Bagian Tubuh Manusia Yang Belum di Pahami Apa Fungsinya


Tubuh manusia merupakan hasil dari evolusi selama ribuan tahun, sehingga menghasilkan bentuk sempurna yang bisa beradaptasi dalam lingkungan ekstrem di bumi.

Mungkin itulah yang kita percayai selama ini, namun kenyataannya sedikit berbeda, tubuh manusia yang dianggap sempurna ini ternyata memiliki bagia-bagian yang sebenarnya tidak, atau belum di ketahui apa fungsinya.

Saya akan mengulas beberapa yang fungsinya masih di pertanyakan oleh para ilmuan.

1. Puting Pada Laki-laki

Seperti kita tahu, puting susu pada wanita berfungsi sebagai jalur keluarnya air susu yang di produksi oleh kelenjar susu. Tujuannya untuk menyalurkan nutrisi ke anak bayi yang belum bisa memakan makanan padat.

Sedangkan pada laki-laki, mereka tidak menyusui, lalu kenapa laki-laki tetap memiliki puting yang tidak ada gunanya?

Menurut para ilmuan memang benar, dalam tahap awal pengembangan embrio, saat kita semua masih dalam kandung ibu, bentuk fisik kita semua adalah wanita, pada usia kehamilan 18 minggu baru bisa kelihatan jenis kelamin dari calon bayi akan menjadi laki-laki atau perempuan. 

Sama dengan hewan mamalia juga seperti itu, mereka memiliki puting namun tidak di ketahui apa fungsinya.

2. Beberapa Otot Yang Tidak Memiliki Fungsi

Otot kapsul vibrissal (Otot getaran) merupakan sebuah otot yang berada di bawah hidung manusia. Kalau dalam hewan mamalia seperti kucing, otot ini berfungsi untuk menggerakkan kumis kucing, fungsinya sebagai sensor navigasi hewan mamalia saat dalam keadaan gelap. 

Otot kapsul vibrissal ini masih ada tersimpan di dalam tubuh manusia, namun sudah kehilangan fungsinya, hal ini menandakan leluhur kita jaman purba, kemungkinan memiliki kumis seperti hewan mamalia, karena jaman dulu mungkin penerangan yang ada hanya cahaya bintang dan bulan.

Otot temporal pada telinga manusia, merupakan sebuah otot yang fungsinya untuk sedikit menggerakkan posisi kuping kita, para pembaca semua tentu bisa menggerakkan otot dari kuping tersebut, namun apa fungsinya bagi manusia? Sedang pada hewan otot ini berfungsi sangat vital, fungsi otot ini untuk menggerakkan posisi kuping dan mengarahkan posisi kuping ke arah asal suara yang tidak di kenal.

Hewan seperti kucing, anjing dan serigala sering menggunakan teknik ini, jika ada suara yang tidak di kenal maka kuping mereka akan bergerak mengarah ke asal suara tersebut, untuk menghindari kemungkinan ancaman yang sedang mendekat.

3.  Tumbuhnya Gigi Bungsu

Saat manusia menginjak usia remaja, maka gigi bungsu ini akan secara aneh tumbu, dan biasanya akan terjebak dalam gusi karena sudah tidak ada ruang pada struktur dari gigi kita yang sudah sempurna ini.

Para arkeologis menemukan tengkorak manusia purba, dan mengamati kalau bentuk mulut manusia purba dan manusia modern cukup berbeda. Manusia purba memiliki bentuk mulut yang lebih besar, sehingga memberikan ruang untuk gigi bungsu ini keluar dan tubuh.

Makanan yang di makan oleh leluhur kita juga mendukung akan hal ini, pada jaman dahulu manusia purba memakan daging mentah yang masih alot, biji-bijian keras dan berbagai makanan yang membutuhkan pengunyahan ekstra.

Sedang pada manusia modern, bentuk mulut lebih besar sudah tidak di perlukan lagi, kita memakan makanan yang lembek, seperti nasi, roti, buah dan lain sebagainya, sehingga ukuran mulut pada manusia modern berangsur-angsur mulai mengecil, dan tidak memberikan ruang lagi untuk gigi bungsu tumbuh pada usia remaja. 

4. Tulang sulbi /ekor

Tulang ekor posisinya berada di bagian belakang tubuh manusia, posisinya di atas dari pantat. Pada hewan seperti monyet tulang ini berfungsi untuk menghubungkan ekor dengan otot tulang ekor.

Pada setiap awal pertumbuhan embrio dari mamalia, mereka memiliki semacam bentuk struktur menyerupai ekor, dan akan terus berkembang hingga hewan mamalia tersebut lahir dan memiliki ekor.

Berbeda dengan manusia, saat dalam kondisi awal embrio manusia masih memiliki struktur yang terlihat seperti bentuk ekor, namun setelah 28 hari bentuk ekor tersebut hilang, namun anehnya tulang ekor masih tetap di bentuk walaupun kita manusia tidak memiliki ekor.

5. Plica Semilunaris / Kelopak Mata Ketiga

Plica semilunaris adalah lipatan kecil pada tengah mata manusia. Organ ini adalah sisa-sisa dari membran kedip (kelopak mata ketiga) yang ada pada hewan-hewan lainnya semisal burung, reptil, dan ikan.

Pada hewan seperti burung dan ikan berkedip yang durasinya hanya sekian detik cukup berbahaya, saat berkedip hewan tersebut akan kehilangan pandangannya sesaat dan saat itu pemangsa bisa memanfaatkan momen untuk menyerang binatang tersebut.

Makanya beberapa hewan akan berkedip menggunakan membran Plica semilunaris yang sifatnya transparan, sehingga hewan tersebut tidak kehilangan 100% pandangannya, dan masih bisa mengelak saat di serang oleh predator.

Berbeda dengan manusia sekarang, kita berada di rantai makanan paling puncak, sehingga kita kita sudah tidak memerlukan membran ini lagi, kita manusia sudah tidak memiliki predator alaminya.

6. Goose bumps / Merinding

Merinding adalah fenomena pada tubuh yang terjadi secara tidak sadar. Merinding terjadi akibat otot-otot kecil pada kulit berkontraksi, akibatnya bulu tipis pada kulit sedikit naik dan membuat bulu tubuh kita seakan akan berdiri. 

Merinding pada manusia biasanya terjadi saat kita merasakan sebuah emosional yang kuat, seperti sangat takut, sangat nikmat atau sangat bahagia. Namun merinding ini sebenarnya tidak ada fungsi lainnya bagi manusia.

Berbeda dengan hewan, seperti kucing dan burung, saat mereka sangat ketakutan, mereka akan  merinding juga dan mengakibatkan bulu mereka akan berdiri, ini tentunya membuat bentuk tubuh dari hewan tersebut ini akan menjadi lebih besar, yang fungsinya tentu untuk menakuti lawannya.

Kita sering melihat kucing yang mau berkelahi bulunya berdiri untuk terlihat lebih besar. Namun pada manusia apa fungsinya merinding ini?

7. Refleks Menggenggam Telapak Tangan pada Bayi (Primitive reflexes)

Tentu pembaca semua tau, saat kita mengarahkan telunjuk kita ke bayi, maka bayi tersebut secara refleks akan menggenggam jari kita. hal tersebut terjadi secara misterius dan ini terjadi di setiap bayi yang ada di seluruh dunia.

Jika pada hewan genggaman kecil ini sangat bermanfaat, seekor bayi monyet harus memiliki genggaman yang sangat kuat, untuk membuatnya bisa menempel pada perut induknya.

Jika genggaman ini terlepas bayi monyet tersebut bisa terjatuh dari ketinggian pohon dan meninggal. Anehnya bayi manusia juga memiliki refleks genggaman ini, walaupun tidak memiliki fungsi yang jelas.

Tubuh manusia merupakah struktur yang sangat kompleks, hingga pada era modern ini pun para ilmuan masih belum memahaminya secara menyeluruh setiap fungsi dari tubuh manusia. Beberapa orang percaya kalau kita manusia merupakan hasil evolusi dari hewan selama ribuan tahun, sehingga kita membawa sifat-sifat hewan seperti yang sudah saya jabarkan di atas.

Atau jika kita memang di desain secara khusus dan sempurna oleh sebuah kekuatan di atas kita, lalu mengapa Tuhan masih memberikan beberapa bagian tubuh, otot dan sifat-sifat yang sudah tidak di gunakan lagi oleh manusia?, namun hal-hal tersebut masih sangat di butuhkah oleh hewan? sebuah pertanyaan yang tidak ada jawabannya.

Mari berpikir terbuka, dan semoga artikel ini bisa bermanfaat.

Sumber : 
– https://en.wikipedia.org/wiki/Whiskers
– https://en.wikipedia.org/wiki/Outer_ear
– https://en.wikipedia.org/wiki/Coccyx
– https://en.wikipedia.org/wiki/Plica_semilunaris_of_conjunctiva
– https://en.wikipedia.org/wiki/Goose_bumps
– https://en.wikipedia.org/wiki/Primitive_reflexes

Baca Juga

Exit mobile version