Opini    , Teknologi   

Indonesia ‘Masih’ Belum Siap Pembelajaran Online

Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?3 menit


Indonesia 'Masih' Belum Siap Pembelajaran Online 1

‘Cultural Lag’ Pembelajaran Online

Terhitung sudah hampir empat bulan sejak PSBB dilakukan dan pembelajaran dialihkan menjadi berbasis online. Dunia pendidikan terasa seperti mengalami ‘culture lag’, karena sebelumnya pembelajaran difokuskan pada tatap muka, namun adanya pandemi menyebabkan pembelajaran harus menggunakan perangkat digital.

Meskipun pembelajaran berbasis digital memudahkan guru dan siswa dalam berinteraksi dan tetap melakukan kegiatan belajar mengajar, namun tidak sedikit yang mengalami kesulitan dalam menggunakan teknologi digital, baik karena faktor teknologinya, tidak ada sinyal di kampung, tidak mempunyai perangkat yang mendukung pembelajaran, faktor manusia yang tidak bisa mengoperasikan perangkat digital karena belum terbiasa menggunakan perangkat digital, faktor sistem yang dapat menjamin siswa dan guru menjalankan pembelajaran dengan baik, hingga faktor psikologi keluarga yang berbeda-beda dalam membimbing anak belajar di rumah.

 

Pendidikan Jarak Jauh Bukan Hal Baru di Indonesia, Tapi…..

Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) sebenarnya sudah ada sejak tahun 1950an melalui siaran radio, pembelajaran jarak jauh mulai dikembangkan untuk memberikan pendidikan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan geografis untuk mengakses pendidikan atau masyarakat yang sudah tidak mungkin lagi kembali ke bangku sekolah seperti ex tentara pelajar. Ada yang menggunakan siaran radio, ada pula yang menggunakan media cetak dan dikirimkan ke siswa yang mengikuti pembelajaran/pelatihan. Kemudian setelah adanya teknologi internet mulailah dikembangkan sistem pembelajaran e-learning/pembelajaran online. Namun tampaknya dengan pengalaman yang sudah puluhan tahun menjalankan Pembelajaran Jarak Jauh, Indonesia masih saja belum mempunyai sistem yang baik dalam melaksanakan pembelajaran berbasis online.

Baca juga  SEX, Salah Satu Kunci Kebahagiaan Hidup

 

Infografis Perkembangan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Indonesia

Indonesia 'Masih' Belum Siap Pembelajaran Online 3

Banyak aduan yang diterima oleh KPAI, antara lain kuota yang terbatas, peralatan yang tidak memadai untuk online, tidak memiliki laptop/komputer, dan beratnya tugas yang diberikan dalam waktu yang sempit. Untuk menghemat kuota anak didik, biasanya guru akan membatasi penggunaan teleconference dalam pembelajaran, sehingga yang terjadi adalah pembelajaran mandiri dengan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa. Alhasil, berdasarkan survei KPAI, 79,9% responden menyatakan bahwa pembelajaran berlangsung tanpa interaksi guru dengan siswa. Hanya 23,3% siswa yang senang dengan pembelajaran online, sedangkan sisanya sebanyak 76,7% siswa mengaku tidak senang dengan pembelajaran online. Hal ini cukup disayangkan karena Indonesia masih belum siap dengan pembelajaran online, padahal pembelajaran online seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar dan merupakan masa depan sistem pendidikan.

 

Apa yang Harus Dilakukan Pemerintah?

1. Mempercepat dan Menyempurnakan Program Digitalisasi Sekolah

Pada bulan September 2019 Kemendikbud meluncurkan program Digitalisasi Sekolah dengan pemberian sarana pembelajaran online ke sekolah dan komputer tablet kepada siswa, terutama pada daerah 3T (Terdepan,Terpencil,Tertinggal). Selain sarana komputer, perlu disediakan juga infrastruktur jaringan internet yang kuat dengan bekerjasama dengan Kominfo. Dalam rangka penyediaan jaringan internet, pemerintah juga dapat memperbanyak Desa Digital, sehingga dapat mengurangi kesenjangan digital masyarakat Indonesia. Program digitalisasi sekolah perlu dipercepat dengan bekerjasama dengan berbagai sektor pemerintahan maupun pihak swasta.

Baca juga  5 Software Terbaik Untuk Menggambar Manga

 

2. Membuat Regulasi Pembelajaran Online yang Tersistematis

Sampai saat ini belum ada regulasi pembelajaran online yang tersistematis untuk seluruh jenjang pendidikan di Indonesia. Adanya pandemi mengakibatkan Kemendikbud menerbitkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Desease (Covid-19) mengenai penyesuaian pembelajaran menjadi berbasis online yang tidak membebani guru dan siswa. SE belum secara rinci mengatur bagaimana pembelajaran online yang harus dilakukan. Peraturan mengenai Pendidikan Jarak Jauh juga baru tertuang dalam BAB VII Permenristekdikti Nomor 51 Tahun 2018 tentang Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Negeri, dan Pendirian, Perubahan, Pembubaran Perguruan Tinggi Swasta. Belum ada peraturan pembelajaran online untuk jenjang SD-SMA/SMK/MA. Selain itu, pembelajaran online di kalangan perguruan tinggi juga masih banyak kekurangan seperti pelaksanaan pembelajaran yang belum maksimal, serta subsidi kuota yang belum bisa direalisasikan di berbagai perguruan tinggi.

Perlu dibuat regulasi pembelajaran online yang tersistematis mulai dari sarana dan prasarana, pembiayaan, penjaminan mutu, proses pembelajaran, serta pendidik dan tenaga kependidikan. Aturan ini  nantinya menjadi pegangan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di Indonesia dalam melaksanakan pembelajaran online agar tidak menghilangkan unsur interaksi guru-siswa serta menyenangkan siswa dalam menjalani proses pembelajaran.

Baca juga  5 Rekomendasi Tema Xiaomi Anime Tembus Banyak Aplikasi Untuk MIUI 11

 

3. Membangun Masyarakat Pembelajar

Salah satu hal yang menjadi PR bidang pendidikan di Indonesia adalah bagaimana agar dapat menciptakan siswa menjadi seorang pembelajar sepanjang hayat yang terus belajar meskipun tidak bertatap muka langsung dengan gurunya, berani mengeksplorasi keingintahuan mereka atas segala sesuatu, serta bagaimana menciptakan guru yang inovatif dan dapat beradaptasi dengan baik. Ketika manusia sudah memiliki etos belajar sepanjang hayat, dan guru guru rela dengan keikhlasan hati untuk berbagi dan mendorong siswanya menjadi pembelajar mandiri, maka pembelajaran berbasis online dapat terlaksana dengan baik.

Perlu perubahan mindset belajar yang selama ini tertanam bahwa belajar hanya bisa dilakukan di ruang kelas. Kita bisa belajar dimana saja dan kapan saja. Inilah yang menjadi pondasi pembelajaran jarak jauh. Perlu dikembangkan literasi digital baik untuk guru, siswa, maupun orang tua. Untuk dapat membangun masyarakat pembelajar salah satu caranya bisa dengan membuat materi pelajaran yang menarik dan relevan bagi siswa sehingga membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan  siswa dapat merasakan bahwa belajar itu menyenangkan. Indonesia sebenarnya merupakan pengguna internet yang cukup besar, namun literasi digitalnya masih kecil. Cukup disayangkan bukan?

Indonesia 'Masih' Belum Siap Pembelajaran Online 4

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Lintangasa

Hero   

Never Stop Learning, Because Live Never Stop Teaching