Traveling    , Budaya   

5 Etika yang Perlu Diperhatikan Saat Mengunjungi Suku Badui

Mari saling menghormati etika suku Badui.3 menit


5 Etika yang Perlu Diperhatikan Saat Mengunjungi Suku Badui 1

Indonesia terdiri dari banyak etnis dan suku dengan bahasa maupun tradisi mereka sendiri, membuat Indonesia beragam serta kaya akan budaya. Banyak suku di Indonesia hidup terisolasi dari dunia modern.

Suku Badui adalah salah satu suku di Indonesia yang mengasingkan diri dari dunia luar. Terletak hanya 120 kilometer dari hiruk pikuk Jakarta, ibu kota Indonesia, Suku Badui tinggal di desa-desa di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Orang Badui menyebut diri mereka sebagai Orang Kanekes. Mereka dibagi menjadi dua sub-kelompok, yaitu Badui Luar dan Badui Dalam. Mereka mudah dibedakan berdasarkan warna pakaiannya. Orang Badui Luar hanya memakai warna gelap sedangkan orang Badui Dalam hanya mengenakan pakaian putih kasar yang mereka ikat sendiri.

Orang-orang Badui Dalam masih memegang teguh aturan dan tradisi mereka sementara orang-orang Badui Luar sadar akan dunia luar serta akrab dengan teknologi, seperti peralatan elektronik. Namun, orang Badui Luar tetap mengikuti aturan dan tradisi mereka meskipun tidak seketat orang Badui Dalam.

Baca juga  6 Tempat Menyelam Terbaik di Kepulauan Sulawesi

Karena mereka memiliki tradisi sendiri yang sesuai dengan kehidupannya, jika berencana untuk mengunjungi desa mereka, kamu perlu menghormati tradisi mereka dengan mengikuti beberapa etika. Berikut adalah 5 etika yang harus kamu ikuti ketika mengunjungi suku Badui di Banten.

Tidak boleh menggunakan kendaraan

Suku Badui berjalan

Berbeda dengan mayoritas orang Indonesia, orang Badui suka berjalan dan selalu berjalan ke mana pun mereka pergi meskipun tujuannya cukup jauh dari rumah. Ini adalah alasan mengapa kamu tidak akan menemukan kendaraan di sana dan bahkan tidak diperbolehkan membawa atau pun menggunakan kendaraan.

Untuk pergi ke suku Badui, kamu perlu memastikan bahwa kamu berada dalam kondisi fit karena harus berjalan dari desa Ciboleger, desa terakhir yang kamu lewati sebelum memasuki area suku Badui. Jadi, hematlah energimu karena kamu akan berjalan beberapa kilometer jauhnya untuk tiba di tempat suku tersebut.

Orang Badui tidak memakai sandal, sepatu, atau alas kaki lainnya. Mereka suka berkeliling dengan kaki telanjang. Karena sangat suka berjalan tanpa sandal, mereka selalu mencuci kaki sebelum memasuki rumah. Karena itu, ketika hendak berkunjung ke rumah mereka, kamu harus selalu mencuci kaki terlebih dahulu.

Baca juga  7 Destinasi Wisata Menarik di Sleman, Sungguh Mempesona!

 

Tidak boleh menggunakan kamera atau perangkat elektronik lainnya 

Tidak boleh meninggalkan barang di Badui

Ketika mencari di internet tentang gambar yang berhubungan dengan suku Badui, kamu tidak akan menemukan banyak karena mereka tidak suka difoto. Inilah alasan meskipun kamu membawa kamera dan kehidupan sehari-hari mereka yang unik terasa seperti kamu ingin untuk memotretnya, yang terbaik adalah tidak membawanya.

Perangkat elektronik lainnya juga tidak diperbolehkan. Jika melanggarnya, kamu akan dikenakan sanksi dan denda khusus. Jika masih di wilayah Badui Luar, kamu masih bisa menggunakannya, tetapi jika berada di Badui Dalam, maka kamu lebih baik tidak mengambil risiko sendiri.

Selalu ingat bahwa kamu berada di area mereka dan yang terbaik adalah mengikuti dan menghormati aturan apa pun yang berlaku di sana.

 

Mengenakan pakaian gelap atau putih saja 

Pakaian Suku Badui

Karena Badui Luar dan Badui Dalam memakai berbagai warna pakaian, yang terbaik adalah mengikuti apa yang mereka kenakan karena Badui tidak menggunakan pakaian pola dengan penuh warna seperti masyarakat modern. Ini akan membantumu berbaur dan bergaul lebih baik dengan Suku Badui. Orang-orang Badui Luar mengenakan pakaian gelap biasa, sementara orang-orang Badui Dalam memakai pakaian putih dengan ikat kepala putih.

Baca juga  Mengenalkan Sastra Sejak pada Para Pelajar

 

Tidak ada peralatan mandi 

Suku Badui mandi

Rumah-rumah di suku Badui tidak memiliki air dan mandi dilakukan di sungai terdekat tanpa sabun atau peralatan mandi lainnya. Jadi, ketika kamu mengunjungi suku Badui, khususnya Badui Dalam, jangan berharap menemukan mereka mandi dengan sabun, sampo, atau pasta gigi.

Alih-alih menggunakan perlengkapan mandi modern atau kimia, orang Badui lebih suka menggunakan bahan yang mereka temukan di alam untuk membersihkan diri. Mereka menggunakan semacam batu untuk menggosok kulitnya sebagai pengganti sabun dan menggunakan serat kelapa sebagai sikat gigi.

Orang Badui, khususnya Badui Dalam, benar-benar menghargai dan mencintai alam. Itu sebabnya kamu tidak akan menemukan bahan plastik atau kimia di desa mereka.

 

Tidak boleh meninggalkan barang

Suku Badui

Ketika kamu berencana untuk pulang dari desa Badui, selalu ingat untuk juga membawa kembali barang-barangmu. Seperti yang disebutkan sebelumnya, orang Badui menghargai dan mencintai sifatnya, jadi jika kamu membawa beberapa hal yang bukan milik masyarakat mereka, ingatlah untuk membawanya kembali bersamamu.

Mengikuti berbagai etika ini penting untuk menjaga perilaku terbaikmu dan bergaul dengan orang-orang Badui.

5 Etika yang Perlu Diperhatikan Saat Mengunjungi Suku Badui 3

Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Rado

Legend