Atensi Dapat Mempengaruhi Perilaku

Atensi Dapat Mempengaruhi Perilaku 1

Perilaku adalah suatu aktivitas atau kegiatan seperti hanya hewan, manusia atau juga makhluk hidup yang lainya, nah itu tadi pengertian secara biologis. Perilaku juga bisa dideskripsikan sebagai balasan atau juga tanggapan terhadap rangsangan atau stimulus yang ada. Mulai terbentuknya perilaku seseorang itu dari saling adanya interaksi seseorang dengan orang lain, seseorang dengan lingkungan sekitar, bahkan mulai terbentuknya perilaku seseorang mulai dari pola pikir yang dia miliki. Dari perilaku sendiri juga dibagi menjadi dua macam, diantaranya yaitu ada perilaku positif atau disebut juga dengan persefektif yang berarti bisa bermanfaat bagi banyak orang dan ada perilaku negatif yang dapat merugikan diri sendiri atau banyak orang.

Perilaku positif merupakan sebuah tindakan yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud atau tujuan yang baik, nah maka dari itu perilaku positif sangat disukai banyak orang karena cenderung memiliki manfaat menguntungkan dalam diri sendiri maupun orang lain yang ada disekitar kita, disamping itu bahwa sejatinya seseorang yang melakukan perilaku positif yang di lakukan secara terus-menerus akan membawa sesuksesan pada seseorang tersebut. Contohnya perilaku positif yaitu menolong orang yang sedang membutuhkan, taat dan patuh terhadap orang tua, adil dalam kondisi apapun, dst. Pada zaman yang sekarang ini seseorang harus memberanikan diri untuk melaksanakan hal baik atau perilaku positif serta berhati-hati kepada seseorang yang ada disekitar kita, karena pada era yang sekarang ini banyak orang-orang yang berada disekitar kita yang mengajak, mempengaruhi, bahkan menyusuh kita kedalam hal negatif seperti hanya mencuri, mengajak kemaksiatan, dst.

Setelah kita membahas mengenai perilaku positif disini kita akan membahas dari kebalikanya perilaku tersebut, yaitu perilaku negatif. Secara bahasa pengertian perilaku negatif diambil dari dua kata yaitu ada perilaku dan negatif. Secara etimologi perilaku merupakan aktivitas atau respon seseorang terhadap stimulus-stimulus yang ada di lingkungan tersebut, sedangan negatif merupakan sesuatu hal yang menyimpang atau disebut kurang baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Dari dua kata tersebut dapat kita simpulkan bahwa perilaku negatif merupakan aktivitas  atau respon seseorang terhadap lingkungan disekitar yang menyimpang atau bisa disebut kurang baik untuk diri sendiri maupun banyak orang. Contoh perilaku negatif yaitu kejahatan atau tindakan kriminal seperti mengadakan kekacauan disuatu tempat, pembunuhan disengaja, perampokan, dst.

Dalam psikologi pemusatan perhatian disebut juga sebagai atensi. (Solso dkk, 2008). Menerangkan bahwasanya atensi merupakan memusatkan atau mengelompokkan pemikiran-pemikiran yang berada di dalam otak kita. Atensi sendiri bisa mempengaruhi otak kita untuk memilah dan memilih informasi yang kita dapatkan dan kita anggap bahwa informasi itu penting atau baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain. Setelah mendapatkan informasi itu otomatis akan melakukanya. Dari teori psikologi atensi ini dapat kita kaitkan dengan perilaku pada saat bulan Ramadhan.

 Dari kata bulan Ramadhan sendiri memiliki arti bulan yang suci yang mana seluruh umat islam yang ada di dunia ini bersama-sama melaksanakan puasa. Karena puasa pada saat bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib, pada saat tersebut seluruh amalan kita dilipat gandakan maka dari itu banyak orang yang melaksanakanya. Puasa juga menjadi ibadah yang pas untuk membersihkan jiwa dari segala perilaku negatif dan perkataan yang tercela yang akan membuat hati lebih bersih, tenang dan sehat. Kalau ada umat islam yang bulan itu tidak melaksanakan puasa maka harus dipertanyakan untuk keislamanya. Misalkan seperti kita hanya merasakan nikmatnya puasa pada bulan Ramadhan. Setelah itu teringat puasa yang lainya seperti hanya kita pernah alami juga yaitu puasa sunnah senin dan kamis. Kita setelah itu mulai membandingan antara puasa pada saat pulan Ramadhan yang pahalanya berlipat ganda dengan puasa senin dan kamis yang mengikuti sunnah rosulullah. Maka otak kita berfikir bahwa puasa pada saat bulan Ramadhan ini penting banget untuk diri seseorang seperti hanya bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas keimanan kita dan juga yang lainya. Sehingga muncullah perilaku positif yang berkeinginan pada saat bulan Ramadhan itu melaksanakan puasa. Kegiatan ini merupakan salah satu contoh dari terjadinya proses atensi yang ada di dalam diri kita atau orang lain.

Maka dari itu atensi juga dapat membantu mengontrol dan merencakan tindakan-tindakan kedepanya kita itu seperti apa. Setelah itu atensi mulailah bekerja karena telah mendapatkan informasi yang kita anggap baik, penting dan bermanfaat bagi diri seseorang. Setelah otak atau pola pikir seseorang mendapatkan informasi tersebut maka dari itu munculkan reaksi dengan perilaku positif pada diri seseorang yang berkeinginan untuk melaksanakan puasa pada bulan tersebut karena bisa membersihkan jiwa dari segala perilaku negatif dan perkataan tercela yang akan membuat hati kita lebih bersih, tenang dan sehat.

Daftar Pustaka

Dosen Sosiologi. (2020, Maret 22). Pengertian Perilaku Positif Cara Dan Contohnya. https://dosensosiologi.com/perilaku-positif

(2019, April 08). Pengertian Bulan Ramadhan Dan Keutamaanya. https://www.sarungbhs.co.id/post/article/pengertian-bulan-ramadhan-dan-keutamaannya

Andi Nurhikma. (2016, Desember 13). Atensi Pemusatan Perhatian. https://psykognitif.wordpress.com/2016/12/13/atensi-pemusatan-perhatian

Bakti Raharjo. (2009, Desember). Perilaku Menyimpang Terhadap Remaja. https://baktiraharjo.wordpress.com

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Helmy Choiriyanto