Psikologi    , Opini   

Menjadi Manusia Yang Seimbang


Menjadi Manusia Yang Seimbang 1

Setiap manusia diberi otak untuk berfikir, disatu sisi kita juga memiliki hati untuk merasakan sesuatu. Selain kedua hal tersebut kita sebagai manusia diberi banyak sekali kemampuan mulai dari insting, jiwa dan raga yang sempurna untuk mengelola hidup kita dalam dunia. Dari berbagai alasan inilah seharusnya manusia menjadi mahluk paling seimbang dalam kehidupan saat ini. Baik secara pikiran, perasaan dan bagaimana mereka mengelola peradaban.

Agaknya mungkin dari kita semua banyak yang tidak suka membicarakan hal- hal mendalam tentang keseimbangan sebagai manusia. Dalam pikiran banyak orang kebanyakan hanyalah, kita hidup kemudian menjalani semua sampai mati. Padahal menjadi manusia yang seimbang merupakan salah satu keberhasilan dari kita sebagai mahluk yang dianggap sempurna dari segala sisi. Berikut adalah hal- hal mengenai apa yang membuat kita bisa menjadi manusia yang seimbang.

Memahami Realitas

Banyak sekali dari kita kurang bersyukur. Kadang malah terlalu sibuk membandingkan dengan orang lain, baik dari sisi kesenangan atau kesedihan. Bahkan membicarakan tentang apapun, kita selalu condong pada apa yang ada dalam realitas orang lain. Padahal kita sendiri belum tentu mengetahui semuanya secara pasti.

Sebagai manusia penting rasanya memahami sisi realitas diri sendiri. Berusaha untuk mengetahui segala hal dan menimbang semua faktor yang ada dalam diri kita sangat diperlukan. Apalagi untuk hal- hal yang berhubungan dengan tujuan dan keseimbangan hidup.

Menjadi Manusia Yang Seimbang 3

Salah satu dampak positif berusaha mengerti realitas diri sendiri contohnya ketika seseorang ingin sukses atau mempunyai cita- cita menjadi orang kaya, orang pintar, dan lain sebagainya. Pernahkah kalian membaca artikel- artikel motivasi tentang Bill Gates atau Nadiem Makarim ? Banyak dari mereka mengatakan orang seperti Bill Gates atau Nadiem tidak bisa dijadikan panutan sukses karena privilage yang mereka miliki.

Contohnya adalah mereka merupakan anak seorang pengacara dan berkecukupan. Padahal yang sedang kita sampaikan disini adalah realitasnya. Setiap orang harus benar- benar memahami apa yang ada dan tidak ada dalam hidup mereka. Kemudian dirangkum untuk menjadi suatu resep menuju sukses. Banyak orang- orang sukses dari kalangan keluarga tidak mampu, hal itu karena mereka memahami betul realitas yang ada.

Baca juga  Pendidikan Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Ayah ibu saya tidak mampu, tetapi saya pintar jadi saya bisa cari beasiswa atau saya cantik dan punya peluang jadi model. Intinya sisi yang harus kita pahami adalah mengerti realitasnya, sehingga kita bisa memanfaatkan segala kelebihan yang ada serta berusaha mencari alternatif dari kekurangan yang belum bisa ditutupi.

Contoh lain dari sebuah realitas adalah memaknai berbagai sisi dari lingkungan kita dan kondisi- kondisi yang mampu dirubah serta tidak. Pernah mendengar orang yang hidup dilingkungan toxic tidak akan pernah berkembang ? menurut saya tidak juga. Seseorang yang befikir akan menimbang betul sekuat apa perasaannya, secerdas apa pikirannya dan bagaimana mengendalikan hal- hal toxic di sekitarnya.

Ada orang yang mengalami tekanan karena faktor lingkungan, tetapi dia rutin menenangkan diri atau bersemedi di suatu tempat. Ada juga yang tidak tahan hingga melakukan hal- hal bobrok seperti memakai Narkoba, Minum Miras, dll.

Bahkan contohnya seorang remaja yang menjadi korban broken home. bagaimana sikap mereka ? sangat beragam. Ada yang memilih untuk tetap berusaha berprestasi dan sukses, ada pula yang malah mencontoh kelakuan negatif dari si Bapak atau Ibu misal kita katakan mereka bercerai karena perselingkuhan. Semua hal baik atau buruk selalu dialami oleh manusia dan salah satu hal paling penting dalam kehidupan kita adalah memahami realitas dan mengelola sisi positif untuk berkembang.

 

Memperkuat Prinsip

Kalian pasti punya satu prinsip yang selalu dipertahankan dalam hidup. Akan tetapi banyak dari kita sering kali goyah di waktu- waktu tertentu. Contohnya seperti, mana yang akan kalian pilih ? membatalkan janji dengan teman karena urusan pekerjaan yang mendadak atau tetap melanjutkan janji keluar bersama teman ? banyak orang akan menjawab tergantung situasinya.

Baca juga  5 Alasan Mengapa Pria Perlu Belajar Menangis

Benar memang kita harus mengerti situasi yang ada, tetapi banyak dari kita justru memilih tindakan yang tidak tepat dan acap kali merugikan orang lain. Bisa saja hal ini mengorbankan hubungan dengan teman atau sebaliknya urusan dengan rekan di kantor.

Menjadi Manusia Yang Seimbang 4

Orang yang mempunyai prinsip kuat secara tidak langsung akan mempertimbangkan situasi yang ia alami dengan sebijak mungkin. Kadang keputusan yang muncul dari orang- orang dengan prinsip lemah adalah kecenderungan berpihak hanya pada salah satu. Padahal keseimbangan dalam mengambil sebuah keputusan akan berpengaruh besar.

Bagi mereka yang tidak punya prinsip dan terpaksa memilih pekerjaan kantor, mungkin akan menyalahkan bos atau atasan. Disatu sisi ia juga mengecewakan teman yang sudah menepati janji akan keluar bersama. Orang yang memahami prinsip akan berusaha berpegang teguh pada dasar yang sudah mereka pilih dan menyelesaikan permasalahan lain dengan cara yang tepat. Apalagi jika ia juga sudah memahami realitas yang ada.

 

Pemetaan Hidup

Setelah kita memahami realitas kehidupan kita serta memperkuat prinsip yang ada, pemetaan tentang hidup sangatlah penting. Sebab pemberian porsi di masing- masing hal akan meningkatkan efektifitas serta nilai dari setiap hal yang ada di dalam kehidupan kita. Banyak orang sangat kurang dalam memperhatikan pemetaan hidup mereka. Mulai dari ingin jadi seperti apa, mau kemana setelah umur 30 tahun atau apa yang ingin mereka tinggalkan setelah mereka tiada.

Jangankan hal tersebut, pemetaan sederhana seputar keseharian dan perencanaan terhadap sesuatu di sekitar yang sedang terjadi saat ini saja kita tidak pernah memperhatikan.

Menjadi Manusia Yang Seimbang 5

Penting untuk kita membuat sebuah perencanaan dan mengatur berbagai tatanan yang ada dalam kehidupan kita. Perencanaan, pembagian porsi serta mengatur efektifitas keseharian sungguh sangat diperlukan agar keseimbangan itu selalu ada. Baik bagi diri sendiri maupun dengan orang lain seperti interaksi sosial.

Baca juga  Mengapa Sulit Menerima Gagasan Orang Lain?

Menjadi manusia tidak hanya berbicara soal hidup dan mati, tidak hanya berbicara soal kerja dan mencari makan. Banyak hal yang harus kita seimbangkan untuk mencapai titik terbaik dan mungkin paling maksimal. Bayangkan saja kehidupan kita saat ini, apakah benar- benar berada dilingkup yang tepat ? Kadang kita sulit mengontrol emosi dan cenderung terlalu labil, kadang juga kita terlalu lemah dan tidak mampu melakukan apapun.

Kadang kita sulit bersosialisasi atau tidak paham batasan sosial. Menjadi manusia yang seimbang menjadikan kita paham bagaimana caranya menempatkan diri, tau dimana letak kesalahan kita dan peka terhadap hal- hal yang sedang terjadi. Selain itu juga menjadikan diri kita sebagai masyarakat yang bernilai positif baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain.

Pernah dengan sebuah kampanye tentang “Bawa kantong sendiri untuk mengurangi limbah plastik ?”. Secara positif kita mungkin ikut melakukan dan turut bergerak dalam kampanye tersebut. akan tetapi apa yang kita beli di minimarket hanya cemilan ringan berbungkus plastik yang bahkan sebenarnya kita tidak butuh. Ada juga kampanye tentang daur ulang sampah, hingga terdapat beberapa tempat sampah terbagi antara organik dan non organik. Tetapi setiap pagi mobil pengangkut sampah tidak pernah memisahkan kedua sampah tersebut dan memasukannya dalam satu bak truk.

Contoh sederhana menjadi manusia yang seimbang adalah kita memahami porsi, memahami arti dan peka terhadap hal- hal kecil yang sering tidak disadari mayoritas orang. Menjadi manusia yang seimbang bukan hanya berfikir positif dengan tindakan besar yang bernilai baik, tetapi juga memahami dan peka pada prinsip- prinsip sederhana.

Menjadi Manusia Yang Seimbang 6


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Ade Firman Saputra

   

Selain menulis, rutin bersosialisasi serta jalan- jalan ke berbagai tempat asing menjadi kegiatan bagi saya. Kita akan lebih mengenal banyak hal dan memperkuat jiwa

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments