Bagaiamana Bertanggungjawab Dengan Harta Kita?

Bagaiamana Bertanggungjawab Dengan Harta Kita? 1

Bagi orang yang memiliki banyak harta atau yang memang hobinya belanja. Membelanjakan dengan sat set sat set tanpa membuat laporan pengeluaran uang adalah hal yang wajar. Toh dipikiran masing-masing orang kadang sudah tertanam bahwa itulah hasil dari jeri payah ia selama ini. Padahal, kalau kita adalah seorang muslim semua ada aturannya. Iya, betapa sayangnya Allah ke diri kita kan supaya jadi manusia yang benar dan ga berbuat kerusakan untuk diri sendiri dan orang lain.

Orang-orang diluar sana juga sudah mulai mengenal investasi, produk investasi yang sering dipilih adalah saham, cryptocurrency, dll. Karena produk ini memberikan keuntungan lebih banyak dibanding produk keuangan yang lain. 

Namun seiring berjalannya waktu, orang-orang juga mulai melek dengan produk-produk yang berbau syari’ah. Mulai dari produk-produk keuangan sampai dengan produk-produk investasi syari’ah. Dari hal tersebut saya bisa mengambil kesimpulan bahwa sebenarnya aturan syari’ah itu memang mensejahterakan semua orang dalam artian menguntungkan satu sama lain.

Tetapi yang menjadi masalah adalah bukan hanya produk-produk keuangan ataupun investasinya saja yang harus berbasis syari’ah. 3 hal ini juga penting sekali untuk diketahui semua pekerja muslim dari buruh sampai bos perusahaan multinasional. Apa sajakah itu?

1. Mendapatkan Harta

Bagaimana mendapatkan harta yang sesuai syari’ah? Berarti harta yang diperoleh haruslah halal. Tempat kerjanya juga harus bergerak dibidang yang dihalalkan yakni yang tidak bersentuhan dengan riba. Karena jika hasil uangnya halal pun kalau tempat kerjanya bukan tempat yang diperbolehkan dalam islam maka tidak mendapatkan keberkahan di dalamnya. Dalam hal ini bukannya Allah tidak adil ya, tapi Allah sangat rahman dan rahim karena ingin kita semua selamat baik di dunia maupun akhirat.

2. Mengelola Harta

Setelah sudah menghasilkan uang di tempat yang baik dan dengan cara yang halal, maka selanjutnya yang perlu dipahami seorang muslim adalah mengelola harta tersebut. Bagaimana mengelolanya? Sesuaikan dengan kebutuhan dan jangan turuti semua keinginan yang tidak akan pernah habis.

Bagaimana cara mengetahui yang mana kebutuhan? Berikut ini beberapa kebutuhan wajib yang harus dipenuhi pada setiap keluarga:

  • Kebutuhan untuk memperdalam ilmu
  • Kebutuhan dalam menjaga jiwa (sandang, pangan, papan)
  • Kebutuhan dalam menjaga keturunan (pernikahan)
  • Kebutuhan dalam menjaga akal (pendidikan)
  • Kebutuhan dalam menjaga harta (pengeluaran tabungan dan investasi)

Setelah sudah mengetahui kebutuhan wajib, selanjutnya alokasikan harta yang dimiliki dengan membuat budgeting. Pembuatan budgeting masing-masing orang berbeda-beda ya, jadi sesuaikan dulu dengan kebutuhan masing-masing. Kalau kita lihat dari sudut pandang islam, ada contoh pembuatan budgeting yang digunakan oleh sahabat Nabi, yakni Salman Al-Farisi yang menggunakan budgeting dengan formula 1-1-1 / 33,3%-33,3%-33,3%dengan keterangan: 1 dirham/33,3% untuk kepentingan keluarga (living), 1 dirham /33,3%  untuk sedekah, dan 1 dirham /33,3% untuk diputar kembali menjadi modal (investasi).

3. Mengeluarkan Harta

Setelah sudah membuat budgeting berdasarkan kebutuhan pokok yang banyak mendatangkan manfaat dimasa depan, maka harta yang dikeluarkan akan berada di jalan yang baik. Mengeluarkan harta untuk sedekah, untuk pendidikan, untuk menuntut ilmu, untuk kebutuhan (sandang, pangan, papan) dll. Serta mengurangi hal-hal yang sifatnya sia-sia seperti berbelanja keperluan atas dasar barang tersebut lucu dll.

Dengan 3 hal di atas, kita bisa lebih mengerti mana yang diperlukan dan yang tidak diperlukan. Selain itu, kita juga tidak hanya fokus mencari harta yang halal tetapi bagaimana cara membelanjakannya dengan benar. Karena perihal harta ini bisa jadi salah satu penyebab lamanya kita dihisab kelak, tetapi mudah-mudahan dengan kita membuat dan mencatat pengeluaran harian ataupun bulanan dengan benar, bisa menjadi bekal kebaikan di akhirat kelak. Yuk mulai catat pengeluaran harian kita!

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Nurul Hidayah