Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar


Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar 1

Dalam tatanan masyarakat Banjar (Kalsel red), rumah secara umum dibagi tiga bagian yakni, bagian luar yang terdiri dari serambi (pelataran atau ambin), bagian tengah yang terdiri dari ruang tamu dan kamar, dan bagian belakang yang biasanya digunakan sebagai dapur, ruang makan dan sebagainya.

Khusus jenis Rumah Bubungan Tinggi (salah satu jenis rumah khas Banjar), juga dibagi dalam tiga ruangan menurut fungsinya. Yaitu, pertama, ruang terbuka berupa serambi atau pelataran atau ambin yang berfungsi sebagai tempat menerima tamu, tempat duduk, dan istirahat.

Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar 3

Kedua, ruang dalam terdiri atas pacina, panampik kecil, panampik besar, panampik panangah, dan panampik bawah, berfungsi sebagai ruang keluarga dan tempat menyimpan peralatan kerja. Ketiga adalah ruang padapuran yang berfungsi sebagai ruang makan dan dapur.

Khusus ruangan dapur atau di beberapa masyarakat Banjar menyebutnya Padu atau Juruk, ada istilah khusus untuk menyebut tempat untuk memasak dengan sebutan Atang atau Padapuran.

Atang ini biasanya terdiri dari tempat untuk memasak baik berupa tungku sedarhana untuk aktivitas memasak dan susunan kayu bakar serta alat-alat memasak.

Ada beragam jenis penataan Atang ini, namun biasanya ada tumpukan kayu bakar berada di bagian atas tersusun rapi dengan tujuan agar kayu bakar mudah diambil serta bisa cepat lebih kering saat digunakan.

Selain kayu bakar, biasanya bagian rak atas ini juga digunakan sebagai tempat menyimpan benih tanaman sayur seperti jagung, kacang panjang dan lainnya yang nantinya digunakab sebagai benih untuk ditanam kembali atau sering disebut dengan nama Paung.

Atang Arsitektur Dapur Khas Banjar 4

Penataan Ataang sebagai tenpat aktivitas memasak ini tidak terlepas digunakannya kayu sebagai bahan bakar untuk memasak makanan.

Namun penataan dapur seperti ini semakin berubah seiring berubahnya sumber api yang digunakan dalam memasak, yang semula menggunakan kayu sebagai bahan bakar kini berganti ke minyak tanah dan gas, sehingga penggunaan dapur pun juga berubah.

Tapi penataan secara sederhana Atang ini masih dapat kita temui di masyarakat yang menjadikan kayu bakar sebagai bahan utama untuk api memasak, khususnya di daerah-daerah pinggiran maupun ataupun di pondok-pondok persawahan dan kebun masyarakat.


Suka POST ini ? Bagikan ke temanmu !

Sugianoor

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments