Baca Buku Jadi Kutu Buku?

Baca Buku Jadi Kutu Buku? 1

Membaca buku menjadi salah satu cara untuk memecahkan rasa ingin tahu. Membuka halaman satu ke halaman berikutnya dan satu buku ke buku lainnya menjadi sangat menyenangkan bagi mereka yang memang gemar membaca. Kemudian begitu membosankan untuk mereka yang tidak terlalu suka membaca.

Tidak heran jika banyak sebutan untuk mereka yang gemar membaca. Paling sering kita dengar adalah Kutu Buku. Namun, apakah gemar membaca buku selalu dikaitakan dengan begitu? Ada begitu banyak alasan seseorang melakukan kegiatan mencari informasi tersebut. Baik untuk dirinya sendiri atau dibagikan kepada orang lain.

Sebagi Teman Berbicara

Sifat manusia memang tidak bisa hidup sendiri dan bergantung pada kehidupan sosial. Misalnya saja memecahkan masalah, kita selalu membutuhkan masukan atau pendapat dari orang lain. Mengobrol, bertukar pikiran dan saling menanggapi.

Namun, tahukah kamu jika ada sebagian orang yang menganggap membaca buku sama halnya dengan mengobrol. Meskipun tidak dapat mendengar suara lawan bicara, tetapi otak si pembaca akan berimanjinasi dan membuat nada bicara layaknya berbicara dengan manusia.

Mereka akan memberi tanda pada bukunya seperti pembatas yang berwarna warni, menebali kalimat penting menggunakan highlighter pen atau bahkan sticky note. Tanda tersebut bukan hanya sekadar tanda saja. Sticky note digunakan untuk menuliskan beberapa pendapat si pembaca mengenai kalimat tertentu. Mereka akan senantiasa diajak berpikir dan berpendapat pada tulisan tersebut dan mengutarakan isi hatinya.

Otak akan benar-benar terfokus pada apa yang dibaca dan dipahaminya. Sehingga membaca bukan hanya sekadar membaca kalimat dari satu paragraf ke paragraf berikutnya. Membaca dapat menjadikan seseorang memiliki teman berbicara dan berani mengungkapkan pendapatnya.

Teman Menunggu

Jika ditanya kegiatan apa yang paling membosankan untuk dilakukan adalah menunggu. Menengok jam menjadi hal yang sering dilakukan. Namun, ini tidak berlaku untuk mereka yang membawa dan membaca buku supaya tidak bosan ketika menunggu seseorang datang.

Menunggu menjadi hal yang tidak begitu berat lagi untuk dilakukan. Ada tantangan tersendiri ketika menunggu sembari membaca buku di tempat umum. Suara bising akan sedikit menganggu dan memecah konsentrasi. Untuk meminimalisirnya bisa dengan memutar musik klasik atau instrument yang cukup menenangkan.

Kegiatan menunggu tidak akan terasa lama lagi dan membosankan. Bawalah buku yang kamu anggap seru dan menyenangkan ketika membacanya. Jadi, jangan ragu untuk membawa buku kemanapun kamu pergi.

Memiliki Dunia Sendiri

Setiap orang memiliki dunianya masing-masing yang hanya diisi oleh dirinya sendiri dan segala hal mengenainya. Entah itu yang disukai dan tidak. Sama halnya dengan membaca buku. Dapat menjadikan seseorang merasa memiliki dunianya sendiri.

Bagi sebagian orang menganggap bahwa setiap buku memiliki jiwanya masing-masing. Hal ini yang dapat mengajak pembaca untuk ikut merasakan apa yang dirasakan oleh buku tersebut. Tidak heran jika banyak orang yang sampai menangis hingga tertawa terbahak-bahak hanya karena membaca buku.

Beberapa orang menganggap membaca buku adalah pelarian dari dunia yang ramai dan bising. Mereka yang tidak menyukai kedua hal tersebut menganggap buku sebagai dunia yang dibuat sendiri untuk dirinya. Tidak ada yang boleh masuk tanpa seizinnnya, seperti hati.


Setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda mengenai aktivitas membaca buku, termasuk kamu. Manfaatkanlah buku sebagai sumber informasi, mengasah pikiran dan berpendapat. Ajaknya bicara karena pada setiap buku memiliki hatinya masing-masing.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.