Cara Mengatasi Anak yang Suka Iri Hati

Segera tangani sebelum terlambat2 menit


40
40 upvote
Cara Mengatasi Anak yang Suka Iri Hati 1

Semua orang tua wajib hukumnya untuk mengamati dan mengawasi perkembangan anaknya. Hanya dengan itu maka semua yang terjadi dengan anak bisa dipantau dengan baik.

Dalam masa kanak-kanak, sering anak harus diberi nasihat dan bimbingan atau mereka akan tumbuh dengan membawa sifat yang kurang baik. Beberapa sifat yang kurang baik tersebut dan berpotensi membuat mereka menjadi bertumbuh secara tidak optimal secara psikologis adalah rasa iri.

Memang sebagai manusia wajar jika kita memiliki rasa iri. Namun rasa iri yang berlebihan hanya akan menjerumuskan ke dalam berbagai kondisi yang tidak baik. Juga bukan tidak mungkin karena rasa iri manusia tega melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum dan etika.

Lantas bagaimana jika anak-anak sering menjadi iri hati? Bagaimana cara mengatasi anak yang suka iri? Berikut ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.

Baca juga  Iri Hati dan Jiwa yang Rapuh

 

Jangan Membandingkan

Sering sekali orang tua secara tidak sadar menanamkan sikap iri dan bahkan dengki di dalam jiwa anak, yakni dengan membandingkan anak dengan orang lain, khususnya terhadap saudara ataupun teman-temannya.

Membandingkan kemampuan, penampilan ataupun prestasi anak di depan orang lain tentu akan membuat anak sakit hati. Bahkan semua orang juga berpotensi menjadi pendendam jika diperlakukan seperti ini.

Untuk itu, inilah tips pertama dan terutama : jangan membanding-bandingkan anak Anda dengan orang lain. Rawatlah rasa bangga pada dirinya. Tumbuhkan semangat dan kepercayaan dirinya.

 

Ajari Sikap Bersyukur

Selalu ajarkan anak untuk bersyukur atas apa yang dia miliki. Ini akan memberikan cara pandang yang penting bahwa di luar sana masih banyak anak-anak yang nasibnya tidak sebaik ataupun seberuntung mereka.

Ada banyak hal untuk menanamkan sikap bersyukur, seperti mengajak anak untuk berdonasi kepada yang lebih membutuhkan, menceritakan tentang kisah-kisah klasik mengenai anak yang harus berjuang di tengah kehidupan yang sulit atau mengajak dialog dengan bahasa yang sederhana.

Baca juga  Jangan Sampai Salah, Lakukan Hal Ini Saat Anak Ingin Menonton TV

 

Ajarkan untuk Senang Membantu

Tebarkan juga rasa kasih sayang dan senang membantu. Ini akan mereduksi kemungkinan iri pada orang lain, sebaliknya akan membuat mereka bertumbuh menjadi insan yang welas asih dan ringan tangan.

Cara Mengatasi Anak yang Suka Iri Hati 3

 

Tanamkan Sikap Sportif

Ada baiknya sedari kecil Anda menanamkan sikap sportif dan membiasakan ikut serta dalam berbagai kompetisi.

Dengan ikut dalam lomba ataupun kompetisi diharapkan anak bisa mengubah potensi jiwa iri hati menjadi ambisi untuk bisa tampil lebih baik lagi dan menjadi juara.

Jangan lupa untuk terus memuji setiap pencapaian mereka. Walaupun mungkin mereka belum mendapatkan juara atau memenuhi ekspektasi yang diinginkan, tetapi setiap perjuangan yang mereka lakukan benar-benar pantas untuk mendapatkan penghargaan.

Baca juga  Tips Mempersiapkan Karakter Anak Sejak Usia Dini Untuk Masa Depannya

 

Jadilah Role Model

Inilah yang juga sangat penting. Jadilah pribadi yang bisa dicontoh. Jangan ungkapkan rasa iri hati Anda pada atasan, rekan kerja atau kompetitor di hadapan Anak.

Ingat, anak adalah cerminan orang tuanya. Anak mudah sekali meng-copy paste setiap apa yang mereka lihat, dengar, rasakan.

Jikalau setelah pulang kerja Anda memenuhi rumah dengan umpatan, rasa marah, nyinyiran dan kosakata yang bernuansa negatif karena sikap iri hati Anda, maka jangan kaget jika anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah untuk iri dan dengki. Itu semua berasal dari apa yang mereka lihat.

Itulah beberapa tips praktis sederhana yang patut untuk dicoba berkaitan dengan cara mengatasi anak yang suka iri hati. Semoga hal ini bisa membantu Anda dan buah hati untuk tumbuh optimal, baik jasmani terlebih secara mental dan karakter.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

40
40 upvote
Guritno Adi Siswoko

Seorang penulis lepas yang suka fotografi, koding dan seni kontemporer. Tertarik dengan isu sosial, kreativitas dan teknologi.