Teknologi    , Sains   

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah!


Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 1

Belajar daring, kuliah daring, bosankah? Kendati model pembelajaran seperti itu menimbulkan pro dan kontra, kita memang harus bersiap. Apalagi bagi anak-anak muda yang bakal menjadi generasi masa depan.

Di Indonesia, kendala infrastruktur memang menghambat model pembelajaran daring. Hal itu bukan berarti disikapi dengan menolak mentah-mentah sistem dan konsep pembelajaran daring. Justru harus dicarikan solusi memeratakan akses jaringan internet di seluruh daerah.

 

Revolusi Industri

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 3

Ada wabah Covid-19 atau tidak, pembelajaran daring merupakan niscaya. Pernah dengar revolusi industri 4.0? Seluruh dunia, tidak hanya Indonesia, akan menghadapi hal tersebut.

Tentu, kita tahu zaman silam ada revolusi industri di Inggris pada abad ke-18. Dari Inggris menyebar ke Eropa dan selanjutnya ke seluruh dunia. Saat itu, tenaga-tenaga manusia digantikan dengan mesin. Banyak orang kehilangan pekerjaan, namun perlahan semua orang menerima perubahan dari revolusi industri. Alat-alat transportasi pun membuat mobilitas manusia lebih cepat. Kereta api, kendaraan bermesin, dan alat transportasi lainnya mulai merajalela dan semakin canggih sampai kini.

Nah, revolusi industri 4.0 adalah fase kelanjutan dari revolusi-revolusi industri sebelumnya. Dulu orang punya telepon rumah dianggap megah. Kini dianggap kuno, bukan? Hampir semua orang sudah memegang telepon genggam dan android. Dahulu orang menulis menggunakan mesih tik dengan kertas digeser naik turun, kini asyik di depan komputer dan laptop. Nanti android yang kita pakai malah bisa tipis seperti selembar kertas. Itu sih bukan lagi mimpi. Itu pasti terjadi.

 

Anak Muda Wajib Respons Perubahan

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 4

Tak ada yang berubah kecuali perubahan itu sendiri. Digitalisasi dan teknologi jaringan sebenarnya hanya satu ciri dari banyak ciri revolusi industri 4.0. Artinya, revolusi industri 4.0 begitu macam cirinya. Kalau kita tidak cepat merespons perubahan, kita akan tertinggal. Di zaman kini, orang yang bisa menggenggam dunia adalah orang-orang yang dapat memahami dan berinteraksi dengan perubahan yang memang berkembang pesat.

Baca juga  5 Aplikasi Bersepeda Terbaik yang Wajib Kamu Install

Siapa yang harus merespons perubahan? Ya, anak-anak muda. Generasi yang akan hidup “1000 tahun lagi”. Seiring perkembangan zaman, kita tidak bisa mengelak proses digitalisasi dan sistem jaringan internet. Di sisi lain, anak-anak muda harus banyak belajar agar tidak kalah dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Apaan sih itu?

 

Kecerdasan Buatan

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 5

Tak perlu menunggu bertahun-tahun, jenis pekerjaan yang sekarang selalu diisi di Kartu Tanda Penduduk (KTP) lambat laun tidak berlaku lagi. Telah disebutkan bahwa revolusi industri 4.0 begitu macam cirinya. Selain teknologi jaringan dan digitalisasi, kecerdasan buatan adalah satu ciri juga.

Di bawah ini akan diterangkan secara lebih sederhana. Tahu komputer, kan? Sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945, di dunia sebenarnya sudah ada komputer. Bentuknya sangat jumbo. Perlahan, bentuk komputer seperti kita lihat saat ini. Sistem komputer saat ini juga lebih canggih daripada sebelumnya. Kapasitas komputer menentukan seberapa banyak data bisa disimpan dan dioperasikan.

Kecerdasan buatan  beroperasi dengan prinsip komputer. Namun, komputer yang digunakan bukan sembarang komputer. Komputer yang digunakan berkinerja sangat baik, yang disebut dengan super komputer. Kecerdasan buatan ditunjang dengan big data, jaringan saraf buatan, sistem pakar (expert system), dan deep learning. Hebat bukan main! Kecerdasan buatan bisa merekam dan mengolah pengetahuan ratusan-ribuan tahun, dari zaman ke zaman.

Untuk action-nya, kecerdasan buatan bisa ditanam dalam mesin, drone, robot dan perkakas lain. Silakan berselancar di internet dan cari pabrik yang menggunakan robot-robot untuk bekerja. Ada, bukan? Di beberapa negara, ada pabrik mobil yang melakukan pengelasan dan perakitan dengan tangan-tangan robot.

Untuk mengulas soal kecerdasan buatan, kita harus kuliah khusus. Tulisan ini hanya memotivasi kita untuk beradaptasi dengan perubahan. Belajar daring dan kuliah daring itu masih taraf biasa saja dalam gegap-gempita revolusi industri 4.0. Kita harus beradaptasi sekaligus belajar giat dan meningkatkan kapasitas diri menghadapi perubahan.

Baca juga  5 Benda Di Kehidupan Sehari-hari Ini Ditemukan Oleh Perempuan!

 

Garry Kasparov Kalah!

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 6

Tanpa disadari, kita mendukung penerapan kecerdasan buatan. Kita berasyik ria di instagram, twitter, facebook, dan media sosial lainnya merupakan bukti dukungan itu. Media sosial dibuat dengan algoritma-algoritma. Kita posting-posting sesuatu dan memberikan informasi-informasi akan diserap oleh kecerdasan buatan. Bukankan kita memberikan data? Ucapan kita, isi otak kita, perilaku kita sehari-hari, dan sebagainya.

Untuk sekelas pecatur Garry Kasparov saja bisa diserap oleh kecerdasan buatan, apalagi kita. Sejak tahun 1985, Garry Kasparov tak terkalahkan bertanding catur. Diam-diam perusahaan IBM berhasrat mengalahkannya. Dibuatlah program Deep Blue. Sebagaimana tulisan di awal, salah satu yang menunjang kinerja kecerdasan buatan adalah sistem pakar (expert system).

Keahlian dan kecakapan Garry Kasparov pun dipelajari. Pertandingan-pertandingan yang pernah dilakukannya disetel ulang dan ditelaah. Hasilnya? Awalnya Garry Kasparov bisa menang melawan kecerdasan buatan. Namun, saat pertandingan kedua pada tahun 1997, Deep Blue mampu mengalahkan Garry Kasparov.

 

Mobil Canggih Google

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 7

Urusan mengembangkan kecerdasan buatan ini tidak hanya dilakukan perusahaan IBM. Semua perusahaan besar lainnya juga merancang, termasuk Facebook dan Google. Tentu, kita masih ingat produk mobil yang bisa menyetir sendiri. Istilah keren Indonesianya: mobil swakemudi. Produk itu disosialisasikan Google pada tahun 2014 silam. Mobil swakemudi ini terus diuji dengan mempelajari segala kondisi di jalan raya.

Pernah dalam ujicoba, mobil swakemudi produk Google kecelakaan. Itu karena kesalahan mobil manual di depannya. Menurut Yuval Noah Harari dalam buku Homo Deus: A Brief History of Tomorrow (2015), kalau semua mobil sudah dikomputerisasi dengan kecerdasan buatan seperti mobil swakemudi produk Google tak perlu ada kecelakaan lalu lintas. Semua kendaraan di jalan raya terkoneksi dengan kecerdasan buatan.

Baca juga  Tips Memilih Provider Web Hosting Terbaik

Singkatnya, dunia tetap akan dipenuhi mobil swakemudi. Bahkan, mobil swakemudi itu bisa mengikuti ritme pergi dan pulang kantor seseorang. Yuval Noah Harari malah bilang kebanyakan mobil (dan kendaraan) hanya memenuhi tempat parkir. Pergi ke kantor pukul 07.00, pulang pukul 15.00. Ingat, 8 jam mobil nganggur di parkiran! Padahal, kendaraan yang menganggur di tempat parkir bisa dipakai oleh keluarga lain.

 

Kecerdasan Buatan Sudah & Pasti Muncul

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 8

Beberapa negara maju sudah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melakukan penjelajahan luar angkasa, konsultasi medis dan hukum, meracik obat, mengelola pabrik, dan sebagainya.

Tak lama lagi akan muncul mobil yang dapat mengendarai sendiri dan mengantar manusia kemanapun, mesin penerjemah yang dapat digunakan untuk memudahkan komunikasi dengan orang lain, atau robot yang melakukan pekerjaan berbahaya. Untuk memasak, manusia bisa memasrahkan pada kecerdasan buatan dan masakan terhidang sendiri.

Siap atau tidak, kecerdasan buatan akan mengambil alih pekerjaan manusia. Zaman berubah dan berkembang. Anak-anak muda harus meningkatkan kecakapan hidup untuk bisa beradaptasi. Banyak pekerjaan di KTP tak berguna lagi. Namun, tetap muncul jenis pekerjaan baru berbasis kecerdasan buatan. Dari berbagai referensi, jenis pekerjaan yang tidak hilang adalah yang berhubungan dengan kepekaan dan kreativitas manusia.

Kemajuan sains dan teknologi, ada dampak negatif. Ya, kita akui. Revolusi industri 4.0 ada dampak buruknya. Internet ada dampak buruknya. Android ada dampak buruknya. Semua ada dampak buruk, namun tetap ada dampak positif. Kita hanya harus cerdas menyikapi dan memaknai.

Generasi mileneal akan menentukan wajah Indonesia di hadapan negara-negara lain di tengah gegap-gempita kecerdasan buatan dan revolusi industri 4.0. Kecerdasan buatan sudah di depan mata. Tetap hebat untuk Indonesia!

Kecerdasan Buatan Sudah Muncul, Bersiaplah! 9


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Hendra Sugiantoro

   

juru tulis, pemustaka, pengkliping koran, periset buku lawas, penikmat tokoh, dan penyeru literasi

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments