Opini   

Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19


Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19 1

Wabah corona virus disease 2019 (Covid-19) yang telah melanda 215 negara di dunia, telah memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan. Untuk mencegah Covid-19 Pemerintah telah melarang untuk berkerumun, pembatasan sosial (social distancing) dan menjaga jarak fisik (physical distancing), memakai masker dan selalu cuci tangan. Sejak itu pemerintah daerah memutuskan menerapkan kebijakan untuk meliburkan siswa dan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online.

Pembelajaran Daring  menjadi salah satu fasilitas yang dapat digunakan dan berpengaruh besar dalam membentuk sumber daya manusia yang  bermutu di masa Covid’19. Pembelajaran Daring (dalam jaringan ) merupakan system media belajar tanpa tatap muka secara langsung  dengan memanfaatkan koneksi  jaringan  internet.

Sistem pembelajaran ini dilakukan oleh berbagai tingkatan jenjang pendidikan sejak tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Pembelajaran dapat dilakukan dengan cara diskusi secara online melalui aplikasi pesan dan konferensi video. pembelajaran tersebut  menggunakan grup di media sosial seperti WhatsApp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom  ataupun media lainnya sebagai media pembelajaran. Ada beberapa aplikasi pembelajaran daring atau online yang siap diakses oleh siswa di seluruh Indonesia seperti, Rumah Belajar, Quipper School, Zenius, Ruangguru, dan Sekolahmu. Hal ini demi membantu siswa saat mengikuti pembelajaran jarak jauh terkait kebijakan pemerintah karena penyebaran virus corona.

Akibatnya banyak kendala-kendala  dalam pembelajaran daring. Dalam hal ini membuat mahasiswa maupun siswa yang biasanya beraktivitas di sekolah/kampus menjadi terhenti. Kendala – kendala yang dialami mahasiswa/siswa sebagai berikut :

Minim perangkat computer/handphone/laptop

Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19 3

Tidak semua siswa maupun mahasiswa mempunyai perangkat computer/handphone/laptop. Banyak orang tua yang mengeluhkan bahwa harga perangkat elektronik tersebut tidaklah murah. Disaat pandemi seperti sekarang ini, kepala keluarga banyak yang terimbas pemutusan hubungan kerja (PHK) karena wabah virus corona sudah mencapai lebih dari dua juta orang.

Baca juga  KDRT Rawan Terjadi Selama Pandemi, Perempuan & Anak Harus Dilindungi

Sebagian siswa maupun mahasiswa mempunyai handphone dan laptop sekaligus,ada juga hanya memiliki salah satu diantara itu. Untuk mahasiswa,banyak memerlukan penggunaan laptop maupun handphone sekaligus.  Mahasiswa yang memiliki handphone saja terkadang merasa sulit jika membuat tugas berupa pengetikan.

 

Kendala jaringan internet maupun biaya membeli kuota data

Tidak semua daerah di Indonesia lancar jaringan internet,banyak daerah pedalaman yang susah akses jaringan internet. Ada beberapa mahasiswa maupun siswa harus naik gunung / ke sawah / ke kota / ke daerah lancar internet.

Banyak  yang mengeluhkan bahwa pembelajaran daring   mengeluarkan biaya cukup mahal untuk membeli kuota data internet. Pembelajaran dalam bentuk konferensi video telah menghabiskan banyak kuota data, sementara diskusi online melalui applikasi pesan instan tidak membutuhkan banyak kuota.

 

Orang Tua yang gagap teknologi (gaptek)

Siswa/siswi tingkat tk, sd, smp masi memerlukan bimbingan orang tua dalam pembelajaran daring di rumah. Jika anak mendapatkan  tugas yang berat,sebaiknya orang tua membantu untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu , harus ada komunikasi positif dan kesepakatan yang dibangun antara orang tua dengan anak. Apapun kondisinya, semua instrumen pembelajaran bagi anak harus dapat dilakukan sebaik mungkin

Orang tua diminta memperketat pengawasan terhadap anak-anaknya selama proses pembelajaran daring. Penggunaan internet, selain memiliki manfaat juga memiliki dampak negatif, seperti bullying,konten pornografi, kejahatan seksual dan eksploitasi terhadap anak, dan grooming. Orang–orang yang tidak memiliki niat untuk melakukan hal negatif, dalam internet mereka bisa ditawarkan dengan pilihan yang mengarahkan mereka pada perbuatan negatif. Orang tua harus memaksimalkan peran keluarga untuk menghindari masalah baru tersebut ketika anak–anak kita lama berada di rumah.

Baca juga  New Normal, Kesempaatan Menginsafi Gaya Hidup Sederhana

 

Pemahaman mahasiswa/siswa

Kendala Pembelajaran daring selain biaya dan alat operasional adalah pemahaman mahasiswa/siswa, tidak sedikit yang kesulitan dalam memahami materi pembelajaran yang diberikan secara daring. Bahan ajar biasa disampaikan dalam bentuk bacaan dan video yang tidak mudah di pahami secara menyeluruh. Mahasiswa / siswa berasumsi bahwa materi dan tugas tidak cukup karena perlu penjelasan secara langsung oleh Dosen / Guru.

Menurut beberapa siswa maupun mahasiswa ,pembelajaran daring yang di  peroleh hanya berpusat pada pemberian tugas,rasio pemberian materi sangatlah kecil. Selain itu akses bertanya juga tidak seluas pada saat pembelajaran face to face, baik bertanya terhadap guru maupun teman.

 

Selain banyak kendala yang di alami mahasiswa maupun siswa  selama pembelajaran daring, ada juga kelebihan yang di peroleh:

Merasa lebih santai dan senang

Mahasiswa maupun siswa merasa lebih santai dan senang, karena tidak perlu bangun terlalu pagi untuk bersiap – siap berangkat ke sekolah/kampus. Mereka hanya perlu mempersiapkan alat tulis,handphone/laptop/computer,memeriksa jaringan internet agar belajar tanpa hambatan  dan itu tidak membutuhkan waktu yang lama.

 

Merasa punya lebih banyak waktu dirumah bersama keluarganya

Sebelum pandemi orang tua maupun anak banyak melakukan aktivitas masing – masing di luar. Banyak orang tua yang komunikasi kurang lancar dengan anak. Hal itu menyebabkan renggangnya ikatan antara orang tua dan anak.

Baca juga  Isolasi Diri Karena Corona? Berikut 5 Anime Santai yang Bisa Menghiburmu

Di masa pandemi ini banyak waktu luang yang dapat di manfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga. Dengan melakukan aktivitas bersama – sama, perbanyak sharing, dan pembelajaran daring ini melibatkan orang tua untuk turun langsung terhadap anak.

 

Merasa punya lebih banyak waktu beristirahat dan bersantai

Banyak waktu yang dapat dimanfaat kan pada saat pembelajaran daring seperti istirahat dan bisa bersantai. Jika tidak ada pembelajaran daring mungkin mahasiswa maupun siswa banyak kegiatan diluar yang mengakibatkan  berkurangnya  waktu istirahat dan bersantai. Aktif dalam organisasi,ukm/eskul memang menyita waktu banyak.

 

Merasa lebih rileks dan tidak tegang

Tidak seperti aktivitas sekolah/kampus pada saat normal,mahasiswa maupun siswa merasa lebih rileks dan tidak tegang.  Terutama untuk siswa yang baru masuk tingkatan baru seperti sd ke smp,smp ke sma, dan sma ke universitas. Pada tahun ini masa orientasi/ perkenalan dilakukan secara online.

Maka dari itu keberhasilan pembelajaran daring ini  perlu adanya kerjasama semua pihak,agar pembelajaran ini dapat berjalan dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran orang tua dapat melakukan bimbingan secara langsung dan memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan anaknya.

Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran dosen/guru serta mahasiswa/siswa yang saling berinteraksi langsung.

Pembelajaran Daring Di Masa Covid-19 4


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Revita Lailil Hidayah

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments