Benarkah Manga Akira Memprediksikan Wabah Virus Corona?


Dunia kini sedang dilanda kekhawatiran akan wabah virus COVID-19 atau Corona yang pertama kali diketahui muncul di Wuhan, China. Di Indonesia sendiri, dua orang sudah terkonfirmasi positif terjangkit virus Corona (via The Jakarta Post), namun ada baiknya bagi kita untuk berasumsi bahwa sudah ada orang lainnya yang juga sudah terjangkit dan segera melakukan pencegahan-pencegahan khusus.

Penulis kali ini tidak akan membahas spesifik soal virus Corona sendiri, namun percayakah kamu bahwa ada sebuah manga berjudul Akira keluaran tahun 1982 yang nampaknya memprediksikan kemunculan virus Corona tersebut? Kebanyakan dari kalian mungkin belum lahir saat manga atau adaptasi film Anime-nya tayang, namun tidak bisa dipungkiri bahwa karya Katsuhiro Otomo ini juga cukup populer sampai saat ini, bahkan dianggap sebagai salah satu karya klasik terbaik.

Akira memiliki latar negara Jepang pasca pengeboman kota Tokyo karena sebuah eksperimen yang berakhir diluar kendali. 31 tahun pasca kejadian tersebut, Tokyo yang kini berubah menjadi Neo-Tokyo justru dipenuhi oleh tindak korupsi, terorisme, hingga perang antar geng. Akira mengikuti kisah seorang laki-laki bernama Shoutarou Kaneda yang memimpin sebuah geng motor bernama Capsules. Secara singkat, Shoutaro ingin menyelamatkan sahabatnya, Tetsuo Shima, yang ditangkap pemerintah karena diduga memiliki kekuatan yang mampu mengulang kembali kejadian yang menimpa Tokyo 31 tahun sebelumnya.

Memang plot utamanya sendiri tidak spesifik fokus pada persoalan virus. Namun dalam semesta Akira sendiri, disebutkan bahwa badan WHO (World Health Organization) mengkritisi minimnya penanganan yang dilakukan oleh Neo-Tokyo terhadap sebuah wabah penyakit yang saat itu tengah terjadi. Tidak ketinggalan, ceritanya sendiri berlangsung beberapa bulan sebelum olimpiade Tokyo 2020. Hal ini bisa kamu temukan dari latar yang muncul pada manga ataupun filmnya.

Terdapat dua kesamaan yang membuat banyak orang cukup yakin bahwa Akira memprediksikan virus Corona ini. Pertama tentunya adalah munculnya sebuah wabah penyakit mematikan yang menular sama seperti virus Corona, kemudian kemunculan dan kegaduhannya yang terjadi beberapa bulan sebelum olimpiade Tokyo 2020 berlangsung.

Kemudian papan hitung mundur (gambar di atas sebelah kanan) yang bertuliskan 147 hari sebelum olimpiade Tokyo 2020, jika dihitung dari jadwalnya yang akan dilaksanakan pada bulan Juli, maka tanggal tersebut jatuh pada 28 Februari. Walau memang agaknya cocoklogi, tidak bisa dipungkiri bahwa beberapa minggu belakangan ini berita virus Corona sedang menjadi perhatian dunia.

Satu hal lainnya yang juga bisa dikatakan bahwa Akira memprediksikan kejadian lainnya adalah soal pendemo di Hong Kong beberapa waktu yang lalu, dimana banyak dari mereka menggunakan rambu-rambu lalu lintas sebagai senjata ataupun perisai, sama seperti yang terlihat di dalam Akira.

Sebagai informasi tambahan, olimpiade Tokyo 2020 sendiri telah dipastikan semenjak tahun 2013 saat Jepang memenangkan bidding sebagai penyelenggara berikutnya. Pada saat itupun banyak orang yang mengangkat Akira telah memprediksi Tokyo 2020, dan kali inipun terangkat kembali namun dengan fokus pada wabah virus yang disebutkan di dalamnya.

Menjawab pertanyaan yang penulis jadikan judul artikel ini, maka jawabannya adalah benar dan salah, atau mungkin hanyalah kebetulan semata. Walau memang tidak bisa dipungkiri bahwa banyak kejadian yang mirip, ada beberapa detail yang cukup berbeda dari Akira, seperti tidak dijelaskannya wabah yang dimaksud, serta WHO yang mengkritisi tindak penangan pemerintah Jepang, padahal pemerintah Jepang sendiri merupakan salah satu yang paling tanggap dalam melindungi negaranya dari penyebaran virus Corona.

Pemerintah Jepang rencananya masih akan melanjutkan olimpiade sesuai jadwal, namun beberapa minggu belakangan ini pemerintah Jepang juga telah melakukan pencegahan dengan meliburkan sekolah, memperbolehkan orang-orang kerja dari rumah, dan menutup atraksi-atraksi wisata untuk para turis demi meminimalisir penyebaran virus Corona.

Terlepas dari itu semua, kini kita hanya bisa melakukan berbagai pencegahan dini dan berharap yang terbaik agar wabah ini segera berlalu. Walau memang tingkat kematiannya masih lebih rendah dari Flu babi ataupun TBC, ada baiknya untuk tetap tenang namun selalu waspada dan dengarkan intruksi dari pemerintah. Digstraksi juga membuat beberapa cara pencegahan agar tidak terjangkit virus Corona, kamu bisa membacanya disini.

 


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Moonlight

Legend

Pilih format
Artikel
Untuk membuat post artikel.
GAG
Gambar, meme atau GIF.