Bagaimana Cara Menjadi Surveyor Gizi Handal Di Indonesia?

Bagaimana Cara Menjadi Surveyor Gizi Handal Di Indonesia?

Jika kamu adalah mahasiswa atau alumni jurusan kesehatan, pasti sering mengambil referensi dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia atau riset kesehatan yang berlevel nasional lainnya. Khususnya mahasiswa gizi, hasil riset nasional yang terkandung status gizi masyarakat sering dituliskan dalam latar belakang makalah atau bahkan skripsi. Namun kamu tau nggak sih “dapur” riset nasional ini seperti apa?

Riset gizi dan kesehatan nasional umumnya diadakan oleh Kementerian Kesehatan RI tepatnya oleh Badan Penelitian dan Kesehatan. Secara periodik, akan diadakan riset berskala nasional yang membutuhkan ribuan surveyor yang dalam dunia kesehatan disebut enumerator.

Sebetulnya istilah enumerator bukan istilah umum pada setiap riset, hanya Kementerian Kesehatan RI yang menggunakan istilah ini dalam risetnya. Istilah lain yang digunakan yaitu pencacah lapangan atau pengumpul data untuk menjelaskan orang yang bertugas di wilayah penelitian untuk memperoleh data-data dari partisipan yang diteliti.

Nah, pada kegiatan Sinau Sareng yang diadakan oleh Lebah Ceria Community  (LCC) pada tanggal 5 Desember 2021 lalu diambillah tema tentang “Strategi Menjadi Surveyor Gizi yang Kompeten”. Kegiatan ini membahas tuntas macam survey gizi dan kesehatan,  syarat, kewajiban dan hak, skill yang dibutuhkan, hal-hal yang perlu dipahami sebelum bertugas serta keuntungan menjadi surveyor gizi berdasarkan pengalaman para narasumber yang kompeten. Karena menjadi surveyor apalagi di bidang gizi, kita harus memiliki knowledge dan skill yang mumpuni, lebih dari surveyor biasa.

Pelaksanaan Sinau Sareng LCC
Pelaksanaan Sinau Sareng LCC

1. Macam Survey Gizi dan Kesehatan

Survey dalam hal ini bisa juga disebut riset atau studi. Ada tiga jenis survey gizi dan kesehatan berdasarkan penyelenggaranya yaitu survey yang diadakan mandiri/perseorangan/ kelompok peneliti, survey yang diadakan pihak swasta dan survey yang diadakan pemerintah. Survey yang diadakan secara mandiri biasanya diadakan oleh dosen di sebuah perguruan tinggi. Mereka membutuhkan enumerator yang jumlahnya bergantung pada jumlah subjek yang diteliti. Sumber pendanaannya bisa dari kantong pribadi, hibah perguruan tinggi, atau hibah dikti dari kemendikbudristek. Kemudian survey yang diadakan perusahaan swasta umumnya diadakan oleh tim R&D atau tim marketing untuk menghimpun pendapat khalayak mengenai produk mereka atau suatu hal yang akan dikaitkan dengan produk mereka. Tendensi pada kepentingan perusahaan bisa jadi mempengaruhi hasil survey yang diperoleh karena kaitannya dengan untung rugi perusahaan. Sedangkan survey yang diselenggarakan pemerintah dilakukan untuk mengetahui keadaan masyarakat pada variable tertentu sebaga dasar pengambilan keputusan.

Baca juga  5 Usaha Minim Modal, Cocok Untuk Mahasiswa

Kak Rosmauli J. Fitriani S.Gz., M.Gz menjelaskan dalam materinya bahwa  paling tidak ada 6 survey bertopik gizi dan kesehatan antara lain Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Studi Diet Total (SDT), Pemantauan Status Gizi (PSG), Riset Ketenagaan Kesehatan (Risnakes), Elektronik-Pencatatan dan pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), Riset Fasilitas Kesehatan (Rifaskes) tematik, dan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI). Detail mengenai riset-riset ini akan saya jelaskan terpisah ya.

Nah, meskipun surveynya beda-beda, paling tidak syarat-syarat di bawah ini yang harus dipenuhi jika ingin melamar menjadi enumerator atau petugas survey.

a. Memiliki ijazah minimal D3.

Untuk SDT, PSG diharuskan lulusan gizi, sedangkan riset lain bisa dari berbagai jurusan namun masih dalam rumpun kesehatan seperti kesehatan masyarakat, kebidanan, kedokteran umum, dan keperawatan.

Baca juga  Kombinasikan 5 Metode Belajar dalam Satu Waktu, Kenapa Tidak?

b. Memiliki sim C dan dapat mengendarai motor/mobil

Kecuali pada riset EPPGBM, riset gizi umumnya membutuhkan enumerator yang dapat mengendarai motor karena harus menuju rumah-rumah responden atau partisipan dengan membawa alat antropometri yang lumayan berat.

c. Terlatih melakukan pengukuran antropometri

lulusan gizi pasti telah dibekali kemampuan untuk mengukur antropometri, namun untuk menjadi enumerator kemampuan ini harus di-improve validitas dan reabilititasnya agar hasil pengukuran yang diperoleh benar-benar menggambarkan keadaan subjek yang sebenarnya.

d. Terlatih melakukan wawancara

Survey selalu identik dengan kuisioner, maka pemahaman tentang kuisioner dan kemampuan memperoleh data dengan wawancara menjadi hal yang esensial.

2. Kewajiban dan Hak Surveyor Gizi

Dari persyaratan tersebut bisa dibayangkan dong kewajiban dan haknya seperti apa? Narasumber kedua Sinau Sareng, Kak Galuh Chandra Irawan S.KM, M.Gizi menyampaikan bahwa enumerator wajib untuk mengikuti prosedur dari proses seleksi hingga survey yang akan dihadapi, mematuhi tata tertib survey secara tertulis maupun non tertulis, dan menjalankan instruksi penanggung jawab teknis atau koordinator lapangan dengan penuh tanggung jawab. Hak yang diperoleh enumerator diantaranya pelatihan sebelum terjun ke lapangan, pembiayaan tes antigen (untuk pelaksanaan di masa pandemic COVID-19), pembiayaan penginapan dan transportasi, honorarium yang transparan, surat tugas, kontrak kerja dan sertifikat.

3. Skill dan Pengetahuan Surveyor Gizi Kompeten

Enumerator atau surveyor gizi yang kompeten tidaklah diciptakan, namun ditempa dan dibentuk dengan pembelajaran, pelatihan dan pengalaman. Berkaitan dengan syarat-syarat menjadi surveyor gizi pada nomor 1, Kak Galuh menjelaskan bahwa surveyor gizi hendaknya memiliki kemampuan analisis, skill sosial yang tinggi, dan detail oriented.

Baca juga  Telat Wisuda, Salah Siapa ?

Kemampuan analisis yang dimaksud adalah kemampuan memahami keadaan di lapangan saat wawancara. Menghafal variabel yang dibutuhkan dibantu dengan observasi singkat akan membantu mempercepat proses wawancara Hal ini dapat dilatih dengan sering membantu penelitian teman atau dosen sebagai enumerator.

Skill sosial yang tinggi memudahkan enumerator untuk berkolaborasi dengan stakeholder baik internal riset atau eksternal. Melatih berbicara dengan orang lain dari usia, jenis kelamin, status sosial, latar belakang pendidikan, suku dan budaya yang berbeda dapat kamu lakukan dimanapun dan kapanpun misalkan dengan bertugas sebagai humas dalam organisasi kampus.

Menjadi surveyor yang detail oriented memang bukan perkara gampang. Kak Rosmauli menambahkan bahwa Kamu membutuhkan pengetahuan yang kamu pahami dan catat dari SOP kerja dan kontrak kerja. Silakan pahami daftar istilah yang digunakan dalam riset yang akan dikerjakan, struktur organisasinya, tugas dan tanggung jawab orang-orang yang terlibat, alur koordinasi, pahami poin-poin pertanyaan dalam kuisioner yang digunakan, dan yang tak kalah penting adalah pahami dokumen untuk administrasi.

Enumerator SSGI 2021 Kab Bantul yang lolos seleksi dan terlatih 
Enumerator SSGI 2021 Kab Bantul yang lolos seleksi dan terlatih 

4. Benefit menjadi Surveyor Gizi

Jika kita memahami semua hal yang dibutuhkan sebagai seorang surveyor dan dapat menjalankannya dengan skill yang mumpuni, tentu banyak keuntungan yang diperoleh diantaranya kapabilitas terakui. Artinya kita bisa diminta kembali menjadi enumerator atau dipromosikan ke tingkat koordinasi yang lebih luas. Kemudian ilmu yang diperoleh dari pengalaman baik ilmu dalam pengalaman public relation maupun ilmu yang diperoleh dari responden kita. Kemudian yang membuat kita berkembang lagi adalah meningkatnya jumlah relasi kerja. Riset di bidang yang sama dalam skala yang lebih luas memungkinkan kita mengenal orang-orang hebat yang mengelola kesehatan masyarakat Indonesia dari balik meja.

Perjalanan enumerator bersama Kepala Kader Posyandu menuju rumah salah satu responden.
Perjalanan enumerator bersama Kepala Kader Posyandu menuju rumah salah satu responden.

Surveyor gizi adalah salah satu pekerjaan yang capeknya membuatmu bahagia. Banyak hal yang dapat dipelajari untuk pengembangan diri juga membuat kita semakin membuka mata. Maka bila ada kesempatan cepat ambil segera. Daftarkan dirimu di hari pertama karena sistem rekruitmennya bisa saja tak terduga.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

M. Dian

   

Anak Sulung yang kakinya sempat takut melangkah setelah lulus kuliah. Pemuda setengah tua yang menggenggam kata-kata "Sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat pada sesamanya".