Bagaimana Nasib Rencana Pembangunan Mega Proyek Jembatan Selat Sunda


Bagaimana Nasib Rencana Pembangunan Mega Proyek Jembatan Selat Sunda 1

Jembatan Sunda merupakan proyek mega proyek besar pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dengan pulau Sumatera di perairan selat Sunda. mega proyek jembatan Selat Sunda sendiri merupakan bagian dari proyek Asian Highway Network atau jalur transasia Highway atau trans Asia railway.

Jembatan Selat Sunda ini awalnya merupakan ide dari seorang Profesor yang juga adalah guru besar ilmu Teknologi Bandung atau ITB pada tahun 1960 disebut dengan nama trinusa Bima Sakti. Ide tersebut digagas sebagai ambisi besar pembangunan mega proyek jembatan selat sunda yang saat itu mencuat.

Bagaimana Nasib Rencana Pembangunan Mega Proyek Jembatan Selat Sunda 3

Menurut badan pengembangan kawasan strategis dan infrastruktur Selat Sunda yang merupakan bagian dari 18 lembaga yang kemudian dibubarkan oleh Presiden Jokowi berdasarkan Peraturan Presiden nomor 82 tahun 2020 Lembaga ini dibentuk di era Presiden SBY dalam rangka pembangunan proyek jembatan Selat Sunda yang menjadi salah satu proyek atau mega proyek ambisius yang dikerjakan pemerintah atau tidak dikerjakan pemerintah saat itu.

Namun sejak awal tahun 2015 tentang rencana pembangunan jembatan Selat Sunda tidak lagi diteruskan hal itu dibahas tahun 2014 akhir atau awal 2015 setelah itu tidak ada pembicaraan lagi menurut Kepala Biro komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau PUPR Indra S Atmawijaya.

Jembatan Selat Sunda memang digadang-gadang untuk konektivitas atau menghubungkan antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera dalam rangka pemerataan perekonomian di seluruh Indonesia namun kini tidak ada lagi pembahasan mengenai rencana pembangunan mega proyek jembatan Selat Sunda tersebut dan akhirnya meredup.

Namun teka-teki pembangunan rencana pembangunan Selat Sunda tersebut dialihkan oleh Peraturan Presiden Nomor 117 tahun 2015 tentang perubahan atas Perda nomor 100 tahun 2014 tentang percepatan pembangunan jalan tol Lintas Sumatera. ada juga presiden menerbitkan Peraturan Presiden nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional atau PSN yang isinya adalah merencanakan proyek Tol Trans Jawa sebagai PSN.

Sebagai gantinya Presiden Joko Widodo menggantinya dengan proyek Tol Trans Sumatera dan meremajakan pelabuhan di Merak maupun bakauheni dengan modern. menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki hadimuljono tahun 2016 dia mengutarakan bahwa pemerintah sebenarnya tidak membatalkan proyek tersebut namun hanya menunda sementara waktu karena dianggap belum lolos secara finansial dari kerjakan dari proyek tersebut.

Proyek jembatan Selat Sunda memang tidak membutuhkan biaya sedikit dan pemerintah memang harus ancang-ancang atau mempersiapkan dana atau finansial yang cukup besar untuk membangun mega proyek tersebut.

Menurut Menteri PU PR proyek tersebut diperkirakan menelan estimasi biaya investasi sebesar 200 Triliun Rupiah dan hal tersebut belum masuk dalam rencana pembangunan daerah Jokowi untuk melanjutkan proyek pembangunan jembatan Selat Sunda. yang dilakukan Jokowi saat ini adalah dengan menekankan atau percepatan pembangunan jalan lintas Tol Trans Sumatera dan mengembangkan Pelabuhan dengan sistem modern oleh Kementerian Perhubungan dan menjadi Kawasan Industri.

Tujuan utama rencana pembangunan jembatan selat sunda memang diproyeksikan untuk pemerataan pembangunan dan ekonomi di negara Indonesia, namun secara finasial memang dibutuhkan biaya tinggi, dan hal tersebut bukan berarti rencana tersebut dibatalkan serta merta, namun hanya penundaan saja, dan pemerintah saat ini lebih fokus ke pembangunan jalan tol trans sumatera, dan pembangunan modern pelabuhan penghubung sumatera dan jawa.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Faizal Chandra

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap