Kesehatan   

Faktor Risiko & Penyebab Refluks Asam Lambung


Faktor Risiko &  Penyebab Refluks Asam Lambung 1

Refluks asam lambung adalah suatu keadaan umum yang disertai dengan nyeri dan panas terbakar pada dada dan ulu hati. Sensasi nyeri dan panas terasa terbakar ini sering dikenal dengan heartburn. Itu terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke pipa makanan.

Faktor Risiko &  Penyebab Refluks Asam Lambung 3

Refluks asam lambung pada akhirnya akan menyebabkan penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Penyakit ini ditegakkan bilamana refluks asam terjadi sebanyak lebih dari dua kali dalam waktu satu minggu.

Perkumpulan ahli lambung dan usus Amerika (American College of Gastroenterology) mengatakan bahwa lebih dari 60 juta orang warga Amerika mengalami heartburn setidaknya satu kali dalam waktu satu bulan. Dari angka ini, sedikitnya sebanyak 15 juta mengalaminya setiap hari.

Heartburn dan penyakit GERD ini memang tidak selalu parah. Namun, bila tidak ditangani dengan baik maka bisa menimbulkan komplikasi yang serius. Beberapa diantaranya adalah Baret esophagus dan kanker kerongkongan.

Baca juga  Cara Mengatasi Hidung Tersumbat Secara Natural tanpa Resep Dokter

Penyebab Refluks Asam Lambung

Menurut Omeprazole, refluks asam terjadi ketika beberapa kandungan lambung (baik makanan atau cairan lambung itu sendiri) mengalir dari rongga lambung ke kerongkongan. Oleh karena sifatnya yang sangat asam maka keberadaannya akan menimbulkan iritasi pada dinding saluran kerongkongan.

Faktor Risiko &  Penyebab Refluks Asam Lambung 4

Lambung mengandung asam klorida, asam kuat yang membantu memecah makanan dan melindungi dari patogen seperti bakteri. Lapisan lambung secara khusus diadaptasi untuk melindunginya dari asam kuat, tetapi kerongkongan tidak terlindungi.

Pada bagian ujung bawah kerongkongan terdapat suatu cincin katup yang disebut dengan sfingter esophagus bagian bawah (Lower esophageal sphingter/LES). Cincin ini terbentuk dari kumpulan otot yang bertugas sebagai pintu masuk makanan dari kerongkongan ke lambung. Selain itu, cincin inilah yang mencegah refluks asam lambung atau isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan.

Baca juga  Cara Mengatasi Asam Lambung Naik saat Puasa

Bilamana katup ini gagal maka isi lambung bisa mengalir kembali ke kerongkongan. Kerongkongan akan teriritasi sehingga menimbulkan gejala heartburn.

Faktor risiko Refluks Asam

GERD dapat dialami oleh semua orang dari semua kelompok umur. Hal ini dikaitkan dengan faktor gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Jadi, sebenarnya penyakit ini bisa dicegah.

Namun, ada juga kondisi refluks asam lambung yang tidak bisa dicegah. Ini terjadi pada keadaan hernia hiatal (atau hiatus). Ini adalah suatu keadaan dimana terdapat lubang di diafragma yang memungkinkan bagian atas lambung masuk ke rongga dada.

Faktor Risiko &  Penyebab Refluks Asam Lambung 5

Faktor risiko lain yang bisa dikendalikan:

  • Kegemukan dan obesitas.
  • merokok (aktif atau pasif).
  • tingkat latihan fisik yang rendah.
  • obat-obatan, termasuk obat untuk asma, penghambat saluran kalsium, antihistamin, penghilang rasa sakit, obat penenang, dan antidepresan.
  • Kehamilan juga dapat menyebabkan refluks asam karena tekanan ekstra pada organ dalam.
Baca juga  Metode Pencegahan Penyakit Maag Sederhana & Mudah

Kebiasaan makanan dan pola makan yang dikaitkan dengan refluks asam meliputi:

  • kafein.
  • alkohol.
  • asupan garam meja yang tinggi.
  • diet rendah serat makanan.
  • makan makanan dalam porsi yang besar dan berlebihan.
  • berbaring dalam 2 hingga 3 jam setelah makan.
  • mengkonsumsi coklat, minuman berkarbonasi, dan jus asam.

Nah, itu tadi pembahasan tentang faktor risiko dan penyebab refluks asam lambung. Dengan memahami ini maka semakin mudah dalam upaya pencegahan. Ingat, mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan yang tepat akan mencegah timbulnya komplikasi yang berbahaya. Semoga bermanfaat.

Faktor Risiko &  Penyebab Refluks Asam Lambung 6


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

mrzuhdy

   

Dokter medis yang aktif memberikan pelayanan kesehatan di salah satu puskesmas di Provinsi Sumatera Utara. Saat ini juga aktif berbagi informasi dan pengetahuan kesehatan di situs DrZuhdy.com

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments