Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar

Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar

Dalam tatanan masyarakat (Kalsel red), secara umum dibagi tiga bagian yakni, bagian luar yang terdiri dari serambi (pelataran atau ambin), bagian tengah yang terdiri dari ruang tamu dan , dan bagian belakang yang biasanya digunakan sebagai , ruang makan dan sebagainya.

Khusus jenis Bubungan Tinggi (salah satu jenis khas ), juga dibagi dalam tiga ruangan menurut fungsinya. Yaitu, pertama, ruang terbuka berupa serambi atau pelataran atau ambin yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu, tempat duduk, dan istirahat.

Baca juga  3 Jenis Rumah Adat Maluku

Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar

Kedua, ruang dalam terdiri atas pacina, panampik kecil, panampik besar, panampik panangah, dan panampik bawah, berfungsi sebagai ruang keluarga dan tempat menyimpan peralatan kerja. Ketiga adalah ruang padapuran yang berfungsi sebagai ruang makan dan .

Khusus ruangan atau di beberapa masyarakat menyebutnya Padu atau Juruk, ada istilah khusus untuk menyebut tempat untuk memasak dengan sebutan Atang atau Padapuran.

Atang ini biasanya terdiri dari tempat untuk memasak baik berupa tungku sedarhana untuk aktivitas memasak dan susunan kayu bakar serta alat-alat memasak.

Baca juga  Jaman Now, Masak Sendiri Lebih Mahal Daripada Warteg !

Ada beragam jenis penataan Atang ini, namun biasanya ada tumpukan kayu bakar berada di bagian atas tersusun rapi dengan tujuan agar kayu bakar mudah diambil serta bisa cepat lebih kering saat digunakan.

Selain kayu bakar, biasanya bagian rak atas ini juga digunakan sebagai tempat menyimpan benih tanaman sayur seperti jagung, kacang panjang dan lainnya yang nantinya digunakab sebagai benih untuk ditanam kembali atau sering disebut dengan nama Paung.

Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar

Penataan Ataang sebagai tenpat aktivitas memasak ini tidak terlepas digunakannya kayu sebagai bahan bakar untuk memasak makanan.

Baca juga  Cara Merawat Peralatan Dapur Agar Masa Pakainya Lebih Lama

Namun penataan seperti ini semakin berubah seiring berubahnya sumber api yang digunakan dalam memasak, yang semula menggunakan kayu sebagai bahan bakar kini berganti ke minyak tanah dan gas, sehingga penggunaan pun juga berubah.

Tapi penataan secara sederhana Atang ini masih dapat kita temui di masyarakat yang menjadikan kayu bakar sebagai bahan utama untuk api memasak, khususnya di daerah-daerah pinggiran maupun ataupun di pondok-pondok persawahan dan kebun masyarakat.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Sugianoor