Olahraga   

Sejarah Panjang Juventus, Klub Terbaik Liga Italia


Sejarah Panjang Juventus, Klub Terbaik Liga Italia 1

Juventus Football Club adalah klub sepakbola tersukses di Liga Italia. Tim ini merupakan pemegang rekor 36 kali juara Liga Italia sejak kompetisi itu digelar tahun 1897 – 2020.

Lantas, bagaimana kisah dan sejarah klub kebanggaan masyarakat kota Turin ini hingga akhirnya mampu menancapkan hegemoninya di jagat persepakbolaan Italia?

Bermula dari Sekolah Elit

Sejarah Panjang Juventus, Klub Terbaik Liga Italia 3

Tidak seperti beberapa klub yang memulai kelahiran mereka dari serikat buruh, asosiasi pedagang, kesatuan militer atau organisasi politik, sejarah Juventus justru bermula dari sebuah sekolah bernama Massimo D’Azeglio Lyceum.

Massimo D’Azeglio Lyceum merupakan sekolah elit yang ada di Turin. Pasa siswanya mendirikan sebuah perkumpulan sepakbola bernama Sport Club Juventus pada tahun 1897, namun berubah nama menjadi Football Club Juventus pada tahun 1899.

Untuk diketahui sekilas saja, ada banyak alumni terkenal dari Massimo D’Azeglio Lyceum, antara lain adalah Norberto Bobbio, Giulo Einaudi, Vittorio Foa dan tentu saja Primo Levi.

Perihal nama Juventus sendiri, ada yang unik mengenai hal ini. Kenapa kemudian para siswa sekolah tersebut memakai nama Juventus?

Awalnya mereka cukup sengit berdebat untuk menentukan nama klub. Ada yang menyukai menggunakan nama latin, ada yang suka menggunakan nama Italia modern. Lalu muncullah tiga opsi terkuat untuk dijadikan nama resmi. Ketiga nama tersebut adalah Societa Via Port, Societa Sportive Massiomo D’Azeglio dan Sport Club Juventus.

Akhirnya nama ketiga yang dipilih. Juventus sendiri adalah sebuah kata dari bahasa latin yang berarti muda atau pemuda. Ini cukup unik karena kebanyakan klub di Italia menyematkan nama daerahnya untuk dijadikan nama klub, semisal AC Milan, AS Roma, Napoli atau Sampdoria.

Baca juga  Neymar Jr Biografi, Perjalanan & Karirnya Di Sepakbola

Pada awal pendirian Juve, ada dua tokoh yang cukup sentral peranannya. Keduanya adalah kakak beradik Eugenio dan Enrico Canfari. Merekalah angkatan pertama pasukan Juventus.

Pada awalnya Juve menggunakan seragam bercorak hitam dan pink. Namun setelah cukup era masuk kompetisi resmi, mereka menggantinya dengan seragam hitam putih, terinspirasi dari sebuah klub Inggris bernama Notts County.

 

Perpecahan Dengan Torino FC

Pada tahun 1906, beberapa staf dan pejabat klub memisahkan diri dari Juventus lalu mendirikan Torino FC. Kelak, Torino benar-benar akan menyulitkan Juventus, khususnya di era Liga Italia Serie A sepanjang 1940 hingga 1950.

Ikut Liga

Sejarah Panjang Juventus, Klub Terbaik Liga Italia 4

Keseriusan Juventus nampaknya memang sudah terlihat sejak awal. Pada tahun 1900, mereka memutuskan untuk ikut kompetisi nasional sepakbola negeri Italia. Itu berarti hanya dibutuhkan tiga tahun setelah mereka berdiri lalu bertarung di level yang sesungguhnya.

Meski demikian baru pada tahun musim 1904-1905, Juve meraih gelar pertama. Juventus menjadi kampiun dengan menyingkirkan pesaing utama mereka, Genoa yang harus berpuas menjadi runner-up.

Pada tahun 1929-1930, kompetisi nasional sepakbola di Italia berganti format dan struktur menjadi Liga Italia. Setelah era ini, Juventus langsung menggila dan memenangkan banyak sekali juara.

Pada tahun 1923, seorang pengusaha kaya raya bernama Edoardo Agnelli membeli Juve. Dia adalah pemilik FIAT, sebuah pabrikan mobil populer dari Italia.

Agnelli langsung melakukan berbagai reformasi dan memberikan nafas baru untuk klub. Dirinya membangun sebuah stadion baru serta memperlengkapi anak-anak Turin dengan fasilitas yang mumpuni.

Pada tahun 1926, Juve berhasil meraih scudetto kedua mereka. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, namun hal paling gemilang hadir di sepanjang tahun 1930-1935. Pada saat itu, Juventus berhasil menjadi juara Liga Italia Serie A lima kali berturut-turut. Pelatih Juve saat itu bernama Carlo Carcano.

Baca juga  5 Aplikasi Olahraga Terbaik, Mudah dan Bisa Kamu Lakukan Dirumah

Setelahnya Juve sempat melorot performanya. Bahkan di awal tahun 1940an, mereka tak mampu mengimbangi dominasi tetangga berisik mereka, Torino FC yang sedang gila-gilanya. Klub berlambang banteng ngamuk itu berhasil menyabet liga gelar Liga Serie A sebelum akhirnya tragedi kecelakaan Basilica Superga terjadi. Paska peristiwa yang merenggut semua pemain utama Torino itu, klub tersebut langsung menurun prestasinya.

Pada musim 1957-1958, di bawah asuhan John Charles, Juventus berhasil meraih scudetto yang kesepuluh sekaligus berhak memasang ikon bintang di atas lambang mereka, kuda zebra yang sedang berjingkrak.

 

Era Marcello Lippi

Salah satu era paling menegangkan sekaligus membanggakan adalah di masa kepemimpinan pelatih Marcello Lippi. Sepanjang kepemimpinannya, Juve stabil di golongan papan atas, bersama Intermilan, AC Milan, Lazio dan AS Roma.

Peran Lippi begitu sentral. Ia mengkomandoi La Vecchia Signora dari musim 1994-1995 hingga 2003-2004. Meski begitu, ia sempat digantikan oleh Carlo Anceloti pada musim 1999 hingga 2001.

Di awal musim, ia sudah berhasil memberikan gelar juara untuk Juventus. Dia juga berhasil mendatangkan banyak pemain hebat kelas dunia, semisal Zinadine Zidane, Roberto Baggio, Pavel Nedved dan kiper Gianluigi Buffon.

Semasa kepelatihan Lippi, Juve juga bisa berprestasi cukup meyakinkan di ranah Eropa. Mereka berhasil menyabet 1 gelar Liga Champions, yakni di musim 1996 melawam jagoan Belanda, Ajax Amsterdam yang dikenal dengan semangat spartan dan pasukan mudanya.

 

Terjerat Calciopoli

Pada tahun 2006, muncul kasus yang menyeret klub-klub Serie A. Kasus itu bernama Calciopoli, yakni kejahatan pengaturan skor dalam berbagai pertandingan yang melibatkan klub, pengurus klub dan pejabat di lingkup Liga Italia.

Klub yang akhirnya di hokum oleh federasi sepakbola Italia (FIGC) adalah AC Milan, Regina, SS Lazio, Fiorentina dan Juventus. Dari semua klub itu, Juve mendapat hukuman paling berat.

Baca juga  6 Pemain Sepakbola Hebat yang Tidak Pernah Pindah Klub

FIGC melucuti gelar juara Juve pada musim 2005 dan 2006. Tidak hanya itu, Juve juga turun kasta ke level B. Ini merupakan hal terkelam dalam sejarah sepakbola La Vecchia Signora.

 

Bangkit dan Mendominasi

Meski begitu, faktanya Juve mampu kembali ke jalur prestasi dengan sangat cepat. Bahkan Juve berhasil menjadi juara Liga Italia Seri A 9 kali berturut-turut, yakni sejak musim kompetisi 2011-2-12 hingga terakhir 2019-2020.

Apa yang terjadi dengan Juve tentu jauh melampaui prestasi dari para pesaing terdekatnya, yakni AC Milan maupun Intermilan. Juve bahkan jauh lebih mengagumkan dari Bayern Munchen, PSG dan Ajax Amsterdam yang masing-masing begitu mendominasi Bundesliga Jerman, Ligue 1 Perancis ataupun Eredivise Belanda. Mungkin sekali dominasi Juve akan terus mencengkeram Italia hingga tahun-tahun mendatang.

 

Perubahan Logo

Sejarah Panjang Juventus, Klub Terbaik Liga Italia 5

Sama seperti beberapa klub lainnya seperti Arsenal, Chelsea ataupun Liverpool, Juve juga mengubah logo resmi klub yang tadinya berlambang kuda jingrak menjadi huruf J besar.

Logo baru Juventus diperkenalkan pada 16 Januari 2017. Meski pada kenyataannya klub itu sudah 11 kali mengganti logo, tetapi apa yang terjadi kini sungguh sangat berbeda. Tidak ada lagi kuda zebra maupun garis hitam putih yang selama ini menjadi ciri khas Juventus.

Para Juventini di seluruh dunia juga terlibat pro-kontra dalam menyambut logo baru klub mereka tersebut. Bagi Juventus sendiri, perubahan ini menandai karakter sejati klub, yakni keberanian dalam mengambil inovasi dan perubahan.

Apakah Juve akan terus mendominasi Italia dan bahkan mulai mencaplok Eropa? Mungkin saja, dalam dunia sepakbola tidak ada kemustahilan.

Sejarah Panjang Juventus, Klub Terbaik Liga Italia 6

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Koala Merah

   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.