Baca ini Ketika Kamu Merasa Salah Jurusan

Baca ini Ketika Kamu Merasa Salah Jurusan 1

Tahukah kamu ternyata merasa salah jurusan saat kuliah itu adalah hal yang dirasakan hampir semua mahasiswa? Bahkan 8 dari 10 mahasiswa saat ditanya seputar jurusan yang dipilih memiliki anggapan bahwa mereka salah dalam memilih jurusan.

Merasakan dunia perkuliahan tentu diinginkan hampir setiap orang. Sayangnya tidak semua orang beruntung untuk bisa mendapatkan kesempatan tersebut. Mungkin itu karena faktor ekonomi, tingkat kepercayaan diri atau dukungan orang tua. Terlepas dari hal itu semua, dalam artikel ini akan lebih berfokus membahas seputar ketidakpercayaan diri dalam menghadapi masa-masa sulit perkuliahan hingga berpikir untuk tidak lanjut berkuliah.

Masuk ke dunia perkuliahan artinya berani mengambil segala risiko yang nantinya terjadi selama perkuliahan. Ada beberapa faktor mengapa seseorang menganggap dirinya memasuki jurusan yang salah, misalnya:

pertama, dukungan orang tua, semakin bertambahnya semester di masa perkuliahan tentunya kita memerlukan support system yang semakin intens dalam memberikan dukungan. Tetapi semakin kesini justru terkadang orang tua sendiri yang mematahkan semangat dan motivasi anak. Terlebih jika orang tua ikut membanding-bandingkan jurusan yang kita ambil dengan anak tetangga atau orang lain, tentu hal ini membuat kita juga berpikir bahwa kita salah memasuki jurusan tersebut

kedua, ekspektasi, memiliki ekspektasi terhadap dunia perkuliahan, khususnya jurusan yang kita ambil memanglah hal yang sangat wajar. Tetapi terkadang ekspektasi yang berlebihan justru membuat kita akan merasa kehilangan motivasi di masa mendatang. Contohnya saja misal kita mengambil jurusan A dengan ekspektasi tidak ada mata kuliah yang berhubungan dengan hitungan, ternyata di jurusan tersebut mata kuliah yang berhubungan dengan hitungan justru lebih sulit. Contoh lain misal di nama jurusan B terdengar dan di cap sangat keren, tetapi ternyata mata kuliahnya membuat kita merasa bosan dan tidak memiliki gairah. Dari sini muncul lah pikiran bahwa kita memilih jurusan yang salah dengan passion kita

ketiga, susahnya beradaptasi dengan lingkungan, siapa saja mahasiswa yang ditanya seputar lingkungan di dunia perkuliahan selalu jawaban mereka adalah berbeda seluruhnya dengan dunia di masa sekolah. Karena memang pada faktanya bahwa dunia perkuliahan memiliki sistem yang lebih ‘kejam’ dibandingan masa sekolah. Misalnya lingkup pertemanan, dosen, dan mata kuliahnya sendiri. Bagi mahasiswa yang tidak bisa survive di lingkungan seperti ini tentu akan merasa mereka memilih jurusan yang tidak sesuai dengan yang mereka harapkan.

Lalu bagaimana menghadapi persoalan seperti ini?

Merasa salah jurusan memanglah hal yang wajar dirasakan. Tetapi kembali lagi bagaimana kita menghadapi pergolakan batin dalam diri sendiri. Berlarut-larut dan menunda-nunda penyelesaian masalah adalah dua hal yang harus dihilangkan dari sifat murni kita. Ada dua cara yang bisa kita lakukan jika sedang terjebak perasaan seperti ini, pertama, selesaikan perkuliahan kita bagaimanapun caranya, meskipun kita harus berjalan santai bahkan merangkak sekalipun, buat setiap harinya selalu ada kemajuan dalam perkuliahan kita.

Hal ini bukan karena kita tidak menghiraukan gejolak perasaan tersebut, tetapi lebih ke bagaimana kita dapat bertanggungjawab terhadap keputusan yang telah kita sepakati di awal masuk dunia perkuliahan, baik itu kesepakatan dengan orang tua maupun dengan diri sendiri. Kedua, jika memang kita memiliki pilihan atau kesempatan lain yang lebih baik prospeknya maka hal tersebut bisa menjadi landasan untuk kita meninggalkan jurusan yang sekarang kita ambil. Ingat, segala pilihan atau kesempatan yang datang haruslah kita pikirkan secara matang dengan segala risiko dan tantangan di masa mendatang. Mengambil risiko lain dengan alasan ‘salah jurusan’ tanpa memikirkan prospek kedepannya adalah pilihan yang sangat tidak bijak. Semangat pejuang sarjana!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

ainaa