Kesehatan    , Parenting   

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi


Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi 1

Saat musim pancaroba seperti sekarang ini, penyakit influenza yang menjadi penyebab serangan batuk dan pilek menjadi hal yang lumrah. Terlebih pada bayi dan anak-anak yang kondisi tubuhnya lemah dan rentan terhadap berbagai jenis penyakit. Sehingga tidak ada satupun bayi yang terbebas dari penyakit tersebut.

Karena itu, serangan batuk dan pilek tidak perlu membuat orang tua dihantui rasa cemas yang berlebihan. Apalagi untuk mengatasi batuk pilek pada bayi cukup banyak alternatif pengobatan yang bisa dilakukan dengan cara yang juga tidak sulit.

Sebagaimana disebutkan di atas, penyebab utama bayi mudah terserang batuk dan pilek, disebabkan karena kondisi tubuhnya yang lemah. Selain itu, dipicu oleh perilaku bayi yang tidak bisa membedakan sesuatu yang bersih dan tidak, sehingga tanpa sepengetahuan orang tua, dia akan menjilati atau memasukkan benda-benda tertentu yang tanpa sadar mengandung virus ke dalam mulutnya.

Perubahan cuaca juga membuat bayi mudah terserang batuk pilek. Karena dalam usia yang masih dini, tubuh bayi masih dalam tahap belajar untuk beradaptasi dengan lingkungan. Terutama pada saat musim hujan atau ketika kondisi udara sedang dingin. Pada saat itu virus lebih mudah menyebar dari satu orang ke orang lain dalam satu keluarga. Mereka yang terpapar virus tentunya yang belum mampu beradaptasi dan daya tahan tubuhnya lemah yaitu bayi.

Batuk pilek sendiri tidak selamanya berdampak negatif. Penyakit yang satu ini sebenarnya merupakan sarana bagi bayi untuk melatih kekebalan tubuhnya dalam menghadapi virus, sehingga disaat tumbuh dewasa, tubuhnya akan lebih kebal terhadap serangan virus yang sama, karena saat bayi dia telah memperoleh imun berupa serangan penyakit yang dia alami ketika masih bayi.

Baca juga  6 Makanan Untuk Meredakan Pilek & Flu

Namun demikian, upaya untuk mengatasi batuk pilek pada bayi tetap harus dilakukan, guna mengurangi penderitaannya, sebab batuk pilek yang menyerang dalam jangka waktu yang lama, dampaknya juga tidak baik bagi kesehatan bayi. Bayi yang menderita batuk berkepanjangan akan rentan terserang sesak napas, dehidrasi, terserang pneumonia, bahkan dalam kondisi tertentu dapat mengganggu perkembangan otak.

Normalnya, batuk pilek akan menyerang bayi antara 3 – 5 hari. Jika kondisi bayi sangat lemah, batuk pilek bisa bertahan hingga dua minggu. Apabila lewat dari dua minggu, batuk pilek yang menyerang tidak kunjung sembuh, bayi sebaiknya dibawa ke dokter spesialis untuk mencari kepastian dari penyebab batuk yang berkepanjangan serta menentukan obat yang tepat untuk menyembuhkannya.

Sebab bisa jadi penyebabnya bukan virus influenza melainkan faktor yang lain, seperti rinintis alergi yang butuh mengkonsumsi obat khusus dari dokter untuk proses penyembuhannya. Sedang untuk penanganan awal serangan batuk pilek pada bayi, berikut tindakan yang dapat dilakukan dengan mempertimbangkan umur bayi.

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Umur Kurang dari 1 Bulan

Bayi kurang 1 bulan

Untuk mengatasi batuk pilek pada bayi yang berumur kurang dari 1 bulan, pastikan istirahat bayi cukup dan tidak terdehidrasi, dalam arti bayi tercukupi cairan tubuhnya melalui ASI yang diperoleh dari sang Ibu.

ASI sendiri tidak hanya sekedar mencukupi kebutuhan cairan tubuh bayi, tapi juga menjadi antibodi yang dapat melindungi tubuh bayi dari berbagai serangan virus dan kuman. Guna memperkuat efek yang ditimbulkan dari antibodi tersebut dalam melawan virus dan kuman penyebab batuk dan pilek, ibu yang menyusui juga dapat mengkonsumsi vitamin C alami yang diperoleh dari buah-buahan, seperti jeruk, alpukat, apel, belimbing, dan buah-buahan lainnya.

Baca juga  8 Tips yang Perlu Diingat untuk Menghindari Sakit Saat Kamu Bepergian

Vitamin C yang dikonsumsi ibu tersebut akan dicerna oleh tubuh untuk dijadikan salah satu nutrisi yang terkandung pada ASI, sehingga saat ASI tersebut diminum oleh bayi, maka efek yang ditimbulkannya akan berpengaruh terhadap tubuh bayi.

Jadi pengobatan batuk pilek pada bayi berumur kurang dari 1 bulan praktis melalui asupan makanan yang dikonsumsi ibu. Karena itulah ibu yang menyususi harus senantiasa berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, karena selain dapat menjadi obat, makanan yang dikonsumsi ibu juga bisa menjadi sumber penyakit bagi bayi.

 

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Umur 1 – 2 Bulan

bayt umur 1-2 bulan

Cara tersebut di atas juga harus dilakukan saat mengatasi batuk pilek pada bayi yang berumur 1 – 2 bulan. Hanya saja metode pengobatan yang dilakukan dapat ditambahkan dengan cara membuat hangat tubuh bayi dengan menggunakan minyak kayu putih, minyak telon, dan mentol.

Caranya adalah dengan mencampurkan minyak kayu putih, minyak telon, atau mentol yang dibeli di toko ke dalam air yang dipakai untuk memandikan bayi. Cara tersebut cukup efektif untuk melonggarkan saluran pernapasan bayi yang terganggu akibat pilek meski hanya untuk sementara waktu.

 

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Umur 2 – 3 Bulan

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi 3

Mengatasi batuk dan pilek pada bayi yang berumur 2 – 3 bulan, selain tetap dengan menerapkan metode yang sama, dapat pula ditambah dengan upaya penyembuhan yang lain, yaitu dengan melembabkan udara di ruangan yang ditempati bayi dengan menggunakan vaporizer dingin atau humidifier.

Cara lain adalah dengan membawa bayi ke ruangan beruap selama kurang lebih 15 menit. Untuk mendapatkan ruangan beruap ini cara yang paling mudah adalah dengan membawa air mendidih ke dalam kamar mandi dan menempatkannya ke dalam bak.

Baca juga  5 Manfaat Acai Berry Untuk Kesehatan Tubuhmu

Tutup rapat pintu kamar mandi sehingga suasana sekeliling dipenuhi uap dengan suhu yang hangat. Bawalah bayi ke dalam kamar mandi dengan jarak yang agak jauh dari bak yang berisi air mendidih. Setelah kurang lebih 15 menit, bawa kembali bayi keluar dan pastikan napas bayi merasa lega.

 

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi Umur 3 – 4 Bulan

bayi umur 3-4 bulan

Air garam dapat dimanfaatkan untuk mengatasi batuk pilek pada bayi yang berumur 3 – 4 bulan. Caranya adalah dengan meneteskan sedikit saja air garam ke dalam hidung bayi, kemudian hisap kembali hingga keluar bersama cairan dan lendir.

Untuk menghisap dapat menggunakan aspirator hidung atau langsung dengan menggunakan mulut. Lakukan metode ini sekitar 15 menit sebelum menyusui, sehingga saat menghisap ASI, napas bayi dalam keadaan lega.

Cara ini juga harus diikuti dengan metode penyembuhan sebagaimana tersebut di atas, karena pengobatan batuk pilek pada bayi yang paling penting adalah memberinya waktu istirahat yang cukup serta menerima asupan ASI dalam jumlah yang cukup pula. Tentunya ASI yang diberikan adalah yang mengandung unsur pengobatan melalui asupan yang dikonsumsi ibu.

Demikian cara untuk mengatasi batuk pilek pada bayi berdasarkan umurnya. Ingat, jangan pernah menggunakan obat-obatan buatan pabrik, karena menurut penelitian The American Academy of Pediatrics, tidak ada satupun obat batuk dan pilek yang efektif untuk menyembuhkan bayi yang berumur kurang dari 6 bulan.

Penggunaan obat-obatan yang mengandung unsur kimia justru akan memberi efek samping yang negatif dan berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan bayi.

Mengatasi Batuk Pilek Pada Bayi 4

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

aguskurniawan