Bagaimana Hubungan Analisa SWOT Terhadap Pengenalan Diri Sendiri?

Bagaimana Hubungan Analisa SWOT Terhadap Pengenalan Diri Sendiri?

Anda tertarik membuka bisnis kuliner? bisnis fashion? atau usaha yang bergerak di bidang jasa, seperti jasa cuci AC, jasa pijat dan sebagainya.

Pada saat anda baru memulai hal apa yang wajib dilakukan agar bisnis itu memiliki arah dan tujuan yang jelas?

Benar sekali harus melakukan analisa, seperti riset pasar, mengamati bagaimana kompetitor menjalankan bisnis tersebut.

Selanjutnya bagaimana cara melakukan analisa? Banyak pendekatan yang dapat dilakukan, salah satunya adalah Analisa SWOT.

Apa yang dimaksud dengan Analisa SWOT?

“The overall evaluation of a business’s strengths, weakness, opportunities and threats. SWOT analysis consists of an analysis of the external and internal environments”. — Philip Kotler, Marketing Management, Millenium Edition.

Berdasarkan definisi yang dikemukan oleh Bapak Marketing Dunia Philip Kotler bahwa Analisa SWOT adalah suatu alat yang digunakan untuk analisa dan evaluasi suatu bisnis dari segi kelebihan, kekurangan, kesempatan dan ancaman.

Hal tersebut dapat diamati dari dalam bisnis itu sendiri dan faktor luar dari bisnis tersebut. 

Pada penulisan artikel yang berjudul Beberapa Manfaat Menulis Buku Harian Terhadap Kesehatan Mental (digstraksi.com) penulis telah menyampaikan salah satu manfaat dalam menulis buku harian adalah memudahkan dalam pengenalan diri.

Penulisan artikel kali, penulis ingin mengkaitkan bagaimana hubungan analisa SWOT terhadap pengenalan diri?

Semoga artikel ini dapat membantu teman-teman yang sedang mengalami kegalauan atau bingung dengan jati diri dan dapat menjawab “Siapakah Diri Saya Ini?” (Who Am I?)

Baca juga  Permasalahan Lingkungan Perumahan Yang Tidak Layak Bagi Penghuni

S (Strengths)
Strengths diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai kelebihan.

Apa yang menjadi kelebihan dalam diri sendiri? Pertanyaan ini sangat sulit dijawab dan membutuhkan beberapa lama untuk berpikir keras saat menjawabnya.

Jawaban yang paling sering dijawab adalah “Saya Baik”. Kata “Baik” ini sangat ambigu atau bias karena baik itu dalam hal apa, sehingga kelebihan kita menjadi spesifik.

Contoh mengungkapkan kelebihan dalam diri sendiri sebagai berikut:

“Kelebihan dalam diriku adalah orang yang humoris. Ketika saya melihat teman dan orang disekitarku sedang mengalami masalah yang dapat menganggu hidupnya, maka saya akan menghibur mereka dengan berbagai cara, seperti membuat cerita yang lucu, membuat lawakan yang akhirnya mengubah mood mereka menjadi lebih baik, sehingga hidup menjadi lebih damai dan tenang”. — Ho, Erik Hosan (penulis).

W (Weakness)
Weakness diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai kekurangan atau kelemahan.

Apa yang menjadi kelemahan dalam diri sendiri? Jika pertanyaan ini ditanyakan, maka semua orang akan lebih mudah menjawab karena kelemahan atau keburukan lebih mudah diingat dibandingkan kebaikan atau kelebihan yang dimiliki.

Ketika mengungkapkan kelemahan harus diberikan penyelesaian agar dapat meminimalisir kelemahan tersebut. 

Contoh mengungkapkan kelemahan dalam diri sendiri sebagai berikut:

Baca juga  Jujutsu Kaisen Kenapa Bisa Laris ?

“Kelemahan terbesar dalam diriku adalah saya pelupa akut, memiliki daya ingat yang rendah, sehingga tidak dapat memaksimalkan diri. Untuk mencegah kelemahan tersebut, hal yang dapat dilakukan adalah membuat list to do, sehingga mengetahui apa saja yang ingin dilakukan dan tidak boleh menunda untuk melakukan pekerjaan agar tidak lupa.” — Ho, Erik Hosan (penulis).

O (Opportunities)
Opportunities diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai kesempatan.

Hal ini dapat dilihat dari segi kelebihan apa yang ada dalam diri sendiri, sehingga akan menjadi kesempatan untuk menjadi diri yang memiliki arah dan tujuan yang jelas, serta dapat meningkatkan kualitas diri.

Contoh mengungkapkan kesempatan dalam diri sendiri sebagai berikut:

“Perusahaan X membuka posisi sales marketing. Hal ini menjadi kesempatan bagi diriku mengambil posisi tersebut karena sangat menyukai tantangan dan sesuai dengan prinsip hidupku bahwa harus target. Selain itu, saya sangat suka mobilitas dan orang yang fleksibel, sehingga sangat menjadi peluang baik dalam mengembangkan diri menjadi lebih baik.” — Ho, Erik Hosan (penulis)

T (Threats)
Threats diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia sebagai ancaman.

Hal ini dapat dilihat dari segi kelemahan yang ada dalam diri sendiri, sehingga faktor eksternal akan datang dan berusaha merusak kualitas diri sendiri.

Contoh mengungkapkan ancaman dalam diri sendiri sebagai berikut:

“Kelemahan terbesar dalam diriku adalah pelupa akut. Dengan kelemahan ini, maka orang sangat mudah menipu, memutar balikkan fakta yang ada karena orang berpikir diriku memiliki kelemahan pelupa akut, sehingga tidak bakalan ingat secara detail apa yang terjadi selama ini.” — Ho, Erik Hosan (penulis).

Baca juga  Kemasan Snack Menggelembung, Apakah Akal-Akalan Saja Supaya Tampak Banyak?

Berdasarkan penulisan artikel diatas, penulis ingin menyimpulkan bahwa Analisa SWOT tidak hanya dipraktekkan dalam dunia bisnis atau ekonomi, tapi dapat juga dipraktekkan dalam membantu pengenalan jati diri, sehingga penulis dan teman-teman dapat mengetahui siapa diriku ini sebenarnya?

Mari kita mengulang kembali Analisa SWOT terdiri dari:

  1. S (Strengths) = kelebihan
  2. W (Weakness) = kelemahan
  3. O (Opportunities) = kesempatan atau peluang
  4. T (Threats) = ancaman

Kelebihan dan kelemahan berasal dari dalam diri sendiri, sedangkan kesempatan dan ancaman berasal dari luar diri sendiri.

Kelebihan dalam diri akan menjadikan sebagai kesempatan dalam meningkatkan kualitas diri dan membantu dalam mencapai arah dan tujuan, sedangkan kelemahan dalam diri akan menjadikan sebagai ancaman dalam menurunkan kualitas diri dan menjauhkan dalam mencapai arah dan tujuan.

Demikian penulisan artikel ini semoga bermanfaat dan pesan penulis kepada Anda bahwa hidup ini dikendalikan oleh diri sendiri dan jangan hidup anda dikendalikan oleh orang lain.

Jika ada kesalahan dalam kata-kata yang dilakukan secara sengaja maupun tidak sengaja, penulis mohon maaf sebesar-besarnya.

Terima kasih dan selamat beraktivitas.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Ho, Erik Hosan