Bagaimana Terjadinya Tsunami, dan Mengapa Tsunami Sudah Biasa di Jepang?


Bagaimana Terjadinya Tsunami, dan Mengapa Tsunami Sudah Biasa di Jepang? 1

Tsunami merupakan bencana alam yang sering kita kenal, yaitu naiknya air laut atau gelombang pasang dalam intensitas besar sehingga mengakibatkan laut masuk ke daratan dan menimbulkan banyak korban jiwa maupun kerusakan bangunan. Indonesia sendiri tsunami terjadi paling besar yaitu di Aceh tahun 2004. Tsunami mengguncang wilayah Nangroe Aceh Darusallam dan menimbulkan banyak korban jiwa serta kerusakan bangunan.

Ilustrasi proses terjadinya tsunami
Ilustrasi proses terjadinya tsunami

Tsunami sendiri terjadi, setelah sebelumnya diikuti adanya gempa bumi diatas 6.5 skala richter. Tsunami yang terjadi di Indonesia memang sangat besar kemudian di Aceh sendiri banyak korban jiwa maupu kerusakan bangunan, mengalami kerusakan hebat akibat adanya tsunami.  Sebenarnya tsunami terjadi karena adanya patahan lempeng tektonik di dasar laut kemudian mengakibatkan gempa bumi, setelah itu air laut menjadi pasang menjadi energi di area air laut sehingga mengakibatkan air laut sampai ke daratan atau menuju pantai.

Indonesia sendiri merupakan daerah lempeng tektonik dan cincin api pasifik, sehingga rawan terjadi gempa bahkan tsunami. Akibat gerakan lempeng bumi di dasar laut atau lempeng tektonik, sehingga mengakibatkan air laut mengalami gerakan yang tidak stabil, hal tersebut yang menyebabkan air laut menjadi naik, dan terjadilah tsunami. Tsunami sendiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu Tsu berarti air laut, nami berarti pelabuhan, berarti air laut pasang.

Tsunami 
Tsunami 

Sebenarnya tsunami itu terjadi bukan hanya karena adanya gempa bumi sebagai akibat patahan lempeng tektonik di dasar laut, namun juga diakibatkan oleh adanya letusan gunung berapi contohnya Gunung berapi Krakatau yang terjadi letusan sehingga mengakibatkan tsunami besar. Selain itu juga karena adanya asteroid atau meteor yang jatuh di laut mengakibatkan air laut menjadi tidak stabil sehingga mengakibatkan pergerakan air laut menjadi pasang yang mengakibatkan tsunami.

Tsunami terjadi bukan karena ada gempa kemudian terjadi tsunami, namun lebih karena adanya gempa bumi dengan kekuatan di atas lebih dari 6,5 skala Richter, yang memiliki potensi terjadinya tsunami, menimbulkan gerakan hebat di wilayah air laut di sendiri. Gelombang pasang yang terjadi tidak hanya satu kali namun beberapa kali dengan intensitas berikutnya yang lebih kecil.

Tinggi air pasang laut ini hanya beberapa senti dari tengah laut namun setelah sampai ke tepi pantai atau lautan yang dangkal tingginya bisa mencapai puluhan meter karena adanya penumpukan massa air di permukaan air laut itu sendiri. Kecepatan tsunami itu sendiri bisa mendapatkan ratusan kilometer per jam, bayangkan dengan kecepatan seperti itu, tentunya kita sulit menghindar, bahkan harus bisa mengantisipasi atau mengetahui tanda-tanda akan terjadinya tsunami atau setelah terjadinya gempa bumi dahsyat dengan skala skala Richter yang besar di atas 6,5 tentunya hal yang patut kita lakukan, adalah kita harus waspada.

Kecepatan gerakan air pasang tsunami itu dapat merusak bangunan serta memakan banyak korban jiwa kita apabila kita berada di pesisir pantai. Semakin gempa berada di laut dangkal, akan membuat tsunami semakin besar. Belajar dari masyarakat Jepang sendiri yang sudah dididik, ketika akan terjadi tsunami karena tiap menit, detik di Jepang terjadi tsunami, sehingga mereka tahu bagaimana teknologi yang harus dipersiapkan dan juga antisipasi yang baik.


Digstraksi adalah platform menulis independen, Semua karya tulis sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis. Kamu juga bisa mempublikasikan karya tulis & mendapatkan kompensasi berupa uang tunai, pelajari Di sini.

Faizal Chandra

   

Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Copy link
Powered by Social Snap