Kerja Harus Cerdas, Jangan Cuma Keras

Pastikan keringatmu tidak mengucur sia-sia2 menit


39
39 upvote
Kerja Harus Cerdas, Jangan Cuma Keras 1

Entah sudah ada berapa esai dan nasihat dari motivator handal mengenai adegium ini : kerja cerdas. Iya, kerja keras itu bagus tapi lebih bagus lagi jika dikombinasikan dengan kerja yang pintar, cerdas dan cerdik.

Ingat, jaman sudah berubah sangat berbeda. Kita sedang mengalami revolusi industri ke – 4 atau yang sering disebut industri 4.0 oleh pada cerdik pandai, ahli industri, pengamat ekonomi dan media massa.

 

Perkembangan Alat Komunikasi

Salah satu faktor yang mampu membuat perubahan zaman semakin pesat adalah perkembangan media komunikasi manusia yang mengalami lompatan luar biasa.

Manusia hanya butuh waktu kurang dari 200 tahun sejak diciptakannya radio untuk bisa menemukan dan memaksimalkan smartphone, sebuah gadget dengan fungsi utama adalah menelepon tetapi pada akhirnya terintegrasi dengan layanan internet.

Baca juga  5 Cara Sederhana Mengatasi Wifi Yang Tidak Bisa Connect

Bayangkan, dari tahun 1890 dimana Gugielmo MarconiĀ menciptakan radio, perkembangan alat komunikasi dan informasi manusia semakin pesat. Kini kita tidak hanya bisa mendengarkan radio ataupun berkirim pesan, tetapi sudah mampu membuka rekening, menonton video hingga menciptakan konten dari smartphone.

 

Fasilitas yang Memudahkan

Alhasil untuk urusan iklan, tidak perlu lagi susah payah memasang tulisan di surat kabar, cukup menggunakan Google Ads, Facebook Ads atau Bing Ads untuk bisa melebarkan lini usaha yang dimiliki.

Tentu hal ini tidak pernah terjadi di masa-masa sebelumnya. Internet dan murahnya teknologi hingga smartphone bisa tersebar secara luar biasa masif di berbagai pelosok dan ujung bumi, membuat kita mengalami masa yang penuh kemudahan.

 

Mengintegrasikan Teknologi

Kerja cerdas adalah suatu sistem kerja yang mengintegrasikan kecakapan manusia dengan teknologi serta menggunakan terobosan, inovasi, metodologi, metode, dan cara yang membuat pekerjaan menjadi jauh lebih efisien.

Baca juga  Cara Membuka Situs Yang Diblokir Tanpa VPN

Rasa-rasanya sudah bukan jamannya lagi untuk membenturkan kerja keras vs kerja cerdas, mengingat kita bukan akan menghadapi zaman digital, tetapi sudah menjalaninya.

Kompetisi kerja semakin sulit dan ketat. Ini membutuhkan strategi. Memang kerja keras adalah sebuah kewajiban, tetapi wajib hukumnya untuk dikombinasikan dengan sistem kerja yang cerdas dan efisien.

Kerja Harus Cerdas, Jangan Cuma Keras 3

Mulai dari tukang parkir hingga trader di bursa saham, semuanya sudah tersentuh teknologi. Entah kapan teknologi parkir automatis akhirnya juga akan menggeser pekerjaan abang-abang tukang parkir.

 

Melawan Zaman

Lawan Anda bukan cuma manusia dari segala bangsa yang rela pergi jauh meninggalkan tanah leluhurnya untuk cari cuan, tetapi musuh Anda juga adalah mesin dan algoritma cerdas yang bisa mengkalkulasi perhitungan rumit dengan tingkat akurasi luar biasa dalam waktu hanya sepersekian menit.

Mampukan untuk melawan mereka semua? Mampu, jika Anda bisa meningkatkan skill dan etos kerja plus mempelajari bagaimana memanfaatkan teknologi dengan baik.

Baca juga  Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir

Namun jika Anda hanya melulu mengandalkan semangat dan kerja keras saja, mempercayai cara kerja konvensional dan enggan berubah, sama saja Anda melawan zaman. Dan Anda pasti kalah.

Kodak gagal karena menolak inovasi untuk mengembangkan foto digital. Kesetiannya pada foto film yang rumit, sulit dan berbiaya mahal akhirnya membawa petaka bagi perusahaan besar yang pernah merajai industri kamera tersebut.

Ini pelajarn untuk kita semua. Tidak perlu mengulangi kesalahan yang sama. Mari bekerja keras yang cerdas. Atau bekerja cerdas yang keras.

Bagaimana jika hanya bekerja cerdas saja? Anda tetap sukses, asal lawan Anda tidak mau melakukan kerja cerdas. Tetapi jika sama-sama memilih bekerja dengan cerdas, maka yang paling keras, konsisten dan tahan banting yang akan bertahan.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

39
39 upvote
Guritno Adi Siswoko

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.