Bagaimana Sejarah Penamaan Kota Demak

Bagaimana Sejarah Penamaan Kota Demak 1

Demak merupakan sebuah Kabupaten yang merupakan bagian dari provinsi Jawa tengah. Letaknya berada persis di sebelah timur Ibukota Jawa Tengah, Semarang.

Demak sendiri beribukota di Demak, dan merupakan julukan Kota Wali, merupakan pusat pemerintahan Majapahit dengan mayoritas beragama Islam.

Demak sendiri memiliki luas kurang lebih 800 km2, dengan jumlah penduduk kurang lebih satu juta jiwa. Demak sendiri berjarak dekat dengan laut Jawa, dengan sumber air nya di sungai Tuntang.

Sementara penamaan Demak sendiri berasal dari bahasa Arab, yang berarti adalah mata air. Demak memang terkenal dengan air, dilihat dari banyaknya payau, rawa yang ada di Demak.

Bagaimana Sejarah Penamaan Kota Demak 3

Sementara sejarah dari kota Demak sendiri berawal dari kisah Raden Patah sudah ada sejak enam abad silam, dengan gurunya Sunan Ampel sudah ada sejak zaman dahulu kala.

Raden Patah diperintah untuk pergi berkelana ke arah Barat dan bersinggah atau bertempat tinggal di suatu tempat atau suatu alas atau hutan yang dipenuhi dengan jenis tanaman bernama Gelagah Wangi.

Gelagah Wangi itu sendiri berada di suatu tempat dimana terdapat di Sungai Tuntang, atau sungai yang terkenal di Ambarawa, yang berasal dari Gunung Merbabu yang berada di dekat Salatiga.

Bahwa dengan kata lain sumber mata airnya berasal dari gunung yang terkenal saat ini gunung Merbabu dekat gunung Merapi. 

Menurut Bahasa Kuno, bahwa asal mula kata Demak, Demak sendiri menurut bahasa Jawa Kuno berasal dari kata “damak”, yang didefinisikan sebagai anugerah. Pada saat itu Prabu Brawijaya Lima memiliki anak bernama Raden Patah atas Penguasa Gelagah Wangi di Tuntang. Sedangkan menurut arti berdasarkan Kitab Kekawin Ramayana itu bernama“Wineh Demak Kapwo Yotho Karamanyo”.

Sedangkan kata Demak menurut bahasa Arab, Dummu, diartikan sebagai perjuangan atas masa-masa susah dan beratnya perjuangan para Muslim dan Para Mubaligh dalam menyiarkan, menyebarkan, serta mengembangkan agama islam di tanah Demak.

Para mubaligh dan para muslim dan juru dakwah mereka harus bekerja keras dalam masa sulit mereka, serta dengan penuh ketekunan dan perjuangan keras mereka selalu menangis dan bermunajat kepada Allah SWT untuk meminta perlindungan serta kekuatan.

Demak sendiri memiliki sejarah tersendiri yang merupakan Kasultanan ketiga di Indonesia serta nomor 4 di  wilayah Asia Tenggara. Demak sendiri digunakan sebagai pusat Pemerintahan dan juga pusat dari penyebaran agama islam yang dilakukan oleh para wali songo di Indonesia.

Kala itu bangsa Portugis datang ke Indonesia ketika masa Majapahit usai, hingga akhirnya pengaruh Demak ini sangat luar biasa hingga menyebar ke wilayah Aceh yang saat itu dipelopori oleh ayah dari Sunan Giri Syeh Maulana  Ishak.

Jika dilihat dari penamaan nama Demak sendiri tentunya semakin faham bagaimana sejarah tersebut tercipta, ketika namaDemak menurut beberapa definisi dikaitkan dengan kegiatan adanya penyebaran agama Islam oleh para mubaligh dan penyiar saat itu, hingga dikaitkan dengan Deak sendiri dengan struktur wilayahnya yanag terdiri dari banyaknya rawa dan perairan yang subur dan kaya akan sumber daya airnya.

Nah itu tadi sejarah  penamaan Kota Demak sehingga sampai sekarang dinamakan Kota Demak atau Kota Walinya.

Digstraksi adalah Media User-Generated, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Faizal Chandra