Opini    , Karir   

Beberapa Rintangan Besar dalam Menulis & Cara Mengatasinya


Beberapa Rintangan Besar dalam Menulis & Cara Mengatasinya 1

Ingin jadi penulis? Sah-sah saja. Namun jika hanya ingin jadi penulis tetapi tidak mau melakukan action, maka jangan salahkan nasib jika keinginan mulia itu tidak pernah terwujud.

Menjadi penulis memang sebuah cita-cita yang baik. Terlebih didasari oleh harapan menjadi suluh untuk masyarakat, mewartakan kebenaran, mengedukasi bangsa serta menerbitkan kebaikan.

Tetapi semua itu tak akan terwujud jika tidak pernah bertindak. Untuk menuju kesana, maka seorang penulis harus diuji dengan pertanyaan ini : seberapa berkualitas karya tulisan Anda?

Oh, apakah itu terlalu berat? Baiklah, pertanyaan yang jauh lebih mudah dijawab, tetapi belum tentu juga bisa terjawab dengan baik, apa bukti Anda memang ingin jadi penulis?

Tak perlu berpanjang kata dengan bicara, jawablah dengan karya. Ya, penulis harus punya tulisan. Penulis harus menulis.

Semudah itukah? Tentu saja iya. Menulis memang mudah, tetapi tidak pernah semudah itu. Buktinya ada saja orang yang membiarkan cita-cita mulianya menjadi penerus Pramudya Ananta Toer, Boris Pasternak, Machiavelli, JK Rowling, ataupun Bernard Batubara.

Baca juga  5 Pekerjaan yang Cocok Bagi Para Pecinta Hewan

Ada beberapa rintangan dan halangan yang membuat aktivitas menulis menjadi sedikit rumit. Bahkan terlihat sulit.

Jadi, jangan takut kehabisan ide. Takutlah kehabisan motivasi untuk menulis. Ide, topik atau tema akan selalu ada untuk Anda. Silahkan temukan.

Kesulitan Menemukan Ide

Ini merupakan kesulitan pertama dan terbesar, menemukan ide untuk menulis. Jika Anda mengalaminya, jangan khawatir, ada banyak orang yang juga mengalaminya.

Penulis-penulis besar juga sering menghadapi kesulitan yang satu ini. Padahal selalu ada saja topik untuk ditulis. Mulai dari cucu yang bandel, gebetan yang hobi selingkuh, pengalaman ditilang polisi, melihat hantu di kamar mandi hingga berita dari surat kabar.

Koran, majalah dan tabloid adalah gudangnya ide. Di jaman digital ini, Anda bisa dengan mudah membaca terbitan-terbitan dari berbagai sumber melalui smartphone.

Jadi, jangan takut kehabisan ide. Takutlah kehabisan motivasi untuk menulis. Ide, topik atau tema akan selalu ada untuk Anda. Silahkan temukan.

 

Kesulitan Menemukan Alur

Ini bukan hanya dialami oleh para penulis fiksi. Bahkan mereka yang sedang menyusun skripsi, membuat karya ilmiah atau menulis laporan keuangan juga sering menghadapi tantangan yang semacam ini.

Baca juga  Tips Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi 

Alur dalam menulis adalah tentang tahapan. Mana yang harus dibahas terlebih dahulu, mana yang baiknya ditampilkan kemudian. Walau sudah banyak formula dan teknik yang bisa ditemukan di Google, tetapi nyatanya dalam praktik tidak semudah itu.

Lantas bagaimana cara untuk menanganinya? Banyak membaca dan berlatih. Tidak perlu buru-buru mengejar cara membuat kisah dengan alur melompat yang luar biasa seperti karya-karya Eka Kurniawan atau Sekar Ayu Asmara. Cobalah novel yang lebih cair dan mengalir. Tulisan Putu Wijaya atau Arswendo Atmowiloto.

Setiap tulisan seharusnya bisa menemukan pembacanya sendiri. Asal Anda sungguh-sungguh membuat karya yang baik dan berkualitas. 

Kesulitan Menemukan Diksi

Satu hal lagi terkait proses penulisan, menentukan diksi yang tepat. Setiap bahasa punya keindahannya sendiri. Tak peduli Anda menulis dalam Bahasa Jawa Kawi atau Catalonia, perbendaharaan kata Anda sebagai seorang penulis harus banyak. Jangan sampai membuat rangkaian kalimat yang berbelit-belit dan menjemukan.

Cobalah untuk berlatih menulis rutin. Itu akan sangat membantu. Menulis sambil menunggu dipanggil petugas puskesmas atau menulis ketika di dalam kereta. Semua itu adalah kebiasaan sederhana yang sangat besar dampak positifnya.

Baca juga  Contoh Kata Pengantar Makalah

 

Kesulitan Menemukan Kesalahan

Anda hobi mencari kesalahan orang lain. Mungkin Anda cocok jadi penulis, karena justru hal itulah yang seharusnya dimiliki penulis tetapi nyatanya tidak : mencari kesalahan suatu karya tulis. Bisa itu tipo, kalimat yang diksinya aneh, alurnya yang sulit dicerna hingga ide pokok yang tidak jelas.

Memang itu pekerjaan editor dan teamnya. Namun jika penulis mampu memiliki skill itu, wah pasti akan hebat sekali.

 

Kesulitan Menemukan Pembaca

Sebenarnya ini tidak terlalu penting : mencari pembaca. Setiap tulisan seharusnya bisa menemukan pembacanya sendiri. Asal Anda sungguh-sungguh membuat karya yang baik dan berkualitas.

Namun faktanya di hasil penelitian tentang minat baca masyarakat Indonesia masih belum setinggi negara-negara maju. Jadi Anda harus aktif mencari pembaca untuk tulisan Anda.

Semoga artikel sederhana ini bisa membantu Anda dalam menggapai mimpi jadi seorang penulis. Jangan ragu untuk memulai, karena jika tidak dimulai segera, maka impian hanya tidak akan jadi kenyataan sampai kapanpun.

Beberapa Rintangan Besar dalam Menulis & Cara Mengatasinya 3

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Koala Merah

   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.