Opini    , Karir    , Teknologi   

Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir


Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir 1

Bila kita mengikuti perkebunan dunia teknologi, tentu telinga kita sudah tidak asing lagi dengan istilah AI (Artificial Intelligence). Namun meski begitu, kami yakin beberapa diantara pembaca masih ada yang belum mengenal betul apa itu AI.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan coba jelaskan mengenai apa itu AI, sekaligus menyampaikan opini terkait AI, kira-kira dampak apa saja kedepannya bila AI ini terus dikembangkan. Yuk simak artikel selengkapnya di bawah ini yah.

 

Apa Itu AI (Artificial Intelligence) ? 

Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir 3

Jangan keliru yah, AI yang dimaksud disini bukanlah Ai (愛) dalam bahasa Jepang yang artinya cinta. AI atau yang biasa disebut dengan artificial intelligence merupakan kecerdasan buatan yang disematkan pada sistem, guna meningkatkan intelejensi layaknya kecerdasan pada manusia, yakni : mampu berfikir.

Mengingat pesatnya perkembangan teknologi, AI pun telah mengambil banyak peran dalam perkembangan ekonomi dan keamanan di dua saat ini. Meski sejatinya AI (Artificial Intelligence) bukanlah makhluk hidup (benda mati), namun belakang ini banyak yang memperbincangkan kira-kira dampak apa saja kedepannya, bila AI ini terus dikembangkan. Positif kah? Atau jangan-jangan akan mendatangkan bahaya bagi manusia?

Baca juga  Inilah 5 Aplikasi Wajib Yang Harus Kamu Hapus Ketika Smartphone Terasa Lemot

Berikut beberapa opini penulis, terkait dampak AI (Artificial Intelligence) jika terus dikembangkan, khususnya dampak terhadap karir di masa depan.

 

Mendatangkan Ancaman

Salah kemungkinan dari pengembangan AI (Artificial Intelligence) adalah munculnya ancaman baru yang akan membahayakan kehidupan manusia. Mungkin bagi sebagian orang pendapat ini terdengar sangat konyol, tapi bagi mereka yang memiliki pandangan jauh umumnya mampu melihat kemungkinan-kemungkinan yang dapat muncul ketika AI ini berkembang tanpa kendali. Sebut saja Stephen Hawking, salah seorang fisikawan dan penulis buku kawakan menyebut: “AI (Artficial Intelligence) bisa saja menghancurkan kita, dengan cara mengalahkan kita (manusia) dalam hal pekerjaan. Lebih kurang begitu tandasnya.

 

Lebih ekstrim dari Stephen Hawking, seorang penis, penemu, dan founder SpaceX,  yaitu: Elon Musk menyebutkan : AI (Artificial Intelligence) adalah “setan”. Elon Musk percaya bahwa AI merupakan ancaman yang besar bagi umat manusia. Mungkin tidak saat ini, tapi dalam beberapa tahun kedepan (-penulis).

 

Dibohongi Oleh AI (Artificial Intelligence)

Dibohongi oleh manusia mungkin sudah biasa, tapi pernahkah Anda berfikir bahwa Anda telah dibohongi oleh sebuah sistem, dalam hal ini artificial intelligence? Tentu sangat tidak lucu. Tapi para pembaca tetap perlu waspada. Sebab ketika kita berbicara mengenai AI, berarti kita sedang berbicara mengenai banyak kemungkinan/peluang untuk terjadinya sesuatu.

Baca juga  Kedatangan Smartphone 5G Diprediksikan Akan Mengalahkan 4G Pada Tahun 2023

Ingat, AI atau artificial intelligence adalah sebuah yangl mampu berfikir dan mengembangkan pengalamannya untuk mencari sebuah solusi yang menguntungkan. Secara umum AI terbagi menjadi 2 jenis, yaitu: AI strong (kuat) dan AI weak (lemah). AI yang disematkan pada smartphone, PC, atau virtual assistant adalah jenis artificial intelligence yang lemah. AI lemah ini biasanya telah disetting untuk menjalankan sebuah program yang telah dibatasi kemampuan penalarannya.

Berbeda dengan AI lemah, AI kuat memiliki kemampuan penalaran yang jauh lebih tinggi, serta tingkat kesadaran yang lebih mumpuni dibandingkan dengan artificial intelligence lemah. AI kuat biasanya memiliki sistem otoritas tersendiri untuk mengambil sebuah keputusan yang dihasilkan dari algoritmanya. Keputusan yang diambil oleh AI kuat biasanya tidak terdapat campur tangan manusia di dalamnya.

Beruntungnya, saat ini belum ada AI kuat. Namun berdasarkan pengamatan para ahli, dalam beberapa dekade kedepan bisa saja AI ini diluncurkan, dan salah satu yang perlu diantisipasi adalah jangan sampai kecerdasan dari AI tersebut justru membohongi umat manusia. Sebab tidak kita pungkiri, banyak manusia saat ini yang kecerdasannya kalah oleh robot.

Baca juga  Ini yang Harus Dilakukan Saat Mengunjungi Bursa Kerja

 

Artificial Intelligence Mengancam Karir

Dalam beberapa aspek, tentu telah mita sadari bahwa kemunculan teknologi artificial intelligence ini telah mengambil alih beberapa profesi yang sebelumnya dilakoni oleh kita (manusia). Dalam hal ini, beberapa orang ahli dari PricewaterhouseCoopers pun telah memprediksi. Menurut mereka, di tahun 2030 yang akan datang setidaknya sekitar 21% pekerjaan di Jepang, 35% pekerjaan Jerman, dan 30% pekerjaan di Inggris akan diambil alih oleh system robot. Lebih dari itu, mereka bahkan juga memprediksi setidaknya 50% pekerjaan kita saat ini akan diambil alih oleh robot pada abad berikutnya.

Menyadari bahwa ketatnya persaingan dalam berkarir di masa depan, kira-kira dapatkah kita bertahan?

Mungkin itu saja penjelasan mengenai AI (artificial intelligence), sekaligus opini penulis terkait pengembangan AI di masa depan, khususnya hubungannya dengan karir. Bila Anda merasa artikel ini menarik dan bermanfaat, bagikan ke orang-orang terdekat Anda. Mari sebarkan informasi bermanfaat, perluas wawasan dan sampai jumpa pada artikel saya  berikutnya.

Artificial Intelligence, Dampak, & Hubungannya Dengan Karir 4


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Akhbar

   

Nama saya akhbar sanusi. Saya adalah seorang kontributor konten SEO di berbagai media online. Saat ini, saya sedang fokus mendalami dunia desain grafis, tanpa mengesampingkan interesting saya terhadap dunia search engine optimization.

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments