Opini    , Budaya    , Food   

Oreo Supreme & Hasrat Hype Spesies Kita

Iri Bilang Bos!2 menit


Oreo Supreme & Hasrat Hype Spesies Kita 1

Oreo + Supreme = Kehebohan

Salah satu produk yang menggegerkan warga negara +62 adalah panganan berupa dua keping biskuit mungil yang menjepit adonan krim manis ditengahnya. Oreo.

Menjadi heboh ketika Oreo yang harusnya hitam legam berubah jadi merah karena join dengan Supreme, produsen fashion yang sudah terkenal akan berbagai rilisan barang super mahal.

Oreo Supreme sukses jadi bahan kepo masyarakat kita. Isu awalnya, tiga keping biskuit ini dibandrol setengah juta rupiah. Padahal makan 2 bungkus saja belum tentu bisa mengalahkan rasa kenyang seperti setelah melahap sepiring nasi pecel lauk pindang.

Tapi Oreo Supreme memang bukan pecel. Sekilas saja sudah terlihat ada semacam gap yang begitu lebar. Walaupun tentu saja pecel dan Oreo memiliki dua fungsi yang berbeda. Satu sebagai sebenar-benarnya sarapan untuk membunuh lapar. Satu sebagai upaya menunjang ego.

Walau pada akhirnya terungkap harga sebenarnya dari Oreo Supreme yang viral tersebut, tetap saja fenomena ini membuka kembali kenyataan akan rasa penasaran mayoritas masyarakat kita terhadap kaum elit yang disebut Hypebeast.

Baca juga  Perbedaan Karakter 5 Pengguna Platform Media Sosial

Kaum Hypebeast : Iri Bilang Bos

Oreo Supreme & Hasrat Hype Spesies Kita 3

Ini adalah jenis spesies yang dibenci sekaligus dirindu. Ada yang nyinir karena para Hype kerap berburu barang super mahal, tetapi banyak yang juga sebenarnya pingin jadi bagian di dalamnya. Terbukti dengan ada saja orang membeli produk branded  tapi nyatanya KW.

Strategi jitu dari Supreme (dan banyak produsen barang super mahal sejenis) adalah dengan membatasi jumlah produk dan menyewa para pesohor kelas dunia. Dua hal sederhana yang ternyata sukses menciptakan segmentasi di kalangan khalayak, mereka yang bisa membeli dan mereka yang nyinyir.

Supreme dan berbagai jenis outfit keluarannya sebenarnya tidak dikhususkan untuk jenis orang tertentu, melainkan semua orang. Syaratnya cuma satu : sanggup membayar.

Jadi entah apapun pekerjaan dan kepercayaan kamu, tipe film kesukaan dan gaya tidurmu, mau makan pake sendok atau tangan, suka naik gunung atau rebahan saja sambil mimpi menyelam di lautan bersama kura-kura, asal punya uang kamu bisa beli.

Baca juga  Berkaca Pada 3 Negara Besar yang Sudah Bubar

Uang adalah tiket untuk nyaris segala urusan sekaligus pembeda antara golongan The Have dan biasa-biasa saja. Inilah ceruk yang sedang dilirik beberapa pemodal.

Mereka sengaja menciptakan suatu kondisi dimana untuk menegaskan kesan berbeda tersebut, telah hadir berbagai produk super keren.

Jadi tidak perlu susah-susah menunjukkan surat tanah, bawa mobil keluaran Jerman, atau ngomong tentang jumlah saham di perusahaan multinasional, cukup pakai kaos produk mereka, kelasmu sudah terlihat.

Tidak Semua Orang Kaya Adalah Hypebeast. Tidak semua orang berduit banyak adalah penganut aliran Hypebeast. Kurang kaya apa Zuckerberg tapi kaosnya juga polosan biasa. Lord Hartono sang pemilik Gudang Garam juga macam engkong-engkong biasa ketika tertangkap basah menikmati tahu di depot kesukaannya.

Dan uniknya lagi, tidak semua orang yang berada di segmen biasa-biasa saja memiliki selera yang biasa-biasa pula. Ada yang ngebet ingin masuk kelompok Hypebeast namun dana terbatas. Alhasil kreativitas jadi tumpuan, beli produk yang mirip namun produsen berbeda. Bahasa simpelnya KW.

Baca juga  Tradisi Minum Teh, Bagian Kolonialisme yang Masih Bertahan

Lantas bagaimana menyikapinya? Terserah Anda. Apakah Anda punya punya tiketnya? Berminat jadi Hype? Lantas kenapa tidak? Tidak ada pasal yang melarang. Asal harus sadar bahwa sebagai makhluk sosial akan ada mereka yang mempertanyakan pilihan Anda.

Termasuk juga Anda yang ternyata punya uang tetapi hidup biasa-biasa saja. Menjadi apa adanya dan tidak terjebak ilusi dari produsen cerdik yang tahu kelemahan psikologis manusia. Tetap saja Anda tidak lepas dari nyinyiran : “orang kaya kok pakai sandal jepit, makan bakso cuanki sambil bawa hp jadul!?”

Apapun pilihannya bersiaplah dengan komentar masyarakat. Bagi yang sudah kebal, satu kalimat sudah cukup untuk menjawab : iri bilang bos.

Oreo Supreme & Hasrat Hype Spesies Kita 4

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Koala Merah

Legend   

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.