Opini   

Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19


Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 1

Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal bulan Maret 2020 membuat hampir semua sektor terkena dampak dari pandemi ini. Berbagai kebijakan pemerintah dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, salah satunya dalam sektor pendidikan, sehingga membuat pemerintah harus menutup seluruh sekolah agar mengurangi rantai penyebaran Covid-19.

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk melakukan program pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan memanfaatkan gawai dan jaringan internet untuk melaksanakan pembelajaran.

Pemerintah pun menyediakan platform belajar daring gratis seperti Rumah Belajar, Meja Kita, Icando, IndonesiaX, Google for Education, Kelas Pintar, Microsoft Office 365, Quipper, Ruangguru, Sekolahmu, dan Zenius untuk menunjang kegiatan belajar online menjadi lebih efektif.

 

Meski pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif di masa pandemi ini, namun perubahan pembelajaran dari tatap muka ke pembalajaran jarak jauh tetap menimbulkan berbagai kendala dari proses belajar mengajar tersebut, baik bagi guru maupun peserta didik. Para guru perlu menciptakan pembelajaran secara inovatif agar belajar menjadi lebih menyenangkan.

Baca juga  Apa Itu Vaksin dan Bagaimana Cara Kerjanya

Untuk itu diperlukan motivasi dan inovasi dari guru agar peserta didik tidak bosan serta selalu mempertahankan konsentrasi agar tetap fokus dalam menerima pelajaran. Seperti tidak memberi tugas yang berlebihan serta lebih mengisi pembelajaran yang inovatif dan aktif.

Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 3

Pembelajaran jarak jauh seperti ini memilik kelebihan dan kekurangannya masing-masing, kelebihannya seperti guru dan peserta didik dituntut untuk aktif menguasai teknologi yang mungkin selama ini kurang dipahami dalam penggunaan aplikasi online sehingga menjadi tantangan baru untuk lebih update terhadap perkembangan zaman.

Baca juga  Mencintai Mata Pelajaran yang Tidak Disukai

Sedangkan kekurangannya adalah keterbatasan akses internet, ada beberapa daerah yang tidak mendapatkan jangkauan internet yang stabil sehingga sulit untuk mengakses pembelajaran online. Berkurangnya interaksi antara peserta didik dan guru, membuat peserta didik sulit mendapatkan penjelasan secara lebih lanjut mengenai materi yang dipelajari. Kurangnya pengawasan dalam belajar juga membuat peserta didik menjadi kurang fokus dan cenderung menunda waktu belajar.

Dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, terdapat kendala yang sering dihadapi dalam pembelajaran seperti ini. Terutama didaerah terpencil seperti layanan internet yang tidak stabil akibat kendala cuaca, kuota internet yang mahal, ketersediaan perangkat pembelajaran dan keterbatasan dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Baca juga  Bosan di Rumah Aja? 5 Rekomendasi Channel YouTube untuk Olahraga di Rumah!

Upaya pemerintah dalam memberikan solusi tersebut dengan cara memberikan bantuan kuota internet gratis kepada sekolah di seluruh Indonesia, serta menyediakan alat penunjang belajar seperti laptop. Untuk daerah yang masih sulit dalam ketersediaan layanan internet beberapa sekolah membuat program home visit oleh guru untuk para peserta didiknya.

Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 4

Secara tidak langsung pembelajaran jarak jauh telah membuat kita menikmati proses belajar mengajar secara cerdas, inovatif dan mandiri meski dalam kondisi keterbatasan seperti saat ini.

Diharapkan guru dan peserta didik tetap semangat dalam menjalankan kegiatan pembelajaran jarak jauh pada saat ini dan semoga pandemi Covid-19 ini cepat segera berakhir sehingga kita bisa menjalankan pembelajaran seperti awal lagi.

Pembelajaran Jarak Jauh Pada Masa Pandemi Covid-19 5


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

tengkusyafira

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments