“Bad Influencer” di Saat Pandemi COVID-19

2 menit


43
43 upvote
"Bad Influencer" di Saat Pandemi COVID-19 1

Belakangan ini saya memperhatikan berita yang sedang trending di media sosial, terutama yang terkait dengan pandemi Covid-19. Banyak sekali influencer-influencer yang memiliki keyakinan sendiri, mengenai apa yang mereka lakukan untuk menghadapi pandemi ini. Maksud saya keyakinan mereka sendiri adalah, mereka tidak mengikuti himbauan WHO atau pemerintah.

Bukan hanya para influencer yang tidak “nurut”, masyarakat, dan beberapa oknum juga seakan-akan tidak mengindahkan PSBB yang telah ditetapkan. Dampaknya, saya melihat banyak orang yang “nurut” dan marah kepada kelompok orang yang tidak “nurut” ini. Saya paham kenapa kelompok orang yang “nurut” ini mengatakan kalau mereka yang tidak “nurut” ini egois, dan menyebabkan kemungkinan pandemi ini semakin lama. Banyak orang yang “nurut”, berminggu-minggu #DiRumahAja dan hanya keluar untuk membeli kebutuhan yang penting. Mereka pastinya juga jenuh karena tidak bisa bebas melakukan hal yang mereka mau dan hanya terbatas di rumah. Pasti rasanya juga gemas ketika mereka #DiRumahAja dan melakukan himbauan pemerintah, tapi melihat ada oknum-oknum ngeyel yang membuat kemungkinan tingkat penyebaran virus ini meningkat, dan pandemi ini seperti tidak ada akhirnya. Belum lagi kehadiran influencer-influencer yang membuat banyak orang semakin ngeyel dan tidak mau mendengarkan pemerintah.

Baca juga  Resep Membuat Dalgona Milo Yang Sedang Viral, Pecinta Cokelat Wajib Cobain

Saya sendiri tidak peduli kalau Covid-19 ini adalah konspirasi elit global. Yang saya tau, virus ini betul ada dan penyebarannya cepat, dan para tenaga medis pasti kelelahan menangani jumlah pasien yang terus bertambah. Kepentingan elit global bukanlah kapasitas saya sebagai warga negara biasa yang tidak punya suara, apa lagi kuasa untuk menghentikan mereka. Tapi sebagai warga negara biasa, saya bisa membantu mengurangi tingkat penyebaran virus, dan membuat tenaga medis yakin mereka tidak perlu meluangkan tenaga mereka untuk mengurus saya sebagai pasien.

Baca juga  Makanan Penangkal Corona, Ini 4 Di Antaranya

Saya mengatakan kalau saya kontra dengan influencer-influencer yang memberikan pengaruh buruk. Maksud saya pengaruh buruk adalah membuat masyarakat semakin mengabaikan peraturan pemerintah. Seharusnya sebagai orang yang memiliki pengikut dan tau kalau suara mereka didengarkan banyak orang, mereka tidak perlu mengatakan hal-hal yang tidak perlu saat ini. Lalu kalau Covid-19 ini adalah sebuah konspirasi, apakah sudah pasti orang yang percaya konspirasi itu tidak akan tertular dan menambah jumlah pasien? Kalau ada influencer yang tidak mengikuti himbauan pemerintah untuk tidak memakai masker dan tidak mencuci tangan, ia terjamin tidak akan tertular? Dan kalau dia memang tidak peduli tertular, apakah dia nanti tidak akan datang ke rumah sakit untuk meminta pengobatan? Belum lagi para pengikut influencer ngeyel yang akhirnya ikut-ikutan ngeyel. Faktanya masih banyak orang indonesia yang tidak berpikir panjang dalam menanggapi opini, apa lagi kalau orang tersebut sudah kontra dengan pemerintah yang dianggap tidak becus.

Baca juga  Apakah Kita Butuh Tutorial Mendetail Terkait New Normal

Saya jadi gregetan sendiri kadang jadinya melihat media sosial. Saya harap orang-orang yang memang memiliki suara untuk meng-influence orang lebih berhati-hati dan berpikir lagi dalam menyuarakan opini mereka. Jangan egois, kasihan tenaga medis yang kelelahan karena jumlah pasien yang terus bertambah. Kasihan juga orang-orang yang sudah jenuh #DiRumahAja, akan semakin lama tidak bisa keluar kalau jumlah pasien terus bertambah, iya kan?

 


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

43
43 upvote