Asal Mula Ilmu Nahwu dan Shorof

Asal Mula Ilmu Nahwu dan Shorof

Ketika penyebaran islam meluas, tepatnya pada zaman khalifah Umar bin khatab ra. Banyak orang-orang berbondong-bondong masuk islam yang pada awalnya mereka adalah tawanan perang kaum kafir di dalam perlindungan kaum muslim. Sehingga terjadi pencampuran antar bangsa dalam berinteraksi satu sama lain,menikah antar bangsa, hal ini bisa terjadi menyebabkan pergeseran budaya termasuk dalam hal  Bahasa. Hal ini bisa menyebabkan pergeseran perubahan dinamika keutuhan Bahasa arab baik segi tata bahasanya, pengucapannya,susunan, kaidahnya. Yang bisa menyebabkan terjadi peubahan maknanya. Dan ini merupakan kesalahan yang sangat Fatal bisa terjadi terhadap keutuhan Alquran.

Pada zaman khalifah Ali bin abi thalib ra, abul aswad menghadap kepada khalifah dan melaporkan tentang kesalahan fatal ini. Bahkan putrinya sendiri ketika berbicara banyak terjadi kesalahan pengucapan tata Bahasa arab.Tidak hanya itu kesalahan terjadi hampir di seluruh penduduk arab.

Oleh sebab itu khalifah Ali memerintah abul aswad untuk mengambil tindakan agar membuat suatu ilmu tentang Bahasa arab. Ilmu tersebut yang kita kenal nama nya adalah ilmu nahwu shorof.

Sudah menjadi keharusan bagi seseorang yang ingin benar-benar mempelajari agam Islam dengan baik dan menyeluruh, untuk belajar bahasa Arab. Hal ini karena kedua rujukan primer umat Islam, Yakni Al-Qur’an dan Hadits ialah menggunakan bahasa Arab, bahkan bahasa Arab yang paling fasih. Tiada salah kata atau tata bahasa sedikitpun dalam Al-Qur’an maupun Hadits.

Allah telah memerintahkan kepada kita agar mempelajari bahasa Arab. Allah Ta`ala berfirman :

 اِنَّا جَعَلۡنٰهُ قُرۡءٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُوۡنَ‌ۚ

“Sesunggunya kami telah menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya”

( QS : AL-Zukhruf : 3 )

Maka sepatutnya bagi kita umat muslim untuk mempelajari Al-Qur’an dan Hadits dengan baik dan benar. Nah, lalu dengan apa kita mempelajari bahasa Arab?. Yaitu dengan belajar ilmu-ilmu dasar, berupa gramatika, sangat tidak mungkin bagi kita orang awam memperdalam ilmu agama tanpa membaca kitab-kitab para salafusholihin yang berupa tulisan Arab, tulisan tersebut dapat di baca dengan baik dan benar yaitu dengan belajar ilmu gramatika.

Diantara ilmu tata bahasa ( gramatika ) Arab paling dasar ialah Nahwu-Shorof, dua ilmu yang bagaikan ayah dan ibu bagi ilmu-ilmu yang lain. Ilmu Nahwu dan Shorof merupakan pelajaran yang sangat penting bagi para pelajar yang ingin mendalami ilmu agama islam, seperti Ilmu fiqih, Ilmu tauhid, Ilmu tasawuf dan Ilmu lain-lainnya yang menjadi pendoman umat islam di Dunia ini. Ilmu Nahwu dan Shorof bertujuan untuk memahami tatacara pembacaan bahasa Arab yang baik dan benar. Menurut Aḥmad al-Hāsyimi dalam bukunya al-Qawā’id al-Asāsiyyah li al-Lugah al-‘Arabiyyah menyebutkan definisi nahwu adalah kaidah-kaidah yang menjelaskan keadaan harakat akhir kata berbahasa Arab sebagai hasil dari penyusunan kata dengan kata yang lain dari segi i’rāb, binā’, dan lainnya, Sedangkan ilmu Sorof menurut kitab kaylani adalah perubahan asal ( bentuk ) yang satu kepada contoh-contoh asal (bentuk) yang berbeda-beda, untuk (tujuan menghasilkan) makna-makna yang dimaksud.

Hukum mempelajari Ilmu Nahwu dan Sorof ialah Fardhu Kifayah, maksudnya jika ada seseorang dalam satu tempat tinggal lalu ia mempelajari ilmu tersebut maka gugur atas kewajiban orang-orang yang lainnya karena telah ada yang mewakilkan atas mempelajari ilmu tersebut, dan sebaliknya jika tidak ada yang mempelajarinya maka berdosa satu tempat tersebut.

Adapun Metode dalam mempelajari Ilmu Nahwu dan Shorof adalah dengan metode Gramatikal. Gramatika dalam bahasa Arab disebut Qowa’id ( kaidah-kaidah ), dalam Qowa’id terdapat unsur yang mengaitkan satu sama lain, dalam keduanya mempunyai peran sangat penting bagi seseorang yang ingin mempelajari bahasa Arab. Ilmu Nahwu digunakan dalam bahasa Arab untuk mengetahui akhir harakat ( syakal ), sedangkan Ilmu Shorof digunakan untuk mengetahui bentuk suatu lafadz ( kata ), karena dalam bahasa Arab segi penulisannya kebanyakan tanpa harakat, yang biasa kita sebut gundul.

Dengan demikian bisa disimpulkan bahwasannya mempelajari ilmu Nahwu dan Shorof sangatlah penting bagi para pelajar yang ingin menguasai bahasa Arab dengan secara baik dan benar.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Diki Choirul Fadilah