Opini   

Jadikan Kreativitas Sebagai Energi

Sebuah bacaan ringan yang akan memantik jiwa kreatif Anda. 2 menit


Jadikan Kreativitas Sebagai Energi 1

Apakah penderitaan terbesar bagi para narapida yang mendekan di sel tahanan? Tentu saja hilangnya kebebasan. Kebebasan untuk bertemu dengan saudara, kekasih, teman dan orang-orang yang mereka sayangi.

Selain kebebasan untuk bertemu dengan orang-orang yang mereka kasihi, penjara juga membatasi kreativitas mereka. Andikata tetap bisa berkreasi tentu saja tak semaksimal jika mereka hidup bebas di luar rumah tahanan. Tembok-tembok tebal dan kerangkeng besi telah memenjarakan mereka dan membatasi kemampuan mereka berkreasi.

Nelson Mandela Menolak Menyerah

Jadikan Kreativitas Sebagai Energi 3

Walau begitu mari berkenalan dengan sosok Nelson Mandela. Pemimpin revolusi tanpa kekerasan itu berhasil menghancurkan sistem busuk yang membuat pribumi kulit hitam Afrika sebagai warga negara kelas dua di tanah air mereka sendiri.

Tentu saja perlawanan Nelson Mandela yang gigih dan inspiratif itu sangat ditakuti rejim Apartheid. Partai Nasional yang berisi para penduduk Afrika dari golongan kulit putih memusuhinya habis-habisan.

Baca juga  Liga Italia: Berjuang untuk Bangkit Malah Dihajar Corona

Nelson Mandela akhirnya dipenjara. Ia sempat terkena tuberkulosis, penyakit yang diidapnya karena lembabnya udara di sel tahanan. Alih-alih dibebaskan, Bapak Afrika Selatan ini hanya dipindah saja.

Namun dari dalam penjara, semangatnya tak luntur. Kreativitasnya tidak mati. Dia mampu menjadi inspirasi bagi banyak pemimpin Afrika dan pendukungnya melalui surat-surat yang ia tulis dari penjara.

Nelson Mandela tidak sendirian. Ada banyak orang hebat yang daya kreativitasnya tak mampu dibendung dan dimatikan oleh gelapnya suasana di dalam sel. Dari negeri sendiri ada Sukarno, Tan Malaka maupun Pramudya Ananta Toer. Mereka semua menulis risalah, melahirkan tulisan mahapenting dan membidani lahirnya karya sastra hebat.

Sukarno menulis banyak risalah ketika berhadapan dengan para kolonial Belanda dan Jepang. Ia rajin menulis dan membaca, sesuatu yang membuatnya menjadi salah satu orator terbaik yang pernah lahir dalam sejarah.

Tan Malaka rutin menulis pesan untuk para pendukung dan orang-orang yang membutuhkan sarannya. Ia berkembang seiring dengan keadaan sulit yang menerpanya.

Baca juga  Pentingnya Rasa Kemanusiaan di Tengah Pandemi Covid-19

Dan Pram yang disebut-sebut penulis terbaik Indonesia melahirkan karya-karya hebatnya di balik jeruji penjara.

Mereka adalah sosok-sosok yang menolak menyerah pada keadaan dan tunduk pada kondisi yang serba sulit. Mereka memberi makan jiwa-jiwa kreativitas lalu memupuknya agar berkembang dan membuahkan karya-karya kelas dunia.

 

Energi yang Hebat

Benar sekali jika dikatakan bahwa kreativitas adalah energi  yang perlu untuk terus dikembangkan. Sebagai sebuah energi, ia berpotensi membantu meningkatkan kualitas hidup Anda.

Maka jikalau Anda menunda memberi makan jiwa kreatif dan bahkan mematikannya, maka berkacalah dari sosok seperti Mandela dan Pram, yang terus kreatif tanpa mencari pembenaran untuk malas.

 

Kreativitas Harus Dikembangkan

Tidak semua orang adalah insan kreatif, hanya mereka yang mau mengembangkan potensinya saja. Benar, semua orang bisa kreatif namun tidak semua mau berjuang untuk menuju ke arah itu.

Baca juga  Jejak Pers Bung Karno

Kreativitas membutuhkan makanan, yakni kesungguhan, konsistensi dan kerja keras. Semakin sering jiwa dan naluri kreatif diasah, maka semakin besar energi yang akan terpancar.

Seseorang dengan bakat melukis, bernyanyi, menjadi insinyur atau orator hebat hanya akan menjadi biasa-biasa saja jika semuanya tidak dikembangkan. Sama dengan energi kreatif. Ia perlu terus ditajamkan.

Memang susah, namun pada akhirnya kebanggaan akan terpancar dari setiap karya yang terbit dan mendapat pengakuan.

Kreativitas juga bisa berkembang melalui lingkungan yang kondusif. Berteman dengan orang-orang yang visioner, memiliki ragam perspektif dan punya ide-ide cerdas adalah salah satu jalan untuk meningkatkan daya kreativitas.

Sebaliknya, hanya bergumul dengan orang-orang toxic dengan cara pandang sempit dan hobi mengeluh akan mematikan potensi Anda. Energi kreativitas yang berpotensi membantu Anda meraih kesuksesan juga bisa redup dan akhirnya lenyap.

Jadikan Kreativitas Sebagai Energi 4

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Koala Merah

Legend   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.