Bagaiman Semut Bisa Menemukan Jalan Pulang?

Bagaiman Semut Bisa Menemukan Jalan Pulang?

Pernahkah Anda melingkari seekor dengan spidol ketika binatang kecil itu tengah berjalan? Apakah yang terjadi? Apakah itu kehilangan jalur tujuan perjalanannya, ataukah tetap ada pada jalur perjalanannya? Bagaimana bisa seperti itu?

Sebagai yang memiliki sifat sosial akan mengeluarkan zat kimia yang bernama Pheromones, untuk meminta bantuan dari yang lainnya. Pheromones dihasilkan oleh kelenjar Eksokrin pada tubuh dan biasanya cairan akan keluar pada bagian belakang .

Selain dipakai untuk daya pikat, Pheromones juga digunakan oleh para sebagai alat komunikasi. Saat keluar dari sarangnya, Pheromones akan dikeluarkan oleh tersebut untuk menandakan jejak karena terkadang akan keluar dari sarangnya untuk menemukan makanan. Ketika makanan yang tengah dicari ditemukan, sang akan kembali mengeluarkan Pheromones untuk penanda atau jejak bagi dirinya agar dapat kembali untuk mengambilnya.

Baca juga  Serangga dan Manfaatnya di Muka Bumi

Bagaiman Semut Bisa Menemukan Jalan Pulang?

Biasanya, bila jumlah makanan yang didapat dalam jumlah banyak atau besar, Pheromones yang dikeluarkan semut tadi menjadi penanda bagi kawanan semut lainnya untuk datang membantu mengangkut makanan tersebut. Agar bau Pheromones dapat tersebar secara menyeluruh, kawanan semut satu persatu akan mengeluarkan zat tersebut secara bersamaan di sepanjang perjalanan yang mereka lalui untuk mengangkut apa yang mereka anggap sebagai makanan tersebut.

Baca juga  MANIS? Belum tentu. Ini Alasan Kenapa Kamu Bisa digigit SEMUT

Jumlah Pheromones yang banyak di sepanjang jalur dan membantu garis lurus inilah yang akan menjadikan atau menyebabkan kawanan semut kecil ini berjalan lurus dan rapi berjalan bersama dan beriringan. Bahkan kemacetan yang mereka timbulkan tak lantas membuat para semut ini risih. Karena denga jarak yang dekat, zat kimia ini juga bisa digunakan sebagai penanda atau pengenal suatu koloni.

Faktanya lagi tentang semut adalah ternyata bau Pheromones di setiap koloni semut yang satu berbeda dengan aroma zat Pheromones milik koloni lainnya. Selain itu, Pheromones juga bukan hanya sebagai penanda jejak makanan atau penanda jejak jalan pulang saja, tetapi juga dapat dijadikan sebagai penanda bila sang semut menemukan ancaman atau tanda bahaya dari makhluk lainnya.

Baca juga  6 Fakta tentang Nyamuk, 'Si Vampire' yang Sesungguhnya

Itulah tadi fakta seputaran semut yang membuat kita terkagum ketika melihat para ini berjalan beriringan dengan sabar walaupun terhambat oleh kawan di depannya, para semut yang kebetulan berada di belakang tidak lantas menjadi emosi dan melakukan keributan dengan yang lainnya. Hal ini tentu berbeda dengan manusia yang apabila terjebak dalam kemacetan, tak jarang terjadi keributan antar sesama. Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kelebihan para semut yang selalu berkoloni ini.

Baca Juga

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

El-Pedia