Opini    , Hewan   

Jika Begini Terus, Bagaimana Nasib Gajah Kedepannya?


Jika Begini Terus, Bagaimana Nasib Gajah Kedepannya? 1

Bisa dikatakan, gajah adalah salah satu satwa liar yang sebenarnya cukup ramah bila dipelihara dengan baik. Mereka adalah herbivora dengan belalai panjang yang usia hidupnya bisa mencapai 70 tahun lamanya.

Muqaddimah singkat di atas adalah pembuka dari pembahasan kita kali ini. Yup! Disini penulis akan menyampaikan sebuah opini, yang mungkin bisa ja di dapat membuka sedikit pintu hati para pembaca, khusus kepada para instansi terkait agar lebih peduli terhadap masa depan satwa ini, yaitu gajah.

Mengenal gajah

Jika Begini Terus, Bagaimana Nasib Gajah Kedepannya? 3

Jangankan kita, saya yakin anak-anak yang duduk di bangku TK juga sudah akrab dengan hewan yang satu ini. Gajah merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang sampai saat ini masih tersisa dan berjuang untuk bertahan hidup. Disamping posturnya yang terbilang sangat besar bila dibandingkan dengan hewan-hewan lain, ternyata gajah diyakini mempunyai karakter yang cukup unik sehingga layak untuk diacungi jempol.

 

Sedikit Merenung Tentang Gajah

Jika Begini Terus, Bagaimana Nasib Gajah Kedepannya? 4

Pernah tidak kamu membayangkan, jika kamu menempati posisi atau kondisi sebagaimana yang para gajah alami saat ini? Jangan bilang lebay, sebab ini adalah faktanya. Manusia di seluruh dunia saat ini sedang mengalami krisis empati terhadap hewan, khususnya dalam hal ini gajah.

Baca juga  Sistem Pendidikan Indonesia Di Masa Pandemi

Bayangkan saja! Kita tahu bahwa seekor induk gajah memiliki masa kehamilan sekitar 18-22 bulan. Angka tersebut dua kali lebih lama dari ibu-ibu kita, yang mengandung kita saat kita masih bayi. Setelah dilahirkan, seekor anak gajah akan berada pada fase menyusui kurang lebih sekitar 3 tahun lamanya.

Gajah kecil biasanya belajar dari ibunya tentang banyak hal, dan bermain dengan teman-temannya. Adapun jika ia adalah gajah betina, maka ia akan berkelompok dengan gajah betina lainnya, sedangkan jika ia adalah gajah jantan, maka ketika memasuki fase pubertas, ia akan berpisah dari induknya, mengasingkan diri, dan bergabung dengan gajah jantan lainnya.

 

Hidup Berkelompok Bersahabat Dengan Predator

Jika Begini Terus, Bagaimana Nasib Gajah Kedepannya? 5

Bayangkan bila kamu hidup sebagai seekor gajah. Jika kamu adalah gajah betina, maka menjelajahi hutan seluas 200m² bersama gajah betina lainnya adalah sebuah keharusan. Dalam kondisi yang yang lebih memprihatinkan, bahkan kamu harus terpisah dengan kerabat terdekatmu. Berpencar menjadi kelompok yang lebih kecil, tanpa tahu apakah dapat berjumpa kembali. Bayangkan bila kamu seekor gajah!

Namun bila kamu adalah seekor gajah jantan dan telah memasuki usia dewasa, mau tidak mau kamu bersama ayahmu harus mencari kelompok yang mau menerimamu, untuk kemudian bersama menjelajahi jalur, yang dianggap mampu menunjang kebutuhan hidup kelompok. Ohiya, para gajah juga kerap mendapatkan ancaman dari para predator yang setiap saat bisa saja muncul, entah itu di darat atau sungai. Jadi kematian kamu sebagai seekor gajah dapat lebih tidak terkira, dibanding manusia. Bayangkan jika kamu seekor gajah!

Baca juga  Tradisi Minum Teh, Bagian Kolonialisme yang Masih Bertahan

 

Kehidupan Gajah Yang Kian Tersingkir

Jika Begini Terus, Bagaimana Nasib Gajah Kedepannya? 6

Entah apa menjadi sebab dan musababnya, manusia menganggap para gajah sebagai sosok makhluk yang mengancam dan seakan harus disingkirkan. Bukan hanya diusir dari wilayah yang seharusnya mereka tempati, tidak jarang para kawanan gajah dibantai, dibunuh, untuk kemudian diambil gading dan diperdagangkan. Tidak cukup sampai disitu, hutan yang dulunya luas dan ramah telah manusia ubah perlahan demi perlahan, menjadi jalanan beton dan kota yang hiruk pikuk.

Seakan kehabisan rasa peduli dan empati, mencoba memahami maksud manusia, namun tetap tak pernah bisa dimengerti. Coba sejenak kita bertukar posisi. Bagaimana perasaan kita manusia, bila para gajah melakukan hal yang serupa pada kita? Atau untuk lebih mendekatkan pemahaman, apa pendapatmu bila muncul seseorang yang asing, lalu tiba-tiba saja mencabut kuku dan gigimu untuk kemudian dijual atau diperdagangkan, bagaimana menurutmu?

Baca juga  Anime Bukan Sekedar Tontonan Untuk anak-anak, Kok bisa?

Sekali lagi, ini sungguh-sungguh sebuah “keanehan” dari manusia yang tidak dapat dimengerti.

Lihat di sana, sekitar 70 persen habitat gajah Sumatera habis hanya dalam kurun 25 tahun. Terlebih khusus populasi gajah di Riau, telah terdokumentasi setidaknya terjadi penurunan populasi dengan angka yang cukup fantastis, yaitu 80% lebih. Coba sesekali bayangkan, bagaimana bila 80% penduduk di pulau Jawa meninggal akibat pembantaian?

Ini masalah serius, pihak-pihak yang terkait dan bertanggungjawab dalam menjaga ekosistem alam hendaknya serius dalam menangani masalah ini. Mulai dari peningkatan kontrol hutan, penindakan tegas terhadap para pemburu, dan segala aspek yang berkaitan langsung dengan keseimbangan populasi hewan, khususnya dalam hal ini populasi gajah.

Semoga opini singkat ini dapat tersampaikan, dan sedikit menggugah kita, khususnya lembaga terkait untuk lebih memperhatikan populasi satwa, khususnya gajah. Terima kasih atas perhatian dan waktunya, jangan lupa share artikel ini ke sosial mediamu, agar orang-orang disekitarmu tahu bagaimana perkembangan dunia saat ini.

Jika Begini Terus, Bagaimana Nasib Gajah Kedepannya? 7


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Akhbar

   

Nama saya akhbar sanusi. Saya adalah seorang kontributor konten SEO di berbagai media online. Saat ini, saya sedang fokus mendalami dunia desain grafis, tanpa mengesampingkan interesting saya terhadap dunia search engine optimization.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments