Hindia, Terapi dan Depresi

Hindia sedang naik daun sekarang. Kami rasa bukan karena musiknya, tapi karena liriknya yang mewakili banyak orang. Akhirnya Hindia dan Depresi jadi dekat.


Dua tahun ini setidaknya, nama Hindia sedang banyak diperdengarkan orang. Baskara Putra adalah orang di balik projek musik ini. Kalian mungkin sudah sering membaca kisahnya, dari mulai .Feast, kemudian memutuskan membuat projek musik sendiri dan memberi nama Hindia, Baskara Putra makin banyak pendengarnya. Apalagi setelah ia menyelenggarakan Konser Tur Bayangan.

Saya sempat bertanya bagaimana bisa Hindia booming begitu cepat? Bagaimana ia bisa seperti dengan mudah merasuk ke dalam sanubari tiap pendengarnya? Karena pertanyaan itulah saya lalu menuliskan artikel pendek ini. Sebatas opini pribadi, boleh setuju boleh juga tidak.

Bagi saya, Hindia adalah musik terapi. Ia adalah musik yang seperti mampu menyembuhkan. Apa yang ia sembuhkan? Saya rasa yang mampu disembuhkannya adalah persoalan jiwa yang kebanyakan dari kita enggan mengatakannya tapi Hindia berhasil mengungkapkan itu. Perasaan yang dipendam banyak orang, yang bukan melulu cinta, tapi jarang ada yang berani melontarkan. Hindia dengan lirik-liriknya, saya tak bicara musiknya, tapi liriknya, seolah-olah berhasil mewakili orang-orang dengan persoalan tersebut.

Baca juga  Menanti Bangkitnya Musik Rock n Roll Indonesia

Orang-orang itu kebanyakan adalah orang-orang depresi dengan berbagai persoalan yang tak tahu harus kemana bercerita. Ketika mereka bercerita, sebagian orang mungkin akan mengatakan untuk berangkatlah ibadah agar tenang, sementara persoalan itu terkadang tak selesai dengan ibadah. Atau ketika sebagian lain mengatakan pergilah ke psikiatri sementara orang-orang itu sejatinya cukup ingin didengar saja. Atau lebih buruk, dicap aneh dan gila. Hindia menyelesaikan masalah-masalah itu dengan liriknya. Dengan lirik yang satu rasa itu, orang-orang jadi lebih mudah tergaet karya-karya Hindia. Merasa bahwa lirik-lirik Hindia adalah kata-kata mereka yang tak terucap.

Baca juga  Biar Mood Asoy Pagi-pagi, Dengerin 5 Lagu Indie Ini!

Menurut saya Hindia tak hanya ingin didengarkan, Hindia juga ingin mendengarkan. Atau karena Baskara yang ingin didengarkan dan kebetulan Baskara ada di frekuensi yang sama dengan banyak orang? Entahlah. Tapi yang jelas Hindia menurut saya bisa menjadi musik yang menyembuhkan. Saya kemudian ada di satu titik dimana saya bisa berkata Hindia bukan musik pop. Saya tak bisa menyebut musik ini pop atau genre apapun. Hindia adalah obat.

Jadi untuk kalian, siapapun yang sedang depresi, bukan, saya tak ingin mengatakan untuk mendengarkan Hindia. Karena bisa jadi kamu tak ingin mendengarkan Hindia atau tak suka dengan Hindia. Tapi carilah hal-hal yang bisa membuatmu bertahan hidup. Menjalani segala rintangan yang ada di kehidupanmu. Kalau menemukan itu di musik, maka dengarkanlah, kalau menemukan di lukisan, maka gambarlah. Jika menemukan di tulisan, maka menulislah, jika menemukan di doa, maka berdoalah. Kalau menemukan di hati orang tersayang, maka cintailah mereka. Dan jika menemukan di dirimu sendiri, maka cintai dirimu semaksimalnya. Kalau menemukan dimana pun, maka jadikanlah apapun itu alasanmu kuat menjalani hidup.

Baca juga  5 Manfaat Dibalik Merdunya Irama Musik

Hidup akan selalu berat, tapi akan selalu ada yang meringankan. Temukan kawan, temukan!


PukulTiga

Novice

Penulis yang kadang ngehek. Namanya juga manusia. Ogut yang penting woles dan memberi informasi yang bermanfaat.