Bagaimana Jika Self-love dijadikan semacam tameng untuk patah hati?


Bagaimana Jika Self-love dijadikan semacam tameng untuk patah hati? 1

“Loving yourself isn’t vanity, it’s sanity.”- Andre Gide

Tentang self-love adalah tentang bagaimana cara kita menerima, bukan sekedar menghadapi dan bukan juga sekedar pontang panting mencari jalan keluar. Sejatinya self-love adalah sebuah penerimaan diri.

Tapi mirisnya masih banyak sekali orang-orang yang tidak mengetahui tentang pentingnya mencintai diri sendiri. Mungkin semua orang sudah mengetahui apa itu self-love tapi tidak semua mengetahui makna sesungguhnya dari seft-love itu, tidak semua juga bisa mengaplikasikan self-love dalam hidupnya.

Banyak yang bilang bahwa mereka sudah bisa mencintai diri sendiri, tapi nyatanya dalam kesehariannya masih membandingkan “ahh hidung si A mancung, kenapa hidungku tidak semancung dia”, masih membandingkan “coba aja aku bisa kurus, aku pasti bakalan bersyukur banget”.

Sangat langka untuk menemukan orang yang bisa menjadikan dirinya sebagai kiblat kesempurnaan. Katanya self-love tapi malah insekiur sana sini. Katanya self-love tapi masih suka merasa kurang dengan apa yang orang punya. Aneh yah.

Lalu ada apa dengan patah hati? Normalnya orang-orang akan tersadarkan tentang Self-love ketika patah hati melanda psikologisnya. Selalu seperti itu, mereka baru bisa menghargai dan mencintai diri sendiri setelah cinta yang dia berikan kepada pasangannya diabaikan. Mungkin saja tersadarkan melalui tontonan podcast atau layanan streaming tentang patah hati.

Penawar dari patah hati bukan saja tentang mengiklaskan dan melupakan, patah hati akibat ditinggalkan atau dikecewakan pacar anda juga bisa diobati dengan self-loving. Self-love merupakan aspek paling penting dari kesehatan mental.

Mental yang sehat akan berperan terhadap pengendalian emosi yang baik, orang yang mempunyai mental yang sehat akan merasa lebih mudah berfikir positif, termasuk saat lagi marah, lagi stres, sedih karena hal ini adalah sebuah bentuk penerimaan diri atau self-esteem.

Self-esteem memainkan peranan yang sangat penting dalam kesehatan mental. Self-esteem adalah cara seseorang memandang dan menerima dirinya sendiri, serta merasa percaya diri. Jika self-love dikelola dengan baik, self-esteem pun akan meningkat. Tak hanya itu, dengan mencintai diri sendiri, Anda juga akan lebih mudah mengatasi stres dan tegar dalam menghadapi permasalahan hidup. Dikutip dari Dr. Kevin Adrian.

Jadi apakah benar orang-orang menutupi rasa patah hatinya melalui ‘self-love’?

Ingat self-love adalah sebuah bentuk penerimaan diri, bukan menjadi PMS secara tiba-tiba. Self-love bukan berarti harus makan sebanyak mungkin, menjadi lebih sensitif, menjadi sedikit egois, self-love juga bukan sebatas anda harus mengenakan pakaian yang terbaik, merawat diri, lalu pergi mencari-cari kepuasan melalui orang yang kamu jadikan objek pelampiasan.

Lebih dari itu, dilansir dari Psychology Today, self-love adalah mencintai diri sendiri dengan melibatkan aspek menyadari diri sendiri, menghargai diri sendiri, percaya diri, dan peduli pada diri sendiri. Jika ada salah satu aspek yang belum terlaksana, maka self love belum sepenuhnya utuh. Untuk itu, self-love adalah perjalanan atau bentuk proses untuk menggenapi beberapa aspek yang sudah dijelaskan di atas.

Jika kamu sedang galau dan patah hati, memanjakan diri adalah hal yang sangat wajar bahkan itu termasuk hal yang disarankan sebab bisa mengurangi kadar stres dan depresi. Ketika patah hati mungkin anda ingin pergi liburan, makan 3 potong dada ayam kfc sendirian, menghabiskan beberapa potong coklat silverqueen ditambah dengan icecream magnum dengan kemewahan coklat belgia, atau mungkin ingin berbelanja pakaian-pakaian terbaik versi anda.

Semua yang disebutkan diatas adalah sebuah bentu kewajaran yang disebut sebagai memanjakan diri, tapi itu jelas bukan self-love yang sesungguhnya. Karena self-love jauh lebih komplek dari hanya sebuah Unstable Emotion.

Self Loving
Self Loving


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Andy Chandra

   

Dari Kelompok Minoritas yang mayoritas menolak untuk bersastra!

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap