Parenting   

Anak Balita Mengamuk? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya


Anak Balita Mengamuk? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya 1

Hampir semua anak balita pasti pernah mengamuk. Bentuknya berbagai macam, mulai dari menangis, meronta, berguling kesana-sini, berlarian tak tentu arah, melempar benda-benda di sekitarnya serta berbagai aktifitas lain untuk mengekspresikan amukannya.

Tidak jarang amukan anak terlihat mengkhawatirkan, seperti tangisan dan amarah berlebihan yang membuatnya sulit bernapas, tubuh membiru dengan wajah memerah. Bahkan, adakalanya sampai melukai diri sendiri.

Penyebab Anak Balita Mengamuk

Banyak faktor yang membuat anak tidak mampu mengendalikan emosi dan mengekspresikannya dalam bentuk amukan. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah:

Keinginan Tidak Terpenuhi

Keinginan Tidak Terpenuhi

Kerapkali keinginan anak tidak terpenuhi disebabkan orang tua tidak memahami apa yang disampaikan anak karena kemampuan anak dalam berbicara masih terbatas. Akibatnya, orang tua menebak-nebak apa yang sebenarnya diinginkan anak sedang sang anak tidak sabar dan merasa kesal melihat kelambanan orang tua dalam memahami apa yang dia inginkan.

Namun ada juga orang tua yang memang sengaja tidak memenuhi keinginan anak, disebabkan karena ketidakmampuan untuk memenuhi keinginan tersebut maupun upaya preventif  untuk mencegah hal buruk yang terjadi pada diri anak jika keinginannya dipenuhi, misalnya: anak meminta es dan sengaja tidak dibelikan karena anak menderita flu.

 

Ketidakmampuan Melakukan Sesuatu

Ketidakmampuan Melakukan Sesuatu

Akibat keterbatasan yang dimilikinya, tidak jarang emosi anak tersulut dan membuatnya mengamuk, misalnya tidak mampu menjangkau benda yang diinginkan karena diletakkan di tempat yang tinggi, tidak dapat membuka pintu yang terkunci dan sebagainya.

 

Perasaan Frustasi dan Takut yang Berlebihan

Anak Balita Mengamuk? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya 3

Amukan tidak jarang muncul karena perasaan frustasi dan takut yang berlebihan. Sebagaimana diketahui, anak memiliki imajinasi tersendiri yang terkadang sulit dipahami. Tanpa sebab yang pasti tiba-tiba balita takut pada sesuatu, pada seseorang, takut ditinggalkan, dan perasaan takut yang lain.

Rasa takut yang berlebihan tersebut puncaknya akan membuat anak frustasi dan putus asa. Karena tidak tahu bagaimana cara mengatasi perasaan takut tersebut maka dia ekspresikan dengan cara mengamuk.

Baca juga  5 Tips Mengelola & Mengajari Anak Yang Posesif

Perlu untuk diketahui bahwa lebih dari separuh anak balita, setiap harinya pasti mengamuk bahkan ada yang lebih dari sekali. Namun, frekuensi mengamuk tersebut akan menurun dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia.

Justru anak-anak balita yang suka mengamuk pada umumnya adalah anak yang aktif dan kemungkinan besar memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Hal tersebut  disebabkan karena mereka sudah memahami apa yang mereka inginkan, ingin melakukan banyak hal besar serta berusaha serius untuk mengatasi apapun yang menghalangi.

 

Cara Mengatasi Anak Balita Mengamuk

Karena penyebab anak balita mengamuk sulit untuk ditebak, maka tidak ada yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk mencegah anak mengamuk. Satu-satunya tindakan yang dapat dilakukan orang tua adalah menjalankan strategi yang tepat dalam menghadapi amukan anak.

Selain itu juga berusaha mencegah agar saat mengamuk anak tidak sampai melakukan tindakan yang dapat  menyakiti, melukai atau merugikan diri sendiri. Berikut strategi yang dapat dijalankan oleh orang tua dalam mengatasi anak mengamuk.

 

Cegah Anak Melakukan Tindakan Destruktif

Cegah Anak Melakukan Tindakan Destruktif

Anak yang sudah tidak mampu mengontrol emosinya, saat mengamuk ada kemungkinan merusak dan melempar barang-barang yang ada di sekelilingnya atau bahkan melukai diri sendiri.

Perlu untuk diketahui, pada saat emosi anak tersulut, satu-satunya yang dia inginkan adalah sebuah perhatian dan sentuhan kasih sayang untuk dapat meredahkan emosinya. Oleh karena itu berikan apa yang dia butuhkan.

Caranya: peluk anak dari belakang dengan lembut atau duduk didekatnya dan berikan sentuhan kasih sayang seperti mengusap punggungnya atau membelai kepalanya. Jika anak tidak mau dipeluk atau dibelai, jangan memaksa. Barangkali pada saat itu emosinya masih belum terkendali.

Baca juga  Tips Memilih Permainan Untuk Anak Laki - Laki, Agar Tumbuh Kembang Dengan Baik dan Benar

Namun saat berada di dekatnya, usahakan untuk menyingkirkan benda apapun yang berbahaya maupun yang berharga dan bersiaplah untuk mencegah jika anak melakukan tindakan yang dapat menyakiti diri sendiri.

 

Jangan Selalu Mengabulkan Permintaan Anak

Jangan Selalu Mengabulkan Permintaan Anak

Setelah emosi anak berangsur-angsur redah, biasanya sudah dapat diajak berkomunikasi. Pada saat itulah Anda dapat menanyakan persoalan apa yang membuatnya mengamuk. Pahami dan coba untuk membantu mengatasi persoalan yang dihadapi anak, namun jangan selalu mengabulkan permintaannya.

Jika permintaan anak yang mengamuk selalu dikabulkan maka cara yang sama akan dia ulang setiap kali meminta sesuatu dan tidak dikabulkan. Artinya, mengamuk akan dia jadikan senjata untuk dapat mewujudkan keinginannnya. Tentu saja hal tersebut tidak baik bagi perkembangan jiwanya.

 

Jangan Malu Menangani Amukan Anak di Depan Umum

Jangan Malu Menangani Amukan Anak di Depan Umum

Tidak sedikit orang tua yang merasa malu menangani amukan anak di depan umum kemudian membuat tindakan praktis dengan mengabulkan apapun yang diminta anak atau memberikan sesuatu yang sebenarnya tidak diminta oleh anak dengan tujuan agar anak berhenti mengamuk.

Cara ini tidak berbeda jauh dengan penjelasan sebelumnya, begitu juga dengan dampak yang ditimbulkan. Pada waktu-waktu selanjutnya anak akan menjadikan amukan sebagai senjata untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Dampak selanjutnya anak akan mudah rewel, manja, cengeng dan banyak maunya.

 

Gunakan Akal Sehat

Gunakan Akal Sehat

Untuk meredahkan api tidak boleh dengan api, tapi harus dengan air. Jadi saat emosi anak tersulut yang membuatnya mengamuk, jangan balas dengan emosi dan amarah, seperti  membentak atau mencubit. Jika anak yang sedang emosi Anda balas dengan meluapkan emosi, maka amukan anak justru akan menjadi-jadi.

Tetaplah tenang dan gunakan akal sehat. Seandainya merasa kesal melihat ulah anak, coba untuk menyabarkan diri dengan menarik dan menghembuskan napas panjang agar akal sehat Anda tetap berjalan. Karena hanya dengan menggunakan akal sehat, Anda akan dapat menemukan solusi untuk mengatasi amukan anak.

Baca juga  Mau Meledak Emosimu ? Pakai Cara Ini Biar Nggak Meledak

 

Buat Anak Melupakan Permasalahannya

Teacher Comforting crying girl

Sebesar apapun permasalahan yang dihadapi anak yang membuat emosinya tersulut dan menjadikannya mengamuk tetap saja akan mudah dilupakan. Berbeda dengan permasalahan yang dihadapi orang tua, meski tidak diluapkan dengan amukan namun tidak jarang permasalahan tersebut sulit dilupakan karena sifatnya yang mendasar.

Itu sebabnya, agar amukan anak dapat cepat redah, setelah emosinya mulai terkendali, ajak dia melupakan permasalahannya dengan mengajaknya berbincang-bincang dengan topik apa saja diluar permasalahan yang dihadapinya. Bila perlu ajak dia bersenda gurau untuk membuatnya terhibur.

Cara lain yang juga cukup efektif adalah dengan mengajaknya beraktifitas atau mengajaknya berkumpul dengan teman-temannya yang sebaya agar dapat beraktifitas bersama teman-temannya. Dengan berakfititas anak akan dengan cepat melupakan permasalahan yang membuatnya mengamuk.

 

Jangan Bosan Memberikan Nasihat

Jangan Bosan Memberikan Nasihat

Pada malam hari saat anak akan berangkat tidur, ajak dia untuk membicarakan lagi persoalan yang membuatnya mengamuk. Karena sudah tidak dalam keadaan emosi, anak akan dengan senang hati menceritakan permasalahan yang dia hadapi termasuk menuturkan alasan yang membuatnya marah dan mengamuk.

Disaat itulah Anda bisa menyampaikan nasihat tentang bagaimana cara yang seharusnya dilakukan anak untuk menghadapi permasalahan yang membuat emosinya tersulut. Ingatkan dan jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan bahwa permasalahan tidak akan selesai dengan amarah dan dengan mengamuk.

Itulah penyebab dan cara mengatasi anak balita yang mengamuk. Kuncinya adalah sabar, bahkan bersyukur karena anak balita yang sering mengamuk justru merupakan pertanda bahwa anak tersebut cerdas.

Anak Balita Mengamuk? Ini Penyebab & Cara Mengatasinya 4


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

aguskurniawan

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments