bikin kepala pening.

Gaji mereka masih belum besar, sedang gaya hidup yang mereka saksikan serasa begitu menggoda. Kerja siang, lalu hang-out bersama pacar. Ketika malam minggu tiba, cabut ke Bali atau Bogor, duduk santuy di balkon hotel. Minggu pagi jalan-jalan sambil makan enak. Senin, punya segudang bahan untuk bikin jiwa misqueen mereka meronta-ronta.

 

Ingin Terbang Tak Punya Sayap

Inilah peribahasa kekinian yang mungkin cocok. Ingin juga merasakan pulang kerja capek lalu ngopi cantik di Starbuck. Pulangnya melipir dulu liat koleksi sepatu Nike terbaru sambil ambil tiga empat potong kaos. Malamnya nonton film-film terbaru di Netflix. Semua juga punya keinginan itu. Tetapi sayang isi dompet tidak mencukupi.

Baca juga  Fungsi & Cara Membuat Contoh Surat Keterangan Kerja

Bekerja mati-matian pun rasa-rasanya tetap sulit untuk mengejar gaya hidup yang demikian. Punya uang sedikit sudah bingung mau ambil kredit rumah atau mobil dulu. Atau buat cadangan kali aja masuk rumah sakit gara-gara begadang berminggu-minggu ambil side-job.

 

Dunia yang Membingungkan

Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah 4

Kembali ke urusan filsafat, Epikurus meminta pengikutnya untuk hidup dengan roti dan air saja. Bagi mereka, menekan sedemikian rupa level kebahagiaan adalah kebahagiaan itu sendiri. Sebenarnya ini ada benarnya. Ingat kasus orang bunuh diri karena tak mampu bayar cicilan? Banyak orang memaksakan diri untuk memuaskan apa yang mereka inginkan tetapi kemudian mengorbankan apa yang mereka butuhkan.

Orang dengan mudah mengambil jalan pintas semisal meminjam dari lembaga keuangan abal-abal yang memaksimalkan teknologi untuk menjaring mangsa mereka (baca : pinjaman online). Jelas sekali di balik kemudahan itu tersimpan bahaya.

Demi bisa beli mobil, orang mengorbankan rasa aman. Demi bisa beli rumah, orang mengorbankan rasa nyaman. Bagaimana bisa aman dan nyaman jika ancaman dari debt collector terus menghantui jika telat mengangsur?

 

Tutorial Sederhana untuk Pekerja Milenial Berkantong Cekak

Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah 5

Demi terhindar dari semua hal-hal buruk, pekerja milenial dari kasta menengah ke bawah rasa-rasanya perlu untuk memahami panduan hidup yang cocok dengan kondisi mereka agar tak terperosok dalam lubang penderitaan lebih jauh lagi.

Sebenarnya tutorial ini sangat mudah dan sudah sebagian mereka lakukan, namun karena satu dan lain hal banyak juga yang tidak memahaminya. Terlebih karena godaan akan hedonisme semakin lama semakin kuat.

 

Jinakkan Nafsu Hedon

Hedonisme itu sesuatu yang sangat nikmat. Membeli apapun yang terlihat indah dan keren. Pergi kemanapun yang terdengar sangar. Memiliki apapun yang bagus dan mewah. Semuanya sangat nikmat asal punya uang.

Baca juga  Proses Kuliah Online Widyatama

Kalimat terakhir di atas adalah kuncinya : asal punya uang. Mari kita sederhanakan konsep filsafat tentang ekonomi dan kehidupan lalu berfikir sedikit sempit, maka kita akan mengambil sebuah kesimpulan penting nan sederhana. Sebuah brutal truth yang banal tetapi ada benarnya. Uang memang segalanya.

Jika masuk golongan pekerja kelas menengah ke bawah, kreativitas dan imajinasi bukan halangan, melainkan uang. Ketiadaan dana membuat para pekerja milenial sulit mengimbangi rekan mereka yang jauh lebih kaya.

Para pekerja milenial yang dimaksud tentu saja mereka yang masuk dari salah satu atau beberapa ciri berikut :  (1) bergaji tidak cukup besar, (2) tidak memiliki warisan bejibun dari orang tua, (3) bahkan terbebani menyekolahkan adik dan merawat anggota keluarga yang sudah lanjut usia, (4) tidak memiliki privilese berupa pendidikan tinggi, (5) jaringan berkerabatan atau sosial yang tidak terlalu dapat diandalkan untuk menaikkan karir.

Maka jika demikian yang terjadi, cara yang paling utama harus menyadari bahwa terkadang kita tidak bisa selalu memiliki apa yang kita inginkan. Maka tekan jiwa hedonis yang ada. Terdengar cukup asketis tetapi demikianlah adanya.

Pengendalian diri yang cukup keras harus dilakukan. Mungkin ini posisi yang terbaik untuk belajar filsafat kuno Jawa yang bernama nrimo. Tabah dan tawakal serta mencoba hidup sederhana.

 

Menabunglah

Jika memang ada kelebihan uang sedikit, maka menabung merupakan sebuah hal yang terdengar menarik untuk dilakukan. Sebenarnya seberapapun besarnya kebutuhan serta kecilnya pemasukan, disiplin untuk terus menabung adalah langkah jitu. Namun harus diakui tidak semua orang mampu melakukannya.

Menabung di bank akan membuat Anda merasa nyaman karena ketika ada kebutuhan mendesak setidaknya ada pos dana cadangan. Jikalau memang ada cukup uang, tak ada salahnya untuk mencoba investasi dengan resiko super kecil.

Cara lain adalah membeli asuransi. Hal ini akan sangat berguna, bahkan ketika Anda telah tiada. Generasi mendatang, yakni anak cucu Andalah yang akan mendapatkan manfaatnya.

Baca juga  Ketentuan dan Syarat Contoh Artikel Ilmiah yang Benar

Disiplin menabung juga ada kaitannya dengan langkah sebelumnya, yakni menjinakkan keinginan boros. Dengan adanya pos yang perlu diisi setiap bulan, kemungkin untuk hura-hura akan semakin kecil. Semoga saja.

Ambil Side-job

Para pekerja milenial hendaknya mengambil pekerjaan sampingan. Pertama, karena Anda bukan orang kaya. Kedua, karena mungkin Anda bisa mendapatkan peluang yang jauh lebih besar dibanding pekerjaan utama selama ini.

Kesehatan Adalah Segalanya

Investasi terbaik yang sering dilupakan adalah kesehatan. Terlebih jika Anda sakit, Anda harus jauh lebih sehat ketimbang orang kaya. Ingat,  biaya rumah sakit mahal.

Untuk itulah, maka tak perlu bekerja terlampau keras hingga mengorbankan kesehatan. Ambil side-job sangat disarankan namun ingat untuk membagi waktu dan pikiran dengan baik. Keluarga akan makin terbebani jika si tulang punggung akhirnya jatuh sakit.

Atur Strategi

Anda harus cerdas. Kondisi yang serba kepepet biasanya membuat seseorang kreatif luar biasa. Untuk itu, atur strategi dan cari celah. Beberapa hal ini bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

  1. Edukasi adalah solusi untuk membebaskan diri dari kemiskinan. Tingkatkan kemampuan, skill dan wawasan Anda. Ikuti webinar, kursus gratis atau baca buku-buku yang bisa membantu menjadi lebih cerdas.
  2. Memang terdengar sangat kejam, tetapi menunda perkawinan ketika sedang berjuang mati-matian cukup bijak. Menikah ketika kondisi keuangan membaik akan menjadi lebih nyaman untuk semua pihak.
  3. Bersikap hemat. Cari info diskon atau potongan harga. Pilih barang karena kualitas dan tingkat keawetannya. Pangkas pos yang tidak penting. Cucilah baju sendiri. Bikin kopi di rumah. Berkencanlah di tempat yang tidak terlampau mahal namun berkesan.

Demikianlah tutorial singkat yang semoga bisa membantu para pekerja milenial kantong cekak untuk terus survive di tengah gempuran konsumerisme, hedonisme dan godaan bergaya hidup mewah. Selamat berjuang.

Sebuah Tutorial Untuk Pekerja Milenial Dari Kalangan Menengah Ke Bawah 6

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Koala Merah

Legend   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.